Ayub 5 adalah lanjutan perkataan/nasihat Elifas kepada Ayub. Elifas berpikir bahwa tidak mungkin suatu penderitaan tidak didahului oleh suatu dosa atau kesalahan. Karena itu di ayat 1 ia menantang Ayub, siapa yang akan membelanya bahwa dia tidak bersalah.

Karena Elifas melihat dari perspektif yang berbeda, dia tidak benar-benar memahami apa yang terjadi pada sahabatnya, Ayub. Kitab Ayub ini adalah kitab yang sangat menarik. Baik pendekatan sastra: narasi, puisi, dan konflik manusiawi yang dibangun didalamnya. Namun lebih dari itu, kitab Ayub, seperti ingin membukakan mata manusia, bahwa MANUSIA TIDAK TAHU APA-APA.

Hal ini selaras dengan apa yang pemazmur pernah sampaikan dalam Mazmur 73:12-14. Tapi yang menjadi poin kita hari ini ada di ayat berikut: Ayat 17 “…sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.”

Apa yang Anda alami sekarang? Cara pandang siapa yang Anda pakai? Anda berjuang, Anda bergumul? Apakah Anda sudah masuk dan melihat dengan cara pandang Allah? Apakah Anda Ayub yang sedang diuji Allah? Atau Anda seperti apa yang Yakobus katakan “ke-aku-an” yang menyebabkan masalah-masalahmu? Apapun itu mari kita pagi ini “masuk” lebih dalam ke pelatarannya Allah, dan melihat dengan cara pandang Allah. Karena cara pandangmu akan menentukan sikapmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s