Judul perikop dari Mazmur 125 ini sangat menarik: Aman dalam Lindungan Tuhan. Karena sekarang ini lah yang sedang diidam-idamkan oleh sebagian besar orang: Rasa Aman.

Coba kita lihat semua kejadian di Timur Tengah. Dimulai dengan Palestina, Israel, Mesir, Irak, Suriah, dan semua Negara yang bergolak. Nyawa manusia menjadi seperti “mainan.” Demikian juga di Hongkong, Thailand, penyampaian pendapat sudah meresahkan masyarakat di Negara-negara itu. Indonesia, ikut serta, aparat yang seharusnya melindungi, malah “tembak-tembakan” yang merenggut nyawa seorang prajurit dan melukai seorang sipil.

Ada yang namanya Hirarki Maslow, menempatkan rasa aman tepat sesudah kebutuhan hidup fisiologis.

Mari kita selami ayat 1 terlebih dahulu. Orang percaya di ayat ini dikatakan seperti Gunung Sion yang tidak goyang, yang tinggal tetap untuk selamanya.

Ada apa dengan Gunung Sion? Gunung Sion terkenal di dalam Alkitab sebagai gunung pilihan Allah. Tempat kudus Allah, karena keterkaitannya dengan Bait Allah. Sion sendiri juga melekat sebagai sebutan Israel secara keseluruhan. Dalam bahasa Ibrani dituliskan demikian: Tsiyown.

Dalam Terjemahan Lama Sion dituliskan Zion. Kata Sion ini tidak sama dengan “Sion” di Yosua 19:19, yang dalam bahasa Ibrani dipakai kata Shi’yown. Ini artinya “reruntuhan”, sedang yang kita maksud “Tsiyown”

Sion banyak diartikan sebagai “kota benteng”, ini mungkin berasal dari kata “sawan”. Secara sejarah Sion adalah kota benteng orang Yebus (2Samuel 5:7). Daud merebutnya dan menamainya Kota Daud. Namun sebenarnya kata Sion berarti “tempat kering.” Bukan tempat kering dimana orang kesulitan air tetapi lebih kepada, seperti kisah Nuh, tempat dimana sudah tidak ada air. Tempat dimana bahtera itu terkandas di gunung Ararat.

Menariknya gunung Horeb tempat Musa menerima Taurat juga memiliki arti: tempat kering. Taurat, yaitu Torah dalam bahasa Ibrani berarti air.

Baik mari kita ambil kesimpulan:

  1. “Orang-orang yang percaya”, maksudnya: iman disini penting. Anda diselamatkan bukan oleh apa yang Anda lakukan, tetapi apa yang Anda percayai. “Orang benar akan hidup oleh iman.” Roma 1:17.
  2. Tidak goyang seperti Gunung Sion, dia tinggal tetap tak tergoyahkan. Bahkan dalam kitab Wahyu, Yohanes melihat Yesus berdiri di Sion. Karena Allah berada bersama mereka Mazmur 125:2. Seperti kota benteng mengelilingi orang percaya (umatNYA). Mazmur 46:8.
  3. Mazmur 125:3 Allah tidak membiarkan kefasikan, DIA pengasih dan penuh kasih karunia. Inilah yang terjadi di jaman Nuh. Allah bukan sedang marah, namun sebenarnya DIA menunjukkan kasih. Kejadian 6:8.
  4. Mazmur 125:4 Allah memberikan kebaikannya kepada mereka yang tulus hati. Seperti Kornelius dalam Kisah 10:22.
  5. Mazmur 125:5 sedangkan yang berbelat-belit, dalam bahasa asli hjn Berarti menyimpang atau bengkok. Keluaran 32:8.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s