Hey! Hari ini kita merayakan Natal PPA MDC Cirebon. Tentu saja kita harapkan acara ini membawa sukacita. Panitia yang sudah bekerja keras, performers yang sudah latihan berkali-kali. Dan tentu saja hadiah, siapa yang nggak berharap dapat hadiah di Natal tahun ini? Saya rasa tidak ada.

Tetapi saya ingin berbagi sama temen-temen di PPA MDC tentang suatu sukacita yang melebih dari sukacita mu ketika mendapat hadiah. Sukacita yang nggak selesai ketika acara Natal ini selesai. Sukacita yang bisa bertahan melebihi bulan Desember. Bahkan sukacita ini bisa bertahan selama-lamanya. Mari dalam 30 menit kedepan ikut perjalanan mengenal “sukacita” yang satu ini.

Hari natal = PERJUMPAAN yang mengubah hidup

Ada satu cerita mengenai pertemuan antara pria dan wanita (hayo anak PPA pasti seneng ya kalo udah kisah drama gini. Yang sering nonton drama Korea katakan: Amin!) Tapi ini nggak sekedar drama. Kisah itu berlanjut seperti ini. Wanita itu ternyata memiliki status atau derajat yang lebih rendah dari prianya (mirip banget ama FTV ya, judulnya “Pacarku Tukang Ojek”). Sehingga seharusnya mereka tidak boleh bertemu, apalagi berbicara satu sama lain. Kalian harus ingat bahkan sekarang pun masih ada kan masyarakat seperti ini, membandingkan status sosial seseorang, tapi saya percaya di PPA MDC nggak ada yang seperti ini! Amin.

Kita lanjut ya. Setelah percakapan untuk beberapa lama tiba-tiba sang pria ini mengejutkan wanita yang jadi lawan bicaranya dengan berkata: “Aku tahu apa yang kamu sembunyikan.” Wanita ini terkejut. Saya percaya kalian juga bakal terkejut kalo ngobrol sama seseorang yang baru ketemu dan kemudian dia bilang dia tahu rahasia kita. Wahhh, jangan-jangan dia Uya Kuya! Ato Deddy Corbuzier! Waaahhh. Bukan. Pria yang dihadapi wanita ini bukan artis ato selebritis. Ada yang sudah bisa tebak siapa pria ini? Ya DIA adalah Yesus!

Mari kita buka aja di Yohanes 4:5-42. Pada ayat-ayat itu diceritakan mengenai pertemuan Yesus dengan perempuan Samaria. Saya tahu hari ini adalah Perayaan Natal PPA MDC. Dan mungkin ada beberapa dari temen-temen yang berharap saya akan menyampaikan kisah tentang seorang bayi yang dibungkus kain, ditidurkan di palungan dan kemudian dikunjungi oleh para gembala dan malaikat. Iya betul itu Natal. Tetapi bukankah Natal itu seharusnya adalah tentang sebuah PERJUMPAAN. Sebuah pertemuan yang mengubahkan hidup!

Perjumpaan itu …

tidak mengenal batasan latar belakang dan perbedaan

“Yesus yang mengambil inisiatif untuk mendekatimu, bahkan IA yang akan pertama berbicara kepadamu”

Kita kembali kepada kisah di Yohanes 4. Pada awal cerita saya menyampaikan tentang perjumpaan seorang pria (Yesus) dengan seorang wanita (perempuan Samaria) yang berbeda status. Biar saya jelaskan sedikit mengenai ini. Kalau temen-temen tahu sedikit mengenai sejarah Alkitab. Orang-orang Yahudi itu sangat membenci orang Samaria. Mereka menganggap bahwa orang Samaria bukan orang Israel asli. Karena memang orang Samaria adalah keturunan campuran, antara nenek moyang orang Israel dengan keturunan bangsa-bangsa lain atau biasa disebut bangsa kafir (penyembah berhala). Saking bencinya orang-orang Yahudi tidak sudi melangkahkan kaki untuk melewati daerah Samaria. Menariknya Yesus adalah keturunan orang Yahudi, ayah dan ibunya adalah orang Yahudi. Namun di ayat 3-4 dikatakan IA meninggalkan Yudea dan melintasi daerah Samaria dengan sengaja!

Tahukah temen-temen, betapapun engkau merasa bahwa engkau tinggal di “kawasan” yang tidak berharga, kawasan yang dijauhi oleh orang-orang, mungkin karena latar belakang keluargamu, mungkin karena latar belakang ekonomimu, mungkin karena kondisi fisikmu. Tuhan Yesus mau datang ke tempatmu. Yesus mau melewati tempat dimana kamu tinggal. Yesus yang mengambil inisiatif untuk mendekatimu, bahkan IA yang akan pertama berbicara kepadamu: Jangan takut, ini AKU, Aku tidak akan menghukummu, Aku tidak akan menghakimimu, Aku terima kamu apa adanya. Yohanes 8:11.

Grace Chronology

Sebenarnya kita adalah mahluk yang penuh dengan kasih karunia Allah. Sebelum DIA menciptakan kita, DIA menyediakan seluruh yang dibutuhkan untuk eksistensi manusia sebelum tanganNYA sendiri yang membentuk dan menjadikan kita, sesuatu yang tidak bisa kita lakukan sendirian. Kasih karunia yang dirasakan Adam, ditunjukkan juga kepada Nuh, kemudian pada Abraham. Jika dahulu kasih karunia itu dikhususkan untuk keturunan Abraham, yaitu bangsa Israel. Sekarang kasih karunia itu tercurah untuk semua kita, Israel rohani.

Pola pikir yang lama = pikiran /keadaan manusia yang hanya terbatas pada kemampuan manusia

..Diubahkan oleh Firman..

Semua yang berjumpa dengan Yesus selalu diubahkan, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang hilang pengharapan, kembali melihat masa depan. Dalam kisah perempuan di Samaria Yesus kemudian berbicara dengan wanita ini, kata-kata Yesus adalah Firman (Yohanes 1:14), yang berusaha untuk merubah pola pikir wanita ini. Pola pikirnya yang terbatas pada ruang

Pola pikir / Orientasi yang baru = Air Hidup yang murni dan kekal

Yesus memperkenalkan tentang air hidup, disini saya akan jelaskan tentang sukacita surga. Air yang ketika kita minum tidak akan haus lagi.

Yesus melepaskan kita dari kelemahan kita

(misalnya) masa lalu, penghakiman dan kutuk yang dijatuhkan atas kita, pikiran negatif yang membelenggu, karena…

Yesus = kebenaran sejati & absolut yang membenarkan dan membebaskan

Yesus mengetahui masalah dan dosa wanita ini, namun IA tidak menghakiminya. He just reveal the truth. Karena DIA lah kebenaran dan dikatakan kebenaran sejati akan memerdekakan kamu.

Momen (singkat) untuk selamanya : Yesus adalah agen / katalis perubahan hidup

Wanita ini menjadi begitu percaya dia lari meninggalkan Yesus karena sukacitanya. Dia kemudian menceritakan kepada seisi kampungnya tentang Yesus. Bayangkan hanya sekali pertemuan yang mendalam yang membekas, bisa mengubah wanita yang bersuami banyak ini, menjadi pemberita Injil (kabar baik) hanya dalam sehari.

Pertemuan dengan pembawa Sukacita surga akan membawa perubahan dalam hidup.

Advertisements