Anugerah Setiap Hari

It has been awhile to see this book in hand. If you want to have a copy please visit:

https://www.tokopedia.com/mahanaim-e-shop/buku-anugerah-setiap-hari-by-sdr-jeff-minandar?n=1

And do yourself a favor put an ORDER.

Advertisements

KERAJAAN YANG TAK TERGONCANGKAN

Selamat Natal! Saat Natal tiba, apa yang Anda pikirkan? Palungan, lagu natal, kue natal, atau liburan, Ibadah, atau hadiah? Saya rasa Anda paling suka hadiah. bagaimana kalau begini, Anda katakan saja Amin kalau Anda setuju pada setiap poin di daftar saya:
• iPhone Xs atau Galaxy Note 9.
• CBR 250 RR atau Kawasaki Ninja 250 SL.
• PS4.
• Baju baru.
• Sepatu baru.
• Pacar baru.
Yang terakhir keliatannya paling susah ya, apalagi buat yang sudah terlalu lama sendiri. Tidak amin.

Tapi buat saya daftar keinginan kita atau wishlist itu berhenti saat kita makin dewasa. Atau setidaknya daftar itu berubah menjadi hal-hal yang lebih signifikan buat hidup kita. Tidak sekedar yang penting ada bungkusnya.

Menariknya semakin kita dewasa fokus kita juga bergeser dari diri kita sendiri, kepada orang lain. Jika di masa kanak-kanak semua tentang aku (mamaku, mainanku, dll), maka semakin bertambah umur kita mulai berpikir mengenai orang lain. Kita mulai berpikir mengenai berbagi dan memberi. Karena itu saya percaya bahwa apa yang Yesus katakan di Matius 22:37-40. Hukum ini adalah bukti kedewasaan kita dalam kekristenan.

Demikian juga dalam kita melihat kisah Natal. Dalam kedewasaan Kristen kita, Natal tidak sekedar palungan, orang majus dan para gembala. Kita ingin mencari tahu lebih dalam lagi tentang tujuan Natal. Mari kita lihat ayat tema kita di Yesaya 9:6. Dikatakan bahwa sang Mesias, yang dinubuatkan di Perjanjian Lama, dan digenapi di Perjanjian Baru dalam kehadiran Yesus, bukan saja memiliki gelar Raja Damai (lihat Yesaya 9:5).

Namun juga memiliki kerajaan yang kokoh dan tak berkesudahan.
Kerajaan yang kokoh dan tidak tergoncangkan ini akan diisi oleh orang-orang yang juga kokoh dan tidak mudah tergoncangkan. Jika Anda tertarik untuk menjadi bagian dari Kerajaan ini maka Anda harus dewasa, kokoh dan tak tergoncangkan.

Siapa yang tidak ingin dewasa? Menarik sekali kalau mempelajari dinamika sosial, anak-anak biasanya ingin cepat dewasa, sementara yang dewasa,ketika melihat sulitnya hidup ingin kembali ke masa anak-anak. Tetapi didalam Firman Tuhan dengan jelas dikatakan: 1 Korintus 13:11 “Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.”

Mengapa menjadi dewasa itu penting? Efesus 4:13-14 “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,(14) sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan…”

Karena anak-anak mudah diombang-ambingkan! Puji Tuhan kalau hari ini kita anak-anak muda masih menyadari bahwa kita butuh pegangan yang teguh didalam Kristus. Banyak sekali anak muda yang merasa dirinya kuat, merasa dirinya tidak tergoncangkan namun ternyata mereka mudah sekali ambruk. Apalagi kalau sudah ditawari 3G (Gold-Glory-Guys/Girls). Iman kuat, imron yang mana tahan. Orang-orang yang demikian tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah yang tak tergoncangkan. Itu jelas ditulis Paulus di 1Korintus 6:9-10.

Kerajaan Allah itu adalah Kerajaan yang tak tergoncangkan juga sebenarnya sudah ditulis penulis Mazmur di Mazmur 145:13. Hal itu akan menjadi kenyataan di Akhir Zaman ketika apa yang juga ditulis Petrus (1Petrus 2:9), menjadi realita. Wahyu 5:10. Semua ini dilakukan oleh DIA yang diurapi, Sang Mesias, Yesus Kristus Tuhan.

Sehingga Natal itu bukan sekedar perayaan apa yang terjadi di masa lalu, tetapi juga suatu pernyataan iman dan pengharapan akan masa depan kita yang gilang gemilang. Asalkan kita mau bertumbuh, tidak berhenti jadi anak-anak rohani, melainkan jadi dewasa rohani, dan berlayak menjadi bagian Kerajaan yang tak tergoncangkan itu.

PENGHARAPAN TELAH DATANG

Anda pernah mendengar program televisi “Akhirnya Datang Juga”? Coba lihat video ini.

Seorang tamu diberikan kostum dari tim yang ada di belakang panggung untuk kemudian masuk ke dalam suatu set lokasi dimana sudah menunggu aktor/aktris yang kemudian berkata: “Akhirnya datang juga!”

Menariknya si tamu tidak diberitahu sebelumnya bahwa ada skenario yang tidak terduga yang harus direspon oleh tamu tersebut dengan cepat. Sehingga kadang-kadang ekspektasi tamu bisa buyar karena ternyata set lokasi dan aktor/aktris yang sudah disiapkan berbeda jauh dengan ekspektasi tamu.

“Ekspektasi” inilah yang disebut sebagai pengharapan. Tentu saja suatu pengharapan adalah sesuatu yang kita harapkan terjadi. Tetapi lihatlah betapa dekatnya pengharapan dengan kekecewaan. Kekecewaan adalah jarak antara pengharapan (ekspektasi) dengan realita.

Tetapi ketika pengharapan itu datang dalam bentuk yang tak pernah gagal, yang FirmanNYA “Ya” dan “Amen” tentu saja akan mendatangkan sukacita. Itulah kenapa Natal sering disandingkan dengan kata “sukacita” karena memang pengharapan dunia akan keselamatan lahir di tengah-tengah (realita) dunia. Roma 15:13.

Ekspektasi/pengharapan adalah sesuatu yang abstrak, yang tidak bisa dilihat. Roma 8:24. Tetapi setelah mengenal DIA, pengharapan itu kemudian terfokus pada DIA dan apa yang dijanjikanNYA. Kita belum melihatnya, itulah kenapa kita bertekun sampai itu menjadi nyata di hidup kita.

Coba baca hubungan antara iman dan harapan di Ibrani 11:1. Saya rasa ini harus menjadi dasar kita, bahwa keselamatan, yang sekarang kita dapatkan karena kedatangan Yesus, kedatangan yang membawa pengharapan, bukanlah karena level sosial kita atau hal lainnya. Tetapi karena percaya! Mengapa? Karena engkau diselamatkan karena iman. Efesus 2:8.

Cara percaya yang salah akan menghasilkan tindakan yang salah. “Ilustrasi seorang yang berhutang”. Itulah kenapa Yesus menegur murid-murid dalam Matius 4:40, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Saat itu mereka membangunkan Yesus di perahu. Bahkan Paulus juga menegaskan pertobatan adalah perubahan “sistem pengetahuan” yang memimpin pada percaya. Roma 12:2. Contohnya ketika kita percaya dimana-mana ada setan maka itu memengaruhi tindakan kita.

Demikian juga ketika kita melihat apa yang terjadi ketika Yesus hadir di dunia lebih dari 2000 tahun yang lalu. Semua dimulai dari percaya. Kita melihat keberadaan Yesus di antara manusia dimulai dan diakhiri dengan tanda-tanda ajaib. DIA datang dengan kisah seorang wanita muda yang mengandung dari Roh Kudus (itu ajaib kan, karena normalnya dari benih laki-laki). Matius 1:18. DIA adalah jawaban dari pengharapan Israel. Demikan juga DIA pergi terangkat di awan-awan (jauh sebelum ada pesawat terbang & helicopter). Kisah 1:9. Dengan cara yang sama kita punya pengharapan akan pengangkatan.

Yesus berkata dalam Matius 6:33, “carilah dahulu kerajaan dan kebenaranNYA…” Anda tidak membeli beras untuk mendapat gelas cantik kan? Membeli handphone untuk sebuah payung? Ketika Anda mendengar Natal, pengharapan itu ada, dan fokus utamanya adalah YESUS.

BE STRONG

Ini adalah tema Natal GPdI Kebon Agung untuk Natal 2018 dan juga saya harap menjadi pesan peneguhan untuk Gereja ini. Kalau Anda membaca ayat referensi untuk tema kita di 2Timotius 2:1, dalam terjemahan Bahasa Inggris dituliskan “be strong”, kalau Anda suka belajar Bahasa, dalam Bahasa aslinya dipakai kata “endunamoo” yang dalam Bahasa Inggris bisa diterjemahkan: to strengthen. Pengertian ini mewakili karakter dari seseorang yang kuat. Menariknya ini juga adalah resep untuk kesuksesan.

“When somene becomes stronger, he/she has more chance of success.”

Coba saja lihat, beberapa contohnya, di sepakbola, kalau ada tim yang memiliki pertahanan yang kuat (sebut saja catenaccio) maka mereka menjadi tim yang lebih kuat. Atau jika suatu tim sepakbola memiliki penyerangan yang lebih kuat/mendominasi (sebut saja tiki-taka) maka mereka menjadi lebih kuat, dan membawa pada kesuksesan. Hal yang sama dalam perusahaan, modal yang kuat, manajemen yang kuat, membuat suatu perusahaan lebih kuat dan lebih sukses. Contoh terakhir dalam hidup, orang yang punya karakter/kepribadian kuat, yang punya iman/percaya lebih kuat, menunjukkan kemungkinan sukses lebih besar. Hakim-hakim 6:14. Gideon punya kekuatannya, tetapi tidak menyadari siapa yang mengutusnya. 

Karena ini adalah perayaan Natal, tentu saya ingin Anda juga mengingat Kisah Natal, dimana ada pribadi-pribadi yang kuat membawa kesuksesan dalam perjalanan hidup mereka.

Pertama: Para Majus. Matius 2:2, 10-11, 16.
a. Mereka datang jauh dari timur.
b. Datang sampai Yesus sudah tinggal di rumah.
c. Sepulang mereka dari tanah Israel terjadi pembunuhan anak-anak usia 2 tahun ke bawah.
Sehingga kita bisa memberi estimasi bahwa setidaknya mereka menghabiskan 2 tahun atau lebih dalam perjalanan, yang membawa kepada keberhasilan dan sukacita. 

Kedua: Orang tua Yesus. Matius 1:24-25, Lukas 1:38. 
a. Yusuf harus menentang perasaannya dan mengambil keputusan besar.
b. Yusuf harus menahan dirinya sesudah pernikahan.
c. Maria merendahkan dirinya dan menempatkan diri sebagai hamba.
d. Demikian mereka mengambil resiko yang besar.
Keduanya menjadi bagian dari sejarah besar bagi dunia, kedatangan Juruselamat!
Kalau Anda mengingat tokoh terkenal dari Perjanjian Lama, Yosua. Ia diberitahu oleh Allah untuk menjadi kuat dan teguh hati sebanyak 3 kali dalam 4 ayat yang berurutan. Yosua 1:6-9. Sehingga kita bisa mulai merenungkan, kalau Tuhan sampai seperti itu memberi Firman kepada Yosua, tentu saja itu adalah kebenaran! 2Samuel 7:28.

Apa yang dialami Yosua (dalam Yosua 1) bisa menjadi pelajaran bagi kita di perayaan Natal ini.

  • Dalam waktu kehilangan/kesusahan (ayat 2), engkau harus menjadi lebih kuat, maksudnya dengan tidak mudah putus asa, atau menjadi tawar hati (ayat 9).
  • Dalam waktu dimana kita menghadapi target yang besar (ayat 4), kita harus menjadi lebih kuat, maksudnya adalah dengan tetap hidup lurus dan berkenan. Bagaimana caranya? Kontrol (cek/ricek) apa yang kita lakukan (ayat 7) dan terus taruh pedoman hidup berkenan itu di pikIran kita (ayat 8).
  • Dalam waktu dimana kita mengetahui atau mendapat janji (untuk kepemilikan seperti di ayat 3 atau kemenangan seperti di ayat 5), kita harus menjadi lebih kuat, dengan memimpin diri kita dan orang-orang di sekitar kita untuk berkomitmen (disiplin, ayat 6).

Sebagai penutup kita menjadi lebih kuat saat kita bisa tetap bisa bersyukur di tengah kelemahan kita. 2Korintus 12:9-10. Ini adalah salah satu paradoks Kristiani. Karena itu di perayaan Natal 2018 ini, hendaklah setiap kita menguatkan hati kita, dan tidak membiarkan kelemahan, kekurangan bahkan ancaman melemahkan kita. Roma 8:35. Sebaliknya pujilah Tuhan!

ALASAN


Untuk segala sesuatu ada alasan yang melatarbelakanginya. Allah menciptakan dunia ini karena IA adalah Allah yang kreatif, dinamis dan maha kuasa. Ini bisa kita lihat dari kalimat “jadilah” di sepanjang kisah minggu penciptaan. Demikian dalam penciptaan manusia IA “menjadikan” manusia “supaya mereka berkuasa”. Jadi manusia memang diciptakan dan diberi kuasa untuk mengelola ciptaan yang lain dengan cara kreatif dan dinamis, mirip dengan kualitas Sang Pencipta. Kejadian 1:3, 26.

Dengan pengertian ini sebagai dasar maka kita mengerti bahwa pasti ada alasan untuk sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita. Baik itu kejadian-kejadian yang kita lihat sebagai sesuatu yang positif maupun sebaliknya, kejadian-kejadian yang di pemandangan kita negatif.  Tentu saja pernyataan ini tidak semudah pengucapan atau penulisannya. Saat kita menjalaninya pikiran kita dipenuhi oleh tanda tanya dan keraguan. Kita coba belajar dari tokoh-tokoh Perjanjian Lama dan tokoh-tokoh Perjanjian Baru, dan coba belajar apa yang relevan di dalam hidup kita.

              Dalam Perjanjian Lama ada kisah tentang Rut, seorang yang bukan keturunan Israel, tetapi kemudian memiliki kesempatan untuk mengubah hidupnya, dengan kesetiaan yang ia miliki. Lalu kita kenal juga sosok Ester, seorang ratu bagi raja suatu bangsa, yang menjadi penjajah bangsa Yahudi. Kemudian Ayub yang sangat terkenal dengan cobaan-cobaan yang menimpa dia, sampai ke titik dia mempertanyakan Tuhan, tetapi kemudian pulih dan mendapat berkat dua kali ganda. Ini saya rasa yang menjadi titik penting dalam kisah mereka bertiga:

  1. Rut 1:16-17. Saat Rut mengambil komitmen mengasihi dengan setia.
  2. Ester 4:16. Saat Ester mempertaruhkan nyawanya untuk usaha menyelamatkan bangsanya.
  3. Ayub 1:21. Saat Ayub memutuskan memuji Tuhan di tengah kesulitannya.

Ketiga tokoh diatas adalah tokoh dari Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru kita melihat 3 kejadian dari 4 tokoh yang juga luar biasa:

  1. Markus 7:29. Saat Perempuan Siro Fenisia memiliki mata iman dan ketekunan yang diperkatakan.
  2. Kisah Para Rasul 4:19-20. Petrus dan Yohanes memiliki nilai yang tidak tergoncangkan intimidasi.
  3. 2Korintus 12:10. Paulus mengambil kesimpulan akan paradoks pengikut Kristus, karena kekuatan kita hanya Allah saja.

Allah selalu punya alasan dalam melakukan segala sesuatu. Rut ditaruh dalam suatu posisi dimana ia bisa memengaruhi keputusan raja. Paulus mengalami kelemahan supaya nyata bahwa kuasa Tuhan nyata dalam dirinya. Tentu saja di pihak kita, kita bisa mengambil 1001 alasan untuk meninggalkan Tuhan, untuk tidak melayani, untuk tidak memberi dan lainnya. Tetapi ingat satu hal ini kita diberi kuasa, dan dijadikan ahli waris (Galatia 4:6-7), masakan kita masih mau melepaskan itu untuk alasan lain?

PUJI DAN SEMBAH DIA

Selamat malam Bapak/Ibu/Saudara/i, jemaat GPdI Mahanaim yang luar biasa. Malam hari ini kita berkumpul di tempat ini dengan motivasi yang berbeda, yang ketika kita berlutut nanti, kita bawa di hadapan Tuhan.

Ada orang-orang yang karena mereka tahu motivasinya bukan karena benar-benar rindu dan mengasihi Tuhan, terlebih lagi mereka masih belum beres dalam hatinya. Ketika berlutut kemudian menjadi tertuduh dengan suara-suara dari iblis, dan buyar konsentrasinya dalam berdoa. Karena itu malam hari ini saya rindu kita mengenal DIA, dan mendapat alasan yang tepat mengapa kita harus memuji dan menyembah DIA dalam Doa Raya ini.

Setiap kita punya figur yang kita kagumi, itu bisa jadi seorang pemimpin, seorang ayah, seorang artis, seorang atlet, atau siapapun itu. Izinkan saya membuat daftar 7 figur yang mungkin Anda kagumi:

  1. Penolong. Siapa yang tidak suka ditolong, dan seringkali kita kagum dengan seseorang yang pernah menolong kita. Mereka yang berdiri di samping kita. Yohanes 14:16, Lukas 12:11-12.
  2. Penghibur. Tidak ada orang yang tidak suka hiburan. Ketika sudah penat, ketika lelah, kita butuh seseorang atau sesuatu yang bisa menghibur dan memberi kekuatan yang tidak bisa dijelaskan. Memang sayangnya ada yang salah mengerti dan mencari penghibur yang malahan membawa pada masalah lain. Yohanes 14:26. Lukas 22:43.
  3. Sahabat sejati. Seseorang yang berani berkorban untuk Anda, siapa yang tidak kagum dengan sosok seperti ini. Yohanes 15:13-15.
  4. Sang Sulung, yang pertama. Saya kagum dengan kakak saya yang sulung, karena dia yang “membuka jalan” dan menjadi referensi saya dalam beberapa pengambilan keputusan. Roma 8:29. 1Korintus 15:20.
  5. Pasangan. Selama Anda bukan karena dipaksa, tunangan Anda adalah yang terbaik, dan biasanya Anda kagumi, setidaknya ada satu sisi dari dirinya yang membuat Anda ingin bertunangan dengan dia, bukan? Anda percaya dia sedang menyiapkan yang terbaik di tingkatan hubungan berikutnya, yaitu pernikahan. Wahyu 21:9-10. Yohanes 14:3.
  6. Ayah (atau untuk beberapa orang: Ibu). Kasih dan sayang mereka tidak ada duanya. Betul, memang mereka tidak sempurna, tetapi kebanyakan kita kagum akan kegigihan mereka dan kasih mereka terhadap kita. Lukas 11:11-13, Yesaya 49:15.
  7. Allah. Bagi setiap orang percaya, kita kagum pada figur Pencipta langit dan bumi dan seluruh semesta ini. Bagaimana DIA mencipta dari ketiadaan, mencipta hal-hal yang begitu detail dalam diri kita, dan juga di sekeliling kita. Roma 11:33-36.

The Perfect Seven. Bisakah Anda melihat itulah Allah Tritunggal, Bapa, Anak, Roh Kudus yaitu dalam Tuhan Yesus Kristus. Jadi apa yang kita lakukan di hadapanNYA malam ini. Engkau yang butuh pertolongan, penolongmu ada disini. Engkau yang lelah dan mengalami duka, penghiburmu ada disini. Engkau yang perlu sahabat, sahabatmu ada disini. Demikian IA adalah Saudara Sulung, Tunangan, Bapa, IA Allah diatas segala Allah, ada disini. Ajukanlah permohonanMU, “dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. (Filipi 4:6)

GodblesS

JEFF

MENJADI SEMPURNA

Selamat datang jemaat Tuhan yang diberkati, senang sekali kita bisa berkumpul di hari pertama minggu ini, dan menikmati kebersamaan kita sebagai Tubuh Kristus. Silakan puji rekan sebelah kiri-kanan Anda, karena dengan demikian Anda sedang memuji “anggota Tubuh Kristus”.

Sekarang kalau Anda perhatikan siapa yang ada di sekitar Anda, menurut Anda apakah sosok yang di dekat Anda itu sempurna? Banyak dari Anda akan menjawab tentu tidak, “tiada gading yang tak retak”, tidak ada manusia yang sempurna tanpa cacat, cela, dan kesalahan. Sebuah artikel di Kompas.com menuliskan bahwa ada penjelasan ilmiah mengapa “sisi kiri wajah manusia lebih bagus untuk selfie”. Tetapi “lebih bagus” bukan berarti “sempurna”, selalu akan ada celah untuk melihat “ketidaksempurnaan” seseorang.

Demikian juga kita harus mengerti ini dalam perjalanan kehidupan ini. Anda tidak bisa berharap bahwa segala sesuatunya berjalan sempurna. Selalu akan ada hal yang kita berharap tidak terjadi. Kematian, kecacatan, penyakit, kehilangan, penurunan, semua hal ini akan terjadi. Tetapi ini yang menjadi penghiburan bagi orang percaya, bahwa “Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan”. Kejadian 50:20. Kata “mereka-rekakan” dalam Bahasa aslinya berarti dipikirkan atau direncanakan.

Tuhan bekerja dalam hal-hal yang bagi manusia nampaknya acak, tetapi sebenarnya IA punya rencana. Abram dibawa Tuhan dalam perjalanan yang tidak pernah disangkanya. Allah memanggil ia keluar dari rumah ayahnya. Abram ini adalah keturunan Sem, dan di salah satu daftar silsilah di Kejadian 11, ada nama Eber dituliskan, yang membuat keturunannya juga dikenal sebagai orang Ibrani. Allah menjanjikan sesuatu yang besar bagi Abram, yang nantinya akan menjadi Abraham, itu tercatat di Kejadian 12:1-3.

Tetapi sekali lagi, dalam perjalanan menuju penggenapan janji Tuhan itu, ia harus menghadapi keadaan yang jauh dari sempurna. Dia semakin menua namun janji keturunan itu tidak kunjung digenapi. Ia sempat bimbang, sempat “didiamkan” oleh Tuhan, bahkan Tuhan datang untuk menegaskan kembali janjiNYA pada Abram. Saat itulah namanya “bukan lagi Abram, melainkan Abraham”. Kejadian 17:5.

Apakah setelah itu keadaan menjadi serba sempurna, tidak. Dia masih harus menghadapi kenyataan bahwa keponakannya akan binasa, karena itu ia bersyafaat untuk tempat tinggal keponakannya itu. Lalu ia kembali lagi mengulangi kesalahan yang pernah diperbuatnya, “berbohong tentang istrinya” kepada raja daerah tempat ia menetap. Kejadian 12:13, Kejadian 20:2.

Apa yang terjadi dalam hidup Abraham, bisa jadi adalah pengalaman pribadi kita:

  1. Ingatkah Anda ketika pertama kali Anda diselamatkan? Saya sering mendengar kesaksian yang menarik, mulai dari membaca Alkitab, mendengar kesaksian, pengalaman mujizat, mengamati orang ke Gereja, dan banyak kisah lain. Rasul Paulus mengingatkan jemaat mengenai ini 1Korintus 1:26-29.
  2. Berapa hal yang menjadi janji Tuhan, tetapi belum Anda alami sekarang? Kita berharap segala sesuatunya menjadi sempurna saat kita mengikut Yesus, tetapi seringkali bukan itu yang terjadi. Kadang Allah seperti meninggalkan kita. Tetapi itu dilakukannya untuk mengetahui isi hati kita. Apakah kita tetap setia. 2Tawarikh 32:31. Rasul Paulus sendiri mengalami hal ini ketika ia meminta “duri dalam daging” diambil dari dirinya, apa jawab Tuhan kepadanya: 2Korintus 12:9.
  3. Sadarkah bahwa Anda masih hidup dalam tubuh dan dunia yang tidak sempurna? Abraham melakukan kesalahan, ia bukan contoh ideal bagi kita. Tetapi lihat apa yang Tuhan perhitungkan: Kejadian 15:6. Ingatkah kita apa yang Tuhan cari ketika IA datang? Lukas 18:8. Tentu saja saya tidak bermaksud mengecilkan semua hal yang lain: pengharapan, kasih, ketekunan, disiplin rohani, keberanian, ketertiban.

Hidup kita ini begitu penuh warna, tidak ada yang bisa memastikan semua akan berjalan sesuai dengan kehendak kita. Karena keberadaan kita di dunia adalah karena kehendakNYA. Terkadang ada hal-hal yang Allah ubah, Allah geser, Allah acak, dan kita berteriak kepada Tuhan: MENGAPA YA TUHAN?

Kuncinya adalah bertekun, Rasul Paulus berkata: “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit…” Kolose 1:23.

Lalu Paulus melanjutkan untuk apa kita bertekun? Karena “kepada mereka, Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” Kolose 1:27.

Nantikanlah sentuhan akhir Allah yang menjadikan kita sempurna.

GodblesS

JEFF

Doa & Pelayanan.

Hari ini saya rindu membahas dua hal ini “doa & pelayanan”. Kalo bagi pemusik mungkin ini fusion, kalau penjahit ini namanya perpaduan, kalau montir ini hybrid.

 

Saya selalu percaya doa bukan sekedar permintaan / permohonan. Ketika Yesus berdoa di depan kubur Lazarus, apa yang dikatakannya didengar oleh orang disekitarnya “Yesus mengatakannya supaya mereka percaya.” Yohanes 11:41-42.

 

Lalu bagaimana kita bisa yakin bahwa doa kita itu melayani atau dalam hal ini berguna bagi orang lain? Kita bisa merujuk pada apa yang dikatakan oleh Paulus mengenai doa, dalam 2Korintus 1:11. Paulus sangat merasakan manfaat dari doa-doa jemaat. Sama seperti apa yang terjadi pada Petrus di Kisah Para Rasul 12:5. Ternyata ini adalah praktek yang dilakukan di gereja mula-mula. Jadi apa yang kita lakukan saat ini dengan doa syafaat, sesuai dengan apa yang dicatat Alkitab.

 

Terlebih lagi Paulus pernah menyampaikan tentang 1Korintus 14:15-17. Saat itu Paulus sedang menegur jemaat karena mereka mempraktekkan doa dengan bahasa lidah sebagai kesombongan rohani. Namun tujuan sebenarnya dari doa adalah membangun jemaat lain.

 

Jadi apa yang kita dapatkan dengan doa?

  1. Membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi seseorang yang didoakan.
  2. Membangun jemaat lain yang mendengarnya.

 

Bukankah kedua-duanya adalah pekerjaan baik yang merupakan tujuan kita diciptakan oleh Allah. Efesus 2:10.

 

Mungkin beberapa dari kita berkata, cukuplah hamba-hamba Tuhan, mereka yang mempunyai gelar kependetaan yang berdoa, doanya lebih manjur. Saya ingin katakan kepada Anda: “Profesimu bukanlah penghalang dari pilihan Tuhan atas engkau untuk melakukan pelayanan khusus.” Amos 7:14-15.

 

Seorang hamba Tuhan dari Amerika Serikat bernama Ricky Temple pernah berkata demikian: “Terkadang daftar tugas (job description) yang harus engkau kerjakan bukanlah definisi dari potensimu. Jangan terpatok pada bagaimana orang lain memanggil engkau, tetapi ketahuilah apa sebenarnya yang ada di-dalam-mu.

 

Kalau Anda punya waktu untuk membaca kisah tentang Nehemia Anda akan setuju dengan pernyataan tersebut diatas. Coba secara singkat baca Nehemia 1:3-4, 2:1-3, 10:1. Dari seorang juru minum raja yang memiliki hati untuk bangsanya dan kotanya yang luluh lantak. Dia menjadi kepala daerah yang memimpin reformasi.

 

Jadi sekarang siapakah Anda? Dengan sebutan apa orang memanggil Anda? Apakah Anda sudah maksimal dan optimal?

 

Anda bisa melayani bahkan ketika Anda hanya memiliki bibir yang tersisa. Ibrani 13:15.

 

GodblesS

JEFF

B-DRAMA

Bapak/Ibu/Saudara/i yang terkasih di dalam nama Tuhan. Sungguh hari-hari, atau minggu-minggu, atau bahkan bulan-bulan terakhir ini begitu banyak hal yang terjadi, baik di kehidupan pribadi, pekerjaan atau pelayanan, dan bahkan di kehidupan sosial-bermasyarakat-bernegara kita.

Begitulah hidup berjalan kadang ada hal-hal yang di luar kuasa kita. Ini seperti apa yang dituliskan oleh nabi Yeremia di Yeremia 10:23. Sehingga apa yang terjadi dalam hidup kita mungkin sekali terjadi di luar ekspektasi kita. Apakah ada disini yang ekspektasinya menikahi Miss Universe tetapi pada akhirnya menikah dengan Miss Kopo? Itu Bahasa belandanya “Mislukt” artinya tidak sesuai dengan yang kita mau.

Begitu banyak drama terjadi di hidup kita bukan? Baik secara pribadi kita rasakan, atau sesuatu yang kita saksikan terjadi di depan mata kita. Inilah yang mendorong saya mengambil tema “B-DRAMA”. Ini bukan K-Drama, atau telenovela, juga bukan Bollywood Drama. B-Drama yang saya maksud adalah Biblical Drama.

Tahukah Anda bahwa Alkitab kita itu seperti TV Portabel. Semua drama ada dan tercatat di Alkitab. Bayangkan dimulai dengan kisah ajaib seperti “magic” bukan, dari tidak ada menjadi ada. Kejadian 1. Kemudian ada drama romantis pertama yang dikenal manusia, drama Adam & Hawa. Kejadian 2:18-24.

Kalau saya boleh “breakdown” sedikit tentang Kejadian 2:18-24, Anda bisa belajar tentang konsep mencari pasangan, baik Anda pria atau wanita.

  1. Pasangan itu bukan tujuan pertama hidup kita. Mengerti mengenai ini akan menghindarkan Anda menghabiskan hidup menyesali yang sudah lewat, bahkan melukai diri sendiri karena seseorang yang Anda anggap “belahan jiwa” Anda. Tujuan pertama Anda adalah menikmati yang Tuhan sudah beri, ayat 16 sambil menjaga diri tidak melanggar ketetapan-ketetapanNYA, ayat 17.
  2. Akan ada waktunya ketika Tuhan mengingatkan Anda, “tidak baik kalau manusia seorang diri saja…,” ayat 18. Inisiatifnya dari Tuhan, bukan dari Anda, atau dari lingkungan Anda.
  3. Allah pertama bergerak, kemudian baru Anda bergerak, ayat 19. Jadi ada usaha Anda, tetapi kemudian preferensi itu ada di dalam diri Adam, ayat 20. Tidak ada istilah bukan jodoh, semua adalah preferensi untuk berkomitmen. Ingat tentang segitiga: “PassionCompassionCommitment.”
  4. Ada waktu dimana Tuhan bawa pasangan Anda di hadapan Anda dan Anda berkata “Ini dia…,” ayat 21-23. Saya percaya itu kembali lagi ke preferensi, dan tentu saja konsekuensi ada di tangan Anda. Jangan ulangi kesalahan Adam yang melempar kesalahan di Kejadian 3:12.
  5. Menjadi pasangan berarti menjadi independen, tetapi bukan berarti arogan. Kejadian 2:24. Anda akan meninggalkan orang tua Anda, orang tua Anda juga harus berani memberi kepercayaan pada anak Anda yang sekarang sudah dewasa.

Baiklah cukup tentang drama Adam dan Hawa, ada drama apalagi di Alkitab? Saya sampaikan ini supaya Anda punya opini berbeda tentang Alkitab. Apalagi kita di bulan-bulan terakhir juga sedang “bertumbuh lewat pengetahuan (Firman)”.

Berikut kisah-kisah drama dalam Alkitab:

  • Pembangunan proyek monumental. Kejadian 11:1-9.
  • Pengejaran (86) dari seorang pemimpin yang labil. Keluaran 14:1-31.
  • Perselingkuhan dan “pmp” (pren makan pren, maksudnya pengkhianatan). 2Samuel 11:1-27.

(Sebelum poin berikut penting untuk melihat dan belajar dari sikap Daud meresponi kesalahannya di 2Samuel 12:13-25.

  • Pengorbanan yang tidak masuk akal. Matius 26, Yohanes 12 (minyak yang mahal), 1Petrus 1:19.

Seluruh ketidak mampuan manusia untuk menebak itu, yang membuat kita membutuhkan Tuhan lebih dari DIA membutuhkan kita. Saya akan menutup B-Drama ini dengan kisah Yusuf di Kejadian 37, 39-41 dan bagaimana ia menutup seluruh kitab Kejadian dengan ayat yang begitu menggetarkan saya sampai sekarang. Kejadian 50:20. Saya rasa ini pesan Allah untuk Anda di masa-masa seperti sekarang.

Ada satu bagian lirik pujian yang begitu memberkati saya tentang pujian kepada Allah di tengah ketidakmampuan kita untuk menebak perubahan di sekitar kita:

Reff
Mari Puji Tuhan Hai Jiwaku
Sembah Dia yang Kudus
Dengan Segnap Hati, Jiwaku
Sembah Dia Yang Kudus
Verse 1
Hari Baru TerangMu Bersinar
Saat Naikan Pujian
Yang Kan Berlalu Dan Yang
Harus Kuhadapi
Biarlah tetap kupuji NamaMu
Verse 2
Penuh Kasih dan Kau Panjang Sabar
Kau Mulia, Namamu Besar
Semua Kebaikanmu Kan Kunyanyikan
Ribuan Alasan Tuk MemujiMu
Verse 3
Saat Lemah Hilang Kekuatanku
Tiba Saat Akhir Hidupku
Tetap Jiwaku Memuji NamaMu
Ribuan Tahun Bahkan Selamannya

INTIMACY WITH GOD.

What a wonderful day in the House of God. I am glad to have a chance to be here in English Service at GPdI Neo Soho. As we all know, God wants to connect with you in a new way through Jesus Christ. That’s why we have to connect to Him, and build an intimacy with Him.

 

Intimacy with God is begin by connecting to Him. John 15:4-5.

Connecting with God – how can we connect with Him? And why sometimes we don’t feel close with God?

 

The reason we want to connect with God is because we are disconnected with God. The Fall of Man: we were connected, full of glory of God, but in Genesis 3, all changed. The reason of that fall was when we put our mind in the wrong choice (we have plenty of choices, but why we choose the few – tree of knowledge of good and evil, and forget other trees).

 

Again about human thinking, if we think about sin all the time we are feeding sin to our mind. God says that the ultimate gap between him and us is our sin. Isaiah 59:2. And that sin comes when you start questioning God in your mind and from that it will go further to disobedience. Genesis 3:1-6.

 

Let us read one more time our theme verse in John 15. Like a tree, in order to keep alive and be fruitful, a branch has to be connected with the trunk. This will explain my next sentence. Because we are disconnected we feel dry, empty, and try to fill that with 3L (luxury, lust, love) or 3G (gold, glory, guys/girls) that the world offers. It’s all useless. Let me bring you to Bible Story, where the longest conversation between Jesus and other person was recorded. It’s a story of Samaritan woman. John 4.

 

This Samaritan woman who met with Jesus near Jacob’s well, she was disconnected from society. Jesus warned her in John 4:13-14 You will thirsty again if you drink from this earth. Jesus continued, but if you ask living water (verse 10) you won’t be thirsty again. Living water here have two meanings, “springing water” and “eternal life, salvation.”

 

We need Salvation to reconnect, to be alive. We thought salvation prayer only for a non-believer, but we also have to recite it, understand it.

 

What are parts of salvation prayer?

  • Proclaim Jesus as God. Verse 29. Say it loud! Romans 10:10.
  • Admit our faults and wrong ways. Verse 39. We know we are imperfect, perfected in Christ, this is a sign of total surrender, don’t cover it with your self-righteousness. 1John 1:9.
  • Present (give up your life for God’s cause – Romans 12:1) & Repent (the word metanoia means we renew our mind deliberately, we are not helpless person occupied by external, but internally empowered by the Spirit – Romans 12:2). In Hebrews 4:12 the author of Hebrews said the Word of God could separate (discern) the will and heart of man – As we know the Word is the sword of Spirit (Ephesians 6:17). Later on 1Corinthians 12:10 one of the gifts of the Spirit is to discern different spirits.
  • Believe (leave your burden, do not carry that again). Matthew 11:28.

 

When you pray that prayer, that is when you are really connecting with God, you build your intimacy with God. It’s not how frequent you put yourself around Jesus (don’t follow the Pharisees, who’s around but didn’t have the intimacy). But how well you want to know Him, when you hear His voice, the good news.

GodblesS

JEFF

WHAT YOU THINK?

Selamat sore dan selamat datang di HOF. Sepanjang bulan ini kita akan bicara tentang MENJADI KUDUS atau Bahasa Inggrisnya “BE HOLY”. Secara khusus malam hari ini kita akan berusaha MENGERTI tentang apa sebenarnya arti kudus, dan juga cara bagaimana memiliki pikiran yang kudus.

Sebelumnya mari kita mainkan “receh” jokes dulu. Peringatan Pemerintah. Receh jokes, mengakibatkan kekeringan dan bila berlanjut akan menjadi kegaringan pada pria dan wanita jomblo.

Okay yang sudah muntah-muntah tolong jangan lupa dibersihkan sesudah Ibadah ini selesai, supaya tempat Ibadah ini tetap KUDUS. Tapi ngomong-ngomong, apa sih “kudus” itu? Kita sering denger tentang orang kudus, kota kudus, dan tanah kudus atau tanah suci. Memang dalam Bahasa Indonesia kata “kudus” adalah sinonim dari kata “suci”.

Suci bisa diartikan bersih secara keagamaan, atau bebas dari dosa. Sehingga kalau memakai definisi ini, maka sebenarnya harus ada ritual yang mampu membersihkan kita dari dosa supaya menjadi kudus. Bagi orang Yahudi (sama seperti juga beberapa agama lain yang mungkin temen-temen kenal) mereka menyucikan sesuatu dengan air. Keluaran 29:4.

Kita yang hidup di Perjanjian Baru memang melakukan suatu tindakan dalam kekristenan yang berhubungan dengan air, namanya Baptisan. Tetapi ini tidak ada hubungan dengan penyucian, malahan menurut Rasul Petrus ini adalah suatu permohonan (dan juga pernyataan) bahwa kita hidup dengan “hati nurani yang baik”, menjauhkan diri dari yang jahat. 1Petrus 3:21.

Ternyata banyak yang jahat keluar dari pikiran manusia, buktinya:

  • Hawa ingin menjadi seperti Allah, dengan menentang perintahNYA.
  • Abram ingin menyelamatkan diri dengan mengorbankan istrinya.
  • Daud ingin memiliki istri orang lain dengan berbohong & merancangkan celaka bagi suaminya.
  • Ananias & Safira ingin meraih keuntungan dengan menipu.

Pikiran kita ada di dalam organ yang namanya “otak”. Kalau tidak salah saya pernah beri fakta-fakta ini ke kakak-kakak kalian di Crossover:

  • Otak kita terus berkembang sampai kita di usia 40-an akhir.
  • Ada “sambungan” atau koneksi baru terbentuk di otak kita setiap kali kita mengingat sesuatu.
  • Dalam kondisi sadar otak meproduksi tenaga elektrik yang mampu menyalakan sebuah lampu kecil.
  • 60% dari bagian otak manusia adalah lemak.
  • Otak kita memiliki kepadatan seperti tofu.
  • Tidak ada pembedaan otak kiri dan otak kanan, mereka bekerja bersama. Selama ini ada mitos mengenai bagaimana otak kita bekerja.

Karena otak adalah anggota tubuh kita, sehingga seharusnya kita bisa menjaga supaya anggota tubuh kita ini tidak dipakai iblis untuk melakukan kejahatan, sebaliknya kita menjaganya dari dosa dan menyerahkannya kepada Allah. Roma 6:13. Bagi saya inilah definisi menguduskan pikiran kita. MENJAGA DAN MENYERAHKAN pikiran kita kepada Allah SETIAP HARI.

GodblesS

JEFF