Anugerah Setiap Hari

It has been awhile to see this book in hand. If you want to have a copy please visit:

https://www.tokopedia.com/mahanaim-e-shop/buku-anugerah-setiap-hari-by-sdr-jeff-minandar?n=1

And do yourself a favor put an ORDER.

Advertisements

PUJI DAN SEMBAH DIA

Selamat malam Bapak/Ibu/Saudara/i, jemaat GPdI Mahanaim yang luar biasa. Malam hari ini kita berkumpul di tempat ini dengan motivasi yang berbeda, yang ketika kita berlutut nanti, kita bawa di hadapan Tuhan.

Ada orang-orang yang karena mereka tahu motivasinya bukan karena benar-benar rindu dan mengasihi Tuhan, terlebih lagi mereka masih belum beres dalam hatinya. Ketika berlutut kemudian menjadi tertuduh dengan suara-suara dari iblis, dan buyar konsentrasinya dalam berdoa. Karena itu malam hari ini saya rindu kita mengenal DIA, dan mendapat alasan yang tepat mengapa kita harus memuji dan menyembah DIA dalam Doa Raya ini.

Setiap kita punya figur yang kita kagumi, itu bisa jadi seorang pemimpin, seorang ayah, seorang artis, seorang atlet, atau siapapun itu. Izinkan saya membuat daftar 7 figur yang mungkin Anda kagumi:

  1. Penolong. Siapa yang tidak suka ditolong, dan seringkali kita kagum dengan seseorang yang pernah menolong kita. Mereka yang berdiri di samping kita. Yohanes 14:16, Lukas 12:11-12.
  2. Penghibur. Tidak ada orang yang tidak suka hiburan. Ketika sudah penat, ketika lelah, kita butuh seseorang atau sesuatu yang bisa menghibur dan memberi kekuatan yang tidak bisa dijelaskan. Memang sayangnya ada yang salah mengerti dan mencari penghibur yang malahan membawa pada masalah lain. Yohanes 14:26. Lukas 22:43.
  3. Sahabat sejati. Seseorang yang berani berkorban untuk Anda, siapa yang tidak kagum dengan sosok seperti ini. Yohanes 15:13-15.
  4. Sang Sulung, yang pertama. Saya kagum dengan kakak saya yang sulung, karena dia yang “membuka jalan” dan menjadi referensi saya dalam beberapa pengambilan keputusan. Roma 8:29. 1Korintus 15:20.
  5. Pasangan. Selama Anda bukan karena dipaksa, tunangan Anda adalah yang terbaik, dan biasanya Anda kagumi, setidaknya ada satu sisi dari dirinya yang membuat Anda ingin bertunangan dengan dia, bukan? Anda percaya dia sedang menyiapkan yang terbaik di tingkatan hubungan berikutnya, yaitu pernikahan. Wahyu 21:9-10. Yohanes 14:3.
  6. Ayah (atau untuk beberapa orang: Ibu). Kasih dan sayang mereka tidak ada duanya. Betul, memang mereka tidak sempurna, tetapi kebanyakan kita kagum akan kegigihan mereka dan kasih mereka terhadap kita. Lukas 11:11-13, Yesaya 49:15.
  7. Allah. Bagi setiap orang percaya, kita kagum pada figur Pencipta langit dan bumi dan seluruh semesta ini. Bagaimana DIA mencipta dari ketiadaan, mencipta hal-hal yang begitu detail dalam diri kita, dan juga di sekeliling kita. Roma 11:33-36.

The Perfect Seven. Bisakah Anda melihat itulah Allah Tritunggal, Bapa, Anak, Roh Kudus yaitu dalam Tuhan Yesus Kristus. Jadi apa yang kita lakukan di hadapanNYA malam ini. Engkau yang butuh pertolongan, penolongmu ada disini. Engkau yang lelah dan mengalami duka, penghiburmu ada disini. Engkau yang perlu sahabat, sahabatmu ada disini. Demikian IA adalah Saudara Sulung, Tunangan, Bapa, IA Allah diatas segala Allah, ada disini. Ajukanlah permohonanMU, “dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. (Filipi 4:6)

GodblesS

JEFF

MENJADI SEMPURNA

Selamat pagi jemaat Tuhan yang diberkati, senang sekali kita bisa berkumpul di hari pertama minggu ini, dan menikmati kebersamaan kita sebagai Tubuh Kristus di GPdI Mahanaim Tegal. Silakan puji rekan sebelah kiri-kanan Anda, karena dengan demikian Anda sedang memuji “anggota Tubuh Kristus”.

Sekarang kalau Anda perhatikan siapa yang ada di sekitar Anda, menurut Anda apakah sosok yang di dekat Anda itu sempurna? Banyak dari Anda akan menjawab tentu tidak, “tiada gading yang tak retak”, tidak ada manusia yang sempurna tanpa cacat, cela, dan kesalahan. Sebuah artikel di Kompas.com menuliskan bahwa ada penjelasan ilmiah mengapa “sisi kiri wajah manusia lebih bagus untuk selfie”. Tetapi “lebih bagus” bukan berarti “sempurna”, selalu akan ada celah untuk melihat “ketidaksempurnaan” seseorang.

Demikian juga kita harus mengerti ini dalam perjalanan kehidupan ini. Anda tidak bisa berharap bahwa segala sesuatunya berjalan sempurna. Selalu akan ada hal yang kita berharap tidak terjadi. Kematian, kecacatan, penyakit, kehilangan, penurunan, semua hal ini akan terjadi. Tetapi ini yang menjadi penghiburan bagi orang percaya, bahwa “Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan”. Kejadian 50:20. Kata “mereka-rekakan” dalam Bahasa aslinya berarti dipikirkan atau direncanakan.

Tuhan bekerja dalam hal-hal yang bagi manusia nampaknya acak, tetapi sebenarnya IA punya rencana. Abram dibawa Tuhan dalam perjalanan yang tidak pernah disangkanya. Allah memanggil ia keluar dari rumah ayahnya. Abram ini adalah keturunan Sem, dan di salah satu daftar silsilah di Kejadian 11, ada nama Eber dituliskan, yang membuat keturunannya juga dikenal sebagai orang Ibrani. Allah menjanjikan sesuatu yang besar bagi Abram, yang nantinya akan menjadi Abraham, itu tercatat di Kejadian 12:1-3.

Tetapi sekali lagi, dalam perjalanan menuju penggenapan janji Tuhan itu, ia harus menghadapi keadaan yang jauh dari sempurna. Dia semakin menua namun janji keturunan itu tidak kunjung digenapi. Ia sempat bimbang, sempat “didiamkan” oleh Tuhan, bahkan Tuhan datang untuk menegaskan kembali janjiNYA pada Abram. Saat itulah namanya “bukan lagi Abram, melainkan Abraham”. Kejadian 17:5.

Apakah setelah itu keadaan menjadi serba sempurna, tidak. Dia masih harus menghadapi kenyataan bahwa keponakannya akan binasa, karena itu ia bersyafaat untuk tempat tinggal keponakannya itu. Lalu ia kembali lagi mengulangi kesalahan yang pernah diperbuatnya, “berbohong tentang istrinya” kepada raja daerah tempat ia menetap. Kejadian 12:13, Kejadian 20:2.

Apa yang terjadi dalam hidup Abraham, bisa jadi adalah pengalaman pribadi kita:

  1. Ingatkah Anda ketika pertama kali Anda diselamatkan? Saya sering mendengar kesaksian yang menarik, mulai dari membaca Alkitab, mendengar kesaksian, pengalaman mujizat, mengamati orang ke Gereja, dan banyak kisah lain. Rasul Paulus mengingatkan jemaat mengenai ini 1Korintus 1:26-29.
  2. Berapa hal yang menjadi janji Tuhan, tetapi belum Anda alami sekarang? Kita berharap segala sesuatunya menjadi sempurna saat kita mengikut Yesus, tetapi seringkali bukan itu yang terjadi. Kadang Allah seperti meninggalkan kita. Tetapi itu dilakukannya untuk mengetahui isi hati kita. Apakah kita tetap setia. 2Tawarikh 32:31. Rasul Paulus sendiri mengalami hal ini ketika ia meminta “duri dalam daging” diambil dari dirinya, apa jawab Tuhan kepadanya: 2Korintus 12:9.
  3. Sadarkah bahwa Anda masih hidup dalam tubuh dan dunia yang tidak sempurna? Abraham melakukan kesalahan, ia bukan contoh ideal bagi kita. Tetapi lihat apa yang Tuhan perhitungkan: Kejadian 15:6. Ingatkah kita apa yang Tuhan cari ketika IA datang? Lukas 18:8. Tentu saja saya tidak bermaksud mengecilkan semua hal yang lain: pengharapan, kasih, ketekunan, disiplin rohani, keberanian, ketertiban.

 

Hidup kita ini begitu penuh warna, tidak ada yang bisa memastikan semua akan berjalan sesuai dengan kehendak kita. Karena keberadaan kita di dunia adalah karena kehendakNYA. Terkadang ada hal-hal yang Allah ubah, Allah geser, Allah acak, dan kita berteriak kepada Tuhan: MENGAPA YA TUHAN?

Kuncinya adalah bertekun, Rasul Paulus berkata: “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit…” Kolose 1:23.

Lalu Paulus melanjutkan untuk apa kita bertekun? Karena “kepada mereka, Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” Kolose 1:27.

Nantikanlah sentuhan akhir Allah yang menjadikan kita sempurna.

GodblesS

JEFF

Doa & Pelayanan.

Hari ini saya rindu membahas dua hal ini “doa & pelayanan”. Kalo bagi pemusik mungkin ini fusion, kalau penjahit ini namanya perpaduan, kalau montir ini hybrid.

 

Saya selalu percaya doa bukan sekedar permintaan / permohonan. Ketika Yesus berdoa di depan kubur Lazarus, apa yang dikatakannya didengar oleh orang disekitarnya “Yesus mengatakannya supaya mereka percaya.” Yohanes 11:41-42.

 

Lalu bagaimana kita bisa yakin bahwa doa kita itu melayani atau dalam hal ini berguna bagi orang lain? Kita bisa merujuk pada apa yang dikatakan oleh Paulus mengenai doa, dalam 2Korintus 1:11. Paulus sangat merasakan manfaat dari doa-doa jemaat. Sama seperti apa yang terjadi pada Petrus di Kisah Para Rasul 12:5. Ternyata ini adalah praktek yang dilakukan di gereja mula-mula. Jadi apa yang kita lakukan saat ini dengan doa syafaat, sesuai dengan apa yang dicatat Alkitab.

 

Terlebih lagi Paulus pernah menyampaikan tentang 1Korintus 14:15-17. Saat itu Paulus sedang menegur jemaat karena mereka mempraktekkan doa dengan bahasa lidah sebagai kesombongan rohani. Namun tujuan sebenarnya dari doa adalah membangun jemaat lain.

 

Jadi apa yang kita dapatkan dengan doa?

  1. Membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi seseorang yang didoakan.
  2. Membangun jemaat lain yang mendengarnya.

 

Bukankah kedua-duanya adalah pekerjaan baik yang merupakan tujuan kita diciptakan oleh Allah. Efesus 2:10.

 

Mungkin beberapa dari kita berkata, cukuplah hamba-hamba Tuhan, mereka yang mempunyai gelar kependetaan yang berdoa, doanya lebih manjur. Saya ingin katakan kepada Anda: “Profesimu bukanlah penghalang dari pilihan Tuhan atas engkau untuk melakukan pelayanan khusus.” Amos 7:14-15.

 

Seorang hamba Tuhan dari Amerika Serikat bernama Ricky Temple pernah berkata demikian: “Terkadang daftar tugas (job description) yang harus engkau kerjakan bukanlah definisi dari potensimu. Jangan terpatok pada bagaimana orang lain memanggil engkau, tetapi ketahuilah apa sebenarnya yang ada di-dalam-mu.

 

Kalau Anda punya waktu untuk membaca kisah tentang Nehemia Anda akan setuju dengan pernyataan tersebut diatas. Coba secara singkat baca Nehemia 1:3-4, 2:1-3, 10:1. Dari seorang juru minum raja yang memiliki hati untuk bangsanya dan kotanya yang luluh lantak. Dia menjadi kepala daerah yang memimpin reformasi.

 

Jadi sekarang siapakah Anda? Dengan sebutan apa orang memanggil Anda? Apakah Anda sudah maksimal dan optimal?

 

Anda bisa melayani bahkan ketika Anda hanya memiliki bibir yang tersisa. Ibrani 13:15.

 

GodblesS

JEFF

B-DRAMA

Bapak/Ibu/Saudara/i yang terkasih di dalam nama Tuhan. Sungguh hari-hari, atau minggu-minggu, atau bahkan bulan-bulan terakhir ini begitu banyak hal yang terjadi, baik di kehidupan pribadi, pekerjaan atau pelayanan, dan bahkan di kehidupan sosial-bermasyarakat-bernegara kita.

Begitulah hidup berjalan kadang ada hal-hal yang di luar kuasa kita. Ini seperti apa yang dituliskan oleh nabi Yeremia di Yeremia 10:23. Sehingga apa yang terjadi dalam hidup kita mungkin sekali terjadi di luar ekspektasi kita. Apakah ada disini yang ekspektasinya menikahi Miss Universe tetapi pada akhirnya menikah dengan Miss Kopo? Itu Bahasa belandanya “Mislukt” artinya tidak sesuai dengan yang kita mau.

Begitu banyak drama terjadi di hidup kita bukan? Baik secara pribadi kita rasakan, atau sesuatu yang kita saksikan terjadi di depan mata kita. Inilah yang mendorong saya mengambil tema “B-DRAMA”. Ini bukan K-Drama, atau telenovela, juga bukan Bollywood Drama. B-Drama yang saya maksud adalah Biblical Drama.

Tahukah Anda bahwa Alkitab kita itu seperti TV Portabel. Semua drama ada dan tercatat di Alkitab. Bayangkan dimulai dengan kisah ajaib seperti “magic” bukan, dari tidak ada menjadi ada. Kejadian 1. Kemudian ada drama romantis pertama yang dikenal manusia, drama Adam & Hawa. Kejadian 2:18-24.

Kalau saya boleh “breakdown” sedikit tentang Kejadian 2:18-24, Anda bisa belajar tentang konsep mencari pasangan, baik Anda pria atau wanita.

  1. Pasangan itu bukan tujuan pertama hidup kita. Mengerti mengenai ini akan menghindarkan Anda menghabiskan hidup menyesali yang sudah lewat, bahkan melukai diri sendiri karena seseorang yang Anda anggap “belahan jiwa” Anda. Tujuan pertama Anda adalah menikmati yang Tuhan sudah beri, ayat 16 sambil menjaga diri tidak melanggar ketetapan-ketetapanNYA, ayat 17.
  2. Akan ada waktunya ketika Tuhan mengingatkan Anda, “tidak baik kalau manusia seorang diri saja…,” ayat 18. Inisiatifnya dari Tuhan, bukan dari Anda, atau dari lingkungan Anda.
  3. Allah pertama bergerak, kemudian baru Anda bergerak, ayat 19. Jadi ada usaha Anda, tetapi kemudian preferensi itu ada di dalam diri Adam, ayat 20. Tidak ada istilah bukan jodoh, semua adalah preferensi untuk berkomitmen. Ingat tentang segitiga: “PassionCompassionCommitment.”
  4. Ada waktu dimana Tuhan bawa pasangan Anda di hadapan Anda dan Anda berkata “Ini dia…,” ayat 21-23. Saya percaya itu kembali lagi ke preferensi, dan tentu saja konsekuensi ada di tangan Anda. Jangan ulangi kesalahan Adam yang melempar kesalahan di Kejadian 3:12.
  5. Menjadi pasangan berarti menjadi independen, tetapi bukan berarti arogan. Kejadian 2:24. Anda akan meninggalkan orang tua Anda, orang tua Anda juga harus berani memberi kepercayaan pada anak Anda yang sekarang sudah dewasa.

Baiklah cukup tentang drama Adam dan Hawa, ada drama apalagi di Alkitab? Saya sampaikan ini supaya Anda punya opini berbeda tentang Alkitab. Apalagi kita di bulan-bulan terakhir juga sedang “bertumbuh lewat pengetahuan (Firman)”.

Berikut kisah-kisah drama dalam Alkitab:

  • Pembangunan proyek monumental. Kejadian 11:1-9.
  • Pengejaran (86) dari seorang pemimpin yang labil. Keluaran 14:1-31.
  • Perselingkuhan dan “pmp” (pren makan pren, maksudnya pengkhianatan). 2Samuel 11:1-27.

(Sebelum poin berikut penting untuk melihat dan belajar dari sikap Daud meresponi kesalahannya di 2Samuel 12:13-25.

  • Pengorbanan yang tidak masuk akal. Matius 26, Yohanes 12 (minyak yang mahal), 1Petrus 1:19.

Seluruh ketidak mampuan manusia untuk menebak itu, yang membuat kita membutuhkan Tuhan lebih dari DIA membutuhkan kita. Saya akan menutup B-Drama ini dengan kisah Yusuf di Kejadian 37, 39-41 dan bagaimana ia menutup seluruh kitab Kejadian dengan ayat yang begitu menggetarkan saya sampai sekarang. Kejadian 50:20. Saya rasa ini pesan Allah untuk Anda di masa-masa seperti sekarang.

Ada satu bagian lirik pujian yang begitu memberkati saya tentang pujian kepada Allah di tengah ketidakmampuan kita untuk menebak perubahan di sekitar kita:

Reff
Mari Puji Tuhan Hai Jiwaku
Sembah Dia yang Kudus
Dengan Segnap Hati, Jiwaku
Sembah Dia Yang Kudus
Verse 1
Hari Baru TerangMu Bersinar
Saat Naikan Pujian
Yang Kan Berlalu Dan Yang
Harus Kuhadapi
Biarlah tetap kupuji NamaMu
Verse 2
Penuh Kasih dan Kau Panjang Sabar
Kau Mulia, Namamu Besar
Semua Kebaikanmu Kan Kunyanyikan
Ribuan Alasan Tuk MemujiMu
Verse 3
Saat Lemah Hilang Kekuatanku
Tiba Saat Akhir Hidupku
Tetap Jiwaku Memuji NamaMu
Ribuan Tahun Bahkan Selamannya

INTIMACY WITH GOD.

What a wonderful day in the House of God. I am glad to have a chance to be here in English Service at GPdI Neo Soho. As we all know, God wants to connect with you in a new way through Jesus Christ. That’s why we have to connect to Him, and build an intimacy with Him.

 

Intimacy with God is begin by connecting to Him. John 15:4-5.

Connecting with God – how can we connect with Him? And why sometimes we don’t feel close with God?

 

The reason we want to connect with God is because we are disconnected with God. The Fall of Man: we were connected, full of glory of God, but in Genesis 3, all changed. The reason of that fall was when we put our mind in the wrong choice (we have plenty of choices, but why we choose the few – tree of knowledge of good and evil, and forget other trees).

 

Again about human thinking, if we think about sin all the time we are feeding sin to our mind. God says that the ultimate gap between him and us is our sin. Isaiah 59:2. And that sin comes when you start questioning God in your mind and from that it will go further to disobedience. Genesis 3:1-6.

 

Let us read one more time our theme verse in John 15. Like a tree, in order to keep alive and be fruitful, a branch has to be connected with the trunk. This will explain my next sentence. Because we are disconnected we feel dry, empty, and try to fill that with 3L (luxury, lust, love) or 3G (gold, glory, guys/girls) that the world offers. It’s all useless. Let me bring you to Bible Story, where the longest conversation between Jesus and other person was recorded. It’s a story of Samaritan woman. John 4.

 

This Samaritan woman who met with Jesus near Jacob’s well, she was disconnected from society. Jesus warned her in John 4:13-14 You will thirsty again if you drink from this earth. Jesus continued, but if you ask living water (verse 10) you won’t be thirsty again. Living water here have two meanings, “springing water” and “eternal life, salvation.”

 

We need Salvation to reconnect, to be alive. We thought salvation prayer only for a non-believer, but we also have to recite it, understand it.

 

What are parts of salvation prayer?

  • Proclaim Jesus as God. Verse 29. Say it loud! Romans 10:10.
  • Admit our faults and wrong ways. Verse 39. We know we are imperfect, perfected in Christ, this is a sign of total surrender, don’t cover it with your self-righteousness. 1John 1:9.
  • Present (give up your life for God’s cause – Romans 12:1) & Repent (the word metanoia means we renew our mind deliberately, we are not helpless person occupied by external, but internally empowered by the Spirit – Romans 12:2). In Hebrews 4:12 the author of Hebrews said the Word of God could separate (discern) the will and heart of man – As we know the Word is the sword of Spirit (Ephesians 6:17). Later on 1Corinthians 12:10 one of the gifts of the Spirit is to discern different spirits.
  • Believe (leave your burden, do not carry that again). Matthew 11:28.

 

When you pray that prayer, that is when you are really connecting with God, you build your intimacy with God. It’s not how frequent you put yourself around Jesus (don’t follow the Pharisees, who’s around but didn’t have the intimacy). But how well you want to know Him, when you hear His voice, the good news.

GodblesS

JEFF

WHAT YOU THINK?

Selamat sore dan selamat datang di HOF. Sepanjang bulan ini kita akan bicara tentang MENJADI KUDUS atau Bahasa Inggrisnya “BE HOLY”. Secara khusus malam hari ini kita akan berusaha MENGERTI tentang apa sebenarnya arti kudus, dan juga cara bagaimana memiliki pikiran yang kudus.

Sebelumnya mari kita mainkan “receh” jokes dulu. Peringatan Pemerintah. Receh jokes, mengakibatkan kekeringan dan bila berlanjut akan menjadi kegaringan pada pria dan wanita jomblo.

Okay yang sudah muntah-muntah tolong jangan lupa dibersihkan sesudah Ibadah ini selesai, supaya tempat Ibadah ini tetap KUDUS. Tapi ngomong-ngomong, apa sih “kudus” itu? Kita sering denger tentang orang kudus, kota kudus, dan tanah kudus atau tanah suci. Memang dalam Bahasa Indonesia kata “kudus” adalah sinonim dari kata “suci”.

Suci bisa diartikan bersih secara keagamaan, atau bebas dari dosa. Sehingga kalau memakai definisi ini, maka sebenarnya harus ada ritual yang mampu membersihkan kita dari dosa supaya menjadi kudus. Bagi orang Yahudi (sama seperti juga beberapa agama lain yang mungkin temen-temen kenal) mereka menyucikan sesuatu dengan air. Keluaran 29:4.

Kita yang hidup di Perjanjian Baru memang melakukan suatu tindakan dalam kekristenan yang berhubungan dengan air, namanya Baptisan. Tetapi ini tidak ada hubungan dengan penyucian, malahan menurut Rasul Petrus ini adalah suatu permohonan (dan juga pernyataan) bahwa kita hidup dengan “hati nurani yang baik”, menjauhkan diri dari yang jahat. 1Petrus 3:21.

Ternyata banyak yang jahat keluar dari pikiran manusia, buktinya:

  • Hawa ingin menjadi seperti Allah, dengan menentang perintahNYA.
  • Abram ingin menyelamatkan diri dengan mengorbankan istrinya.
  • Daud ingin memiliki istri orang lain dengan berbohong & merancangkan celaka bagi suaminya.
  • Ananias & Safira ingin meraih keuntungan dengan menipu.

Pikiran kita ada di dalam organ yang namanya “otak”. Kalau tidak salah saya pernah beri fakta-fakta ini ke kakak-kakak kalian di Crossover:

  • Otak kita terus berkembang sampai kita di usia 40-an akhir.
  • Ada “sambungan” atau koneksi baru terbentuk di otak kita setiap kali kita mengingat sesuatu.
  • Dalam kondisi sadar otak meproduksi tenaga elektrik yang mampu menyalakan sebuah lampu kecil.
  • 60% dari bagian otak manusia adalah lemak.
  • Otak kita memiliki kepadatan seperti tofu.
  • Tidak ada pembedaan otak kiri dan otak kanan, mereka bekerja bersama. Selama ini ada mitos mengenai bagaimana otak kita bekerja.

Karena otak adalah anggota tubuh kita, sehingga seharusnya kita bisa menjaga supaya anggota tubuh kita ini tidak dipakai iblis untuk melakukan kejahatan, sebaliknya kita menjaganya dari dosa dan menyerahkannya kepada Allah. Roma 6:13. Bagi saya inilah definisi menguduskan pikiran kita. MENJAGA DAN MENYERAHKAN pikiran kita kepada Allah SETIAP HARI.

GodblesS

JEFF

GADGET EFFECT

Selamat malam rekan-rekan professional (atau boleh saya panggil “banker”?) di bank-bank Kota Malang. Sungguh adalah kehormatan untuk saya bisa berbicara di hadapan Anda. Malam hari ini saya tidak membawa diri saya saja, tetapi Firman Allah. Tema yang diangkat oleh panitia adalah: Gadget Effect.

Menariknya saya mendapat email yang pada awalnya memberikan tema “Gadget Effect for Youth” tetapi dengan audience 25 – 35 tahun. Saya bisa mengerti untuk yang masih di bawah 35 tahun, tetapi untuk yang di atas 35 tahun? Karena biasanya ada yang terjadi di tengah malam saat usia seseorang berubah dari 35 ke 35+. Pada akhirnya saya menyadari, mungkin ini juga untuk orang-tua yang berhadapan dengan anak-anaknya. Jadi silakan saja di akhir presentasi saya untuk bertanya untuk topik ini.

Mari kita mulai bahasan ini dengan membuka Pengkhotbah 1:9-10. Kita melihat bahwa penulis Pengkhotbah memberitahukan bahwa sebenarnya tidak ada yang baru di muka bumi ini. Apa yang ada, apa yang pernah dibuat, akan ada lagi, tentu saja dengan versi yang lebih baik. Lihat saja teknologi kamera, telepon, dan lain-lain semua adalah teknologi yang melekat dengan diri kita.

Sehingga itulah mengapa kita mengerti bahwa “gadget” atau gawai adalah alat bantu, dan harusnya terus demikian. Alat bantu tidak pernah menggantikan yang Utama. Ilustrasinya kalau Anda menggaji asisten rumah tangga (pembantu) untuk membantu istri Anda, bukan berarti ia ada untuk menggantikan istri Anda, bukan? Matius 6:21 menyatakan dimana ada yang berharga buat Anda, disitu hati Anda. Karena itu gadget tidak bisa jadi yang Utama di hidup kita.

Lalu apakah efek gawai (gadget effect) itu bertentangan (kontradiksi) dengan Alkitab? Saya percaya Firman Tuhan itu dinamis, dan relevan di setiap zaman. Hanya saja jelas efek gawai memberi ancaman bagi hidup Kristen kita, jika tidak digunakan dengan baik.

  1. Terlalu banyak informasi. Apa yang harus kita lakukan adalah menyaring informasi yang masuk, dan memastikan bahwa kita adalah pembawa Kabar Baik, apapun posisi kita. Yesaya 52:7.
  2. Rentang perhatian yang pendek. Seharusnya kita melatih diri untuk menantikan Tuhan, yang terbaik akan datang dari hal itu. Yesaya 40:31.
  3. E-Addiction. Iblis berusaha untuk membuat kita terikat dengan apa yang kita kerjakan dan pada akhirnya melihat kebenaran sebagai dusta. Keluaran 5:9.
  4. E-Identity / e-Personality. Jangan bertindak karena rasa takut, kita bukan dikuasai ketakutan tetapi Roh Allah, yang menjadikan kita Anak Allah. Roma 8:15.

 

Q&A “The Calling” – YTC GPdI Yogyakarta

(Many thanks for Michelle & Aldora for this post)

Saat saya melayani di Youth & Teens Camp GPdI se-Yogyakarta, ada satu sesi yang mengundang banyak pertanyaan tidak terjawab karena keterbatasan waktu. Jadi saya janjikan ke panitia untuk menjawab beberapa pertanyaan tertulis yang tidak terjawab di sesi itu. Semoga yang bertanya puas dengan jawaban-jawaban di bawah ini.

 

  • Bagaimana solusi / cara untuk mengajak teman dekat yang belum mengenal Tuhan untuk bersekutu dengan kita?

Saya akan memanfaatkan kegiatan-kegiatan gereja / acara remaja yang paling penting adalah TIDAK memaksa Kekristenan pada mereka. Hormati pandangan dan perhatikan tingkat kenyamanan mereka (biarkan mereka pergi jika mereka memberi tahu Anda bahwa mereka tidak merasa nyaman).

Jika teman Anda menyukai musik, tawarkan mereka untuk mendengarkan lagu-lagu Kristen (lagu-lagu keren) dan biarkan mereka bertanya tentang hal itu. Jika teman Anda menyukai “meme” (pesan gambar-tulisan) dan kutipan, tandai (tag) mereka dengan sesuatu yang lucu tapi tetap positif.

Berikan dorongan dan pemikiran positif ketika berinteraksi dengan mereka (jika pada dasarnya memang mereka tidak percaya kekristenan). Intinya, bukan karena kekuatan dan apa yang kita lakukan, untuk menjadikan mereka percaya pada Yesus.

Tapi, jadilah pro-aktif dalam mencari kesempatan berinteraksi dengan mereka, dan berdoalah agar hati mereka terbuka. Biarkan Tuhan sendiri yang bekerja selanjutnya untuk menyentuh hati mereka.

 

  • Apa yang dimaksud panggilan Tuhan ?

Saya pribadi merasa bahwa orang-orang telah membuat istilah “panggilan” menjadi agak rumit. Sebuah “panggilan” tidak selalu menjadikan Anda seorang pendeta / pengkhotbah / bekerja di gereja.

Anda dapat dipanggil untuk menjadi ibu bagi anak-anak Anda dan itu bisa menjadi pelayananmu bagi Tuhan.

Anda dapat dipanggil untuk menjadi seorang guru yang akan memelihara para pembuat sejarah, Anda dapat dipanggil untuk menjadi penulis luar biasa yang menulis tentang Yesus atau tentang hal positif / motivasi.

Tidak perlu mengejar posisi pemimpin, banyak hal sederhana yang bisa dikerjakan bagi kemuliaan Tuhan – anda boleh bekerja di balik layar. Contohnya ketika anda sedang bermusik, gunakan itu untuk melayani.

Jika Anda mudah bergaul dan punya banyak teman, ajak mereka ke gereja; jika Anda mencintai anak-anak, jadilah seseorang yang mereka butuhkan .. dan banyak hal sederhana lain yang bisa menjadi panggilan dalam pelayananmu.

Roma 12:6-8 (Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. 12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar 12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan , hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

 

  • Bagaimana mengetahui bahwa itu panggilan dari Tuhan ?

Berjalan dengan Tuhan akan membawamu kepada banyak hal yang membuatmu mengerti suaraNYA. Panggilan mengharuskanmu keluar dari zona nyaman, Itu akan sangat menantang dan bahkan bisa menjadikan Anda frustasi.

Anda harus memiliki hubungan dengan Tuhan dan sadar bahwa Anda butuh pimpinan Roh Kudus.

Tekanan akan datang ketika Anda mengandalkan pemahaman Anda sendiri.

Dalam perjalanannya, saat anda terpanggil untuk melakukan sesuatu, itu akan membawamu merasakan kebahagiaan dan kepuasan. Anda akan sadari kemampuan Anda utuk melakukannya, dan itu terasa menyenangkan.

 

  • Bagaimana cara kita menyadari bahwa apa yang kita pikirkan / inginkan merupakan panggilan yang tepat seperti yang Tuhan mau atau tidak? 

Setiap kali ada sebuah konsep tertanam dalam pikiranmu, saya percaya bahwa itu adalah benih. Terserah cara Anda untuk menyiraminya, memeliharanya, dan melihatnya tumbuh. Kalau ternyata itu bukan sesuatu yang membawa kemuliaan bagi nama-Nya, maka saya pikir itu bukanlah sesuatu yang seharusnya Anda lakukan. Jangan buang-buang energi.

Kenalilah maksud Tuhan. Jika Dia memilihmu, ia melengkapimu dengan potensi untuk jadi berhasil. – Steven Furtick 

 

  • Salah satu cara Tuhan memberi tahu panggilan? 

Setiap orang mengharapkan ini menjadi sesuatu seperti Tuhan turun dari awan dan berbicara dengan suara bass untuk memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan. Tetapi kenyataannya sebagian besar yang terjadi bukan hal yang demikian.

Jadi bagaimana?

Ada orang yang mendapat panggilan melalui mimpi / suatu penglihatan yang kemudian menjadi peneguhan mereka bahwa itu adalah sebuah panggilan.

Lebih mudahnya, Tetaplah jalin hubungan yang dekat dengan Tuhan (berdoa, bacalah Alkitab, renungkan) melalui hubungan tersebut, ada banyak hal yang Tuhan akan nyatakan. Dia bisa memanggilmu dengan cara yang lembut.

Bergaul juga dengan teman-teman yang memiliki kerohanian yang baik (teman-teman dari gereja, mentor, ketua pemuda) karena terkadang Tuhan dapat berbicara kepada Anda melalui mereka.

 

  • Bagaimana cara kita mengetahui apa panggilan kita ? sementara kita sibuk dengan kegiatan kita.Baca poin 2, 3, 4.

 

  • Yang dimaksud dengan ” panggilan yang menjadi berkat? 

Jangan terlalu jauh memikirkan kalimat ini. Itu hanya akan membuatmu terbatas untuk melakukan banyak hal.

Pikirkan hal sederhana, ketika Anda memberkati orang dengan sebuah senyum.

 

  • Bagaimana kita mengetahui kita dipanggil untuk menjadi apa ?Baca poin 2, 3, 4.

 

  • Bagaimana kita mendengar panggilan dari Tuhan ?Baca poin 2, 3, 4.

 

  • Cara mengetahui panggilan kita ?Baca poin 2, 3, 4.

 

  • Bagaimana cara menyikapi orang yang sedang mengalami krisis iman dalam melakukan proses panggilan ?

Berdoalah bagi mereka, beri waktu untuk mereka untuk berbincang atau untuk menghabiskan waktu dengan mereka) buat mereka bahagia.Berbincang mengenai kehidupan sehari-hari, apa yang mereka lakukan selama ini dan mengapa mereka melakukannya?Ingatkan mereka bahwa segala hal yang terjadi ini tentang Yesus dan mereka harus kembali kepada sumbernya.

 

  • Bagaimana cara kita untuk mengetahui panggilan kita yang sesungguhnya ?Baca Poin 4, 5.

 

  • Bagaimana cara untuk memperjelas panggilan kami ?Baca Poin 4, 5.

 

  • Jika kami sudah mendapat panggilan kami, apa yang harus kami lakukan ?Baca poin 4.

Sekarang Anda tahu apa yang harus Anda lakukan, inilah saatnya perjalanan Anda dimulai. Berbicaralah kepada pemimpin Anda, mintalah seorang mentor. Lengkapi diri Anda dengan apa pun yang akan membantu Anda dalam panggilan Anda. Buka pikiran dan hati Anda dan jadilah orang yang mau diajar.

 

  • Gimana kita bisa tau kalau pelayanan kita panggilan dari Tuhan? Baca poin 4.

 

  • Kita dipanggil dengan panggilan berbeda-beda, apa tujuan dari hal tersebut?

Panggilan adalah sebuah undangan pribadi dari Tuhan untuk melaksanakan tugas unik yang Dia sediakan untuk Anda. Karena Allah adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya,

Allah bekerja melalui kita untuk kerajaan-Nya.

Markus 10:45 Karena Anak Manusia pun tidak datang untuk dilayani melainkan untuk melayani.

KUASANYA TIDAK BERUBAH

Pancasila Rumah Kita Bersama. Kita yakin dan rindu kuasaNya yang tak berubah memulihkan Indonesia yang sedang terkotak-kotak oleh perbedaan. Padahal Indonesia punya satu pemersatu yang Tuhan beri sejak dulu: Pancasila. Inilah pengikat kita, tetapi penggeraknya adalah kekuatan Roh KudusNya.”

 

Selamat malam dan selamat berjumpa di KKR “KuasaNYA Tidak Berubah” dan Konser Doa Bagi Negeri “Pancasila Rumah Kita Bersama”. Selalu menjadi kehormatan bagi saya seorang  yang bukan siapa-siapa bisa melayani Anda sekalian.

Satu hal yang kita percaya, bahwa kuasa (power) itu datang dari Tuhan. DIA lah sumber, yang pertama, yang menggerakkan segala sesuatunya seperti apa yang kita lihat sekarang. Karena itulah di Surga akan naik pujian pengagungan bagi DIA yang punya Kuasa itu. Wahyu 4:11.

Kuasa itu tidak berubah dulu – sekarang – sampai selamanya, meskipun ada yang berkata sebaliknya. Tetapi kita sungguh yakin dan percaya apa yang dituliskan tentang DIA, Tuhan Yesus di Ibrani 13:8.

Menarik sekali bahwa kuasa yang dimiliki DIA bekerja bersama kebijaksanaanNYA dan akal budiNYA untuk menciptakan Alam Semesta ini. Yeremia 10:12. Saya sungguh percaya komponen-komponen yang sama digunakan untuk membangun bangsa Indonesia dari mulanya.

Saya tidak sedang membuat klaim bahwa para pendiri bangsa ini mengenal Yesus. Tetapi ketika Allah menciptakan manusia, Allah menciptakan serupa dan segambar dengan diriNYA. Kejadian 1. Sehingga kualitas-kualitas Illahi itu ada dalam manusia. Sayangnya manusia memilih jalan di luar rencana Tuhan, dan jatuh dalam dosa.

Namun tidak serta merta dosa itu membuat manusia kehilangan kualitas-kualitas Illahi itu. Meskipun ada penurunan yang luar biasa dari kualitas hidup manusia (bayangkan dulunya manusia hidup selama-lamanya), namun daya kreasi manusia yang diletakkan Tuhan masih ada dalam dirinya. Lihat saja bagaimana manusia bisa membuat karya literatur yang luar biasa, karya seni rupa yang unik, bangunan-bangunan yang mencengangkan, musik yang indah, dan tentu saja sistem kebangsaan.

Saya percaya bahwa Bangsa Indonesia dibangun dengan kuasa, kebijaksanaan dan akal budi, seperti yang tadi saya kutip dari kitab Yeremia. Coba kita lihat 5 fondasi dasar bangunan bangsa ini, yang kita sebut: Pancasila. Bahwa Tuhan itu Esa, menjalankan kehidupan yang memanusiakan sesama, diikat oleh semangat persatuan, diinspirasi oleh hikmat dalam permusyawaratan-perwakilan yang berkeadilan sosial.

Kelimanya tidak bertentangan dengan Alkitab bukan? Ini adalah sesuatu yang luar biasa. Malah, sebenarnya sebagai orang percaya harusnya menghidupi nilai-nilai yang lebih tinggi dari itu. Hidup yang keluar dari kuasa Roh, menghasilkkan buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Galatia 5:22-23.

Potensi Indonesia yang luar biasa ini harus kita pelihara. Bayangkan betapa berharganya 255 juta jiwa penduduk bangsa ini, belum lagi ke-17.000 pulau yang tersebar di garis katulistiwa. Tetapi semua yang berharga itu tidak ada gunanya jika terjadi disintegrasi. Yesus pernah mengatakannya di Matius 12:25.

Sesuatu yang berharga, kehilangan harganya saat tidak ada kesatuan. Coba saja kita pikirkan, sebuah mobil yang berharga sangat mahal ketika dirakit Bersama. Tetapi ketika itu dilepas semua bagian sampai yang terkecil, harganya yang mahal itu menurun drastis!

Mari kita menyatukan hati bagi bangsa ini. Mungkin kita berkata, apa yang bisa saya lakukan sebagai bagian kecil dari bangsa ini? Pertama, berdoa, itulah mengapa kita berkumpul malam hari ini. Kedua, berpikir dan bertindak sebagai satu kesatuan, jangan menjadi ekstrimis, dengan menentang pemerintah. Pemerintah juga datang dari Tuhan. Roma 13:1. Dengan menjadi orang yang ekstrim kita hanya mengundang perpecahan. Ketiga, hidup dalam kuasa Roh, karena kuasa itu menghasilkan buah Roh yang “tidak bisa ditentang oleh hukum manapun”. Galatia 5:23.

GodblesS

JEFF