Mintalah.

Lukas 11:5-13.

Saat ini pasti Bapak Ibu Saudara sering mendengar nasihat bahwa kita sangat memerlukan Roh Kudus. Bagi yang belum mengalami kepenuhan Roh Kudus, mintalah! Bagi yang sudah dipenuhi Roh Kudus, mintalah terus! Ada kisah menarik yang Yesus sampaikan dalam ayat-ayat tadi.

Kisah ini adalah kisah yang menarik. Terutama jika kita melihat dari unsur etika hubungan bermasyarakat. Bayangkan tengah malam, seorang teman Anda ketok pintu atau jendela Anda dan minta nasi. “Bos minta nasi ya, temenku dari Malang dateng belom makan.” Tetapi menariknya setelah kisah itu Yesus melanjutkan dengan kalimat ini (Ayat 9): “Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah…

Yesus dalam mengajar kadang melakukan metode seorang pembajak. Dibongkarnya tanah yang keras, dan setelah itu baru benihnya ditanam. Setelah cerita yang menggoncang etika, Yesus tidak berhenti, ini intinya, ini benihnya, ini maksud utamanya menceritakan kisah “Roti Tengah Malam” tersebut. AKU INGIN KAMU MINTA DARIPADAKU.

Ini adalah pesan kepada kita orang-orang Kristen yang sok kuat, sok kaya, sok bisa, sok tahu. Kita kadang-kadang terlalu segan dengan Allah, segan ini bukan berarti takut akan Allah. Karena sebenarnya ini adalah bentuk membenarkan diri sendiri. Kita seperti Israel di Padang Gurun ribuan tahun lalu yang berkata: “kol aser dibber Yahweh naaseh“. Keluaran 19:8. Ini terjadi di Sinai, menariknya 50 hari setelah Paskah atau hari dimana mereka menyembelih domba paskah adalah saat mereka ada di Sinai ini. Ini adalah hari kelima puluh dimana mereka mengadakan Shavuot (Hari Raya Tujuh Minggu), atau Pentakosta.

Pentakosta pertama terjadi, turunnya Hukum Taurat / Sepuluh Perintah Allah, 3000 orang mati terbunuh. Keluaran 32:28. Bandingkan dengan Pentakosta dimana Roh Kudus turun ke atas para murid, 3000 orang diselamatkan. Kisah Para Rasul 2:41. Inilah mengapa Paulus mengatakan bahwa “hukum yang tertulis mematikan tetapi Roh menghidupkan”. 2Korintus 3:6.

Roh itu menghidupkan. Roh itu memulihkan. Roh itu menolong. Jadi minta, kepada Roh Kudus untuk memenuhi Anda saat ini. Karena ketika ada Roh Kudus memenuhi Anda, Anda akan hidup, Anda akan pulih, Anda akan tertolong.

Kembali pada kisah di Lukas tadi. Apakah Anda sudah meminta? Sudah! Saya minta dalam hati. Saya bukan meragukan bahwa Allah melihat yang tersembunyi dalam hati Anda. Tetapi di kisah ini jelas Allah memberikan formula yang sangat sederhana: MINTA. Apa yang Anda takutkan? Coba saya bantu mengidentifikasi rasa takut Anda, kalo ada tertulis disini, Anda bilang amin ya.

(1) Saya orang berdosa yang layak dihukum. Okay coba ini: Roma 8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Bahkan di ayat berikutnya Roh Kudus akan membebaskan Anda dari hukum dosa & hukum maut.

(2) Saya tidak pandai berdoa. Roma 8:26   Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengankeluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

(3) Saya belum cukup mengerti. Kisah Para Rasul 10:34, 43-44. Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Simon.
Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”
Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.

Jika Anda masih ragu untuk meminta dari DIA. Ingatlah kisah perjumpaan Yesus dengan perempuan di sumur Yakub. Setelah Yesus melayani perempuan itu DIA menjadi segar kembali. Yohanes 4:32, 34 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”
Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Saat ini DIA ada disini, IA adalah pribadi yang sama yang berkata di Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

ALLAH TURUT BEKERJA

Semua orang percaya tentu familiar dengan salah satu ayat yang sangat terkenal ini. Roma 8:28. Allah turut bekerja dalam hidup seseorang yang percaya untuk mendatangkan kebaikan. Makna yang terkandung di dalamnya bahwa hidup tidak akan selalu membawa kita ke jalan yang mudah.

Allah bisa bekerja saat kita dalam krisis hidup (Ester 4:13-16). Bahkan dalam saat yang mengancam nyawa (Markus 4:37-39). Ini adalah salah satu karakteristik seorang pengikut Yesus yang sejati (Filipi 2:6), mereka tidak menganggap hidup ini sebagai milik yang harus dipertahankan. Melainkan menjadikan segalanya adalah untuk Tuhan, baik hidup ataupun mati. Roma 14:8.

Allah juga dapat bekerja dalam langkah hidup yang gelap (Lukas 24:15-27). Bahkan menjadikan keadaan yang tertindas sebagai kesempatan bagi kita belajar mengenai firmanNYA. Mazmur 119:71. Allah bekerja di saat kita mendapatkan untung, dan DIA bekerja di saat kita merasakan kerugian.

Namun Allah tidak pernah berubah, IA selalu ada, seperti tiang awan menudungi Israel di waktu siang dan tiang api menghangatkan, menerangi Israel di waktu malam. Hanya karena kita tidak melihat hasil yang sesuai dengan ekspektasi kita bukan berarti Allah tidak bekerja. IA ada, IA tetap bekerja sampai sekarang di hidup kita. Yohanes 5:17.

Janji Allah sangat teruji (Mazmur 119:140), seperti matahari yang selalu terbit. Kita bisa tidak melihat matahari karena awan mendung atau apapun yang menutupi pandangan kita. Tetapi IA ada, IA bekerja, IA tidak tertidur, nantikanlah sinar wajahNYA menyentuh hidupmu. Bilangan 6:24-26.

Nyanyikan dan sembah Tuhan.

Apa Berkat itu?

Sebagai orang Kristen kita semua sudah terbiasa mendengar dan mengatakan kata BERKAT. Tetapi jangan karena terbiasa, kita lupa apa sebenarnya BERKAT yang dimaksud Firman Tuhan.

Dua tokoh Alkitab yang akan saya angkat untuk mempelajari tentang “berkat”, adalah:

  • MARIA. Lukas 1:26-38.  
  • PETRUS. Lukas 5:1-11.

Berkat bukanlah tujuan hidup kita. Jika itu yang ada di pikiran kita, maka kita sudah terpengaruh dengan materialism/konsumerisme. Untuk hal itu ada peringatan bagi kita di 1Timotius 6:9.

Sebelum kita mengambil kesimpulan, mari kita lihat seorang tokoh lain. Ia adalah tokoh spritual (dari sisi Alkitab) dan tokoh sekular (dari sisi sejarah). Namanya YUSUF. Bagi Anda yang suka dengan sejarah, mungkin penasaran, apakah benar Yusuf ini ada dalam catatan Bangsa Mesir. Para penafsir Alkitab percaya bahwa, NAMA, PENAMPILAN, PENGGAMBARAN Yusuf adalah betul-betul Mesir. Tokoh yang paling dekat dengan gambaran “second-in-command” adalah INHOTEP.

Tapi saya tidak sedang membahas hal itu, let’s see from the Bible, Yusuf dicatat secara menarik.

  • Yusuf adalah PEKERJA.

Yusuf bukanlah orang yang suka berpangku tangan, meskipun pada awal hidupnya ada konotasi dia adalah seorang pemimpi. (Kej.37:19)

  • He is striving for SUCCESS.

Ini hal yang menarik. Banyak orang menyangka kesuksesan dunia bukan sesuatu yang Alkitabiah. Ingat hal ini, kita sukses bukan supaya dunia melihat kita, atau untuk melayani Dunia. Kita sukses karena kita MEMAKSIMALKAN potensi yang Tuhan beri di dalam hidup kita. (Kej.39:2-6)

  • Dia sering diidentikkan dengan Yesus. (Kej.30:25) (Luk.2:4)

Yusuf tidak pernah mengenal Yesus. Namun demikian Roh yang sama ada pada Yusuf.

Hal ini akan saya pergunakan untuk memotivasi Anda dengan kebenaran Firman Tuhan, untuk bergerak di Marketplace.

Konsep Marketplace ini sudah dikenal sejak jaman Gereja mula-mula, seperti apa yang dilakukan Paulus.

  • Kis.17:22-23 à Dia berdiri di sidang Aeropagus.
  • Kis.18:1-3 à Dia disebutkan sebagai “tukang kemah”.
  • Kis.19:8-10 à Dia disebutkan mengajar di ruang kuliah.

Marketplace adalah kumpulan pilar-pilar penyokong suatu masyarakat atau komunitas. Bersama dengan keluarga dan agama, marketplace membentuk dan menjadi karakteristik suatu masyarakat.                                                                     

  1. Arts (Seni) & Entertainment (Hiburan)*
  2. Business (Dunia Usaha)*
  3. Education (Pendidikan)*
  4. Government (Pemerintahan)*
  5. Media (Media informasi)*

Sehingga sekarang saya berbicara di atas kedua pilar keluarga & agama, menyodorkan kepada saudara pengertian mengenai bekerja dan memberi buah.

Lebih dari Pemenang

Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Tanggal 11 September adalah tanggal yang membangkitkan kenangan beragam bagi banyak orang dan jika ada Jemaat Tuhan yang suka mengikuti berita dunia, Anda pasti pernah mendengar/membaca tentang ini. Mari saya segarkan ingatan Anda tentang apa yang terjadi di tanggal ini. Khususnya juga untuk rekan-rekan muda yang baru berusia balita di masa kejadian yang memengaruhi kondisi global ini.

Secara singkat di tanggal ini pada tahun 2001, ada 4 (empat) penerbangan di wilayah udara Amerika Serikat yang dibajak teroris. Dua pesawat ditabrakkan ke menara kembar WTC (World Trade Center) di New York, satu pesawat ke gedung Pentagon (markas besar tentara Amerika Serikat), dan satu pesawat lain jatuh sebelum mencapai sasaran teroris, yaitu Gedung Putih (istana kepresidenan Amerika Serikat). Namun demikian ada fakta lain yang terungkap bahwa salah satu “otak” serangan ini berpendapat bahwa Gedung Putih adalah sasaran yang sulit, dan lebih memilih untuk menyerang Capitol Building (gedung dewan  dan senat Amerika Serikat).

Untuk pesawat yang terakhir, ada kisah heroik yang menyertainya. Para penumpang pesawat tersebut bersepakat untuk melawan teroris yang membajak pesawat. Mereka berhasil menggagalkan rencana teroris untuk menabrakkan pesawat itu ke Gedung Putih, atau alternatif lain Capitol Building. Namun untuk itu pesawat dan semua orang di dalamnya jatuh di sebuah lapangan, sekitar 20 menit waktu penerbangan dari Washington D.C.

Menurut Jemaat Tuhan siapa yang menang dalam tragedi ini? Bagi organisasi teroris yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan teroris ini, kematian, rasa takut, dan amarah dari orang-orang Amerika Serikat adalah bukti kemenangan mereka, meskipun semua pelaksana serangan teroris ini mati dalam satu hari, mereka memang sudah merancangkan ini. Bagi penumpang pesawat dan kru pesawat yang berhasil menggagalkan serangan teroris, mereka menang atas rencana jahat terorisme, meskipun akhirnya nyawa mereka yang menjadi korban.

Bukankah tragedi serangan 11 September kemudian menjadi ironi? Ada pihak yang menyebut kesengsaraan dan kesedihan orang lain adalah kemenangan. Demikian juga ada pihak yang berhasil menggagalkan rencana jahat orang lain meski nyawanya direnggut, ini pun disebut kemenangan.

Kemenangan yang sejati adalah ketika seseorang berhasil mengalahkan yang paling terakhir, yang paling sulit, yang tidak terbandingkan dengan musuh lain. Musuh terakhir itu adalah maut. 1Korintus 15:25-26.  Seperti dicatat dalam kisah penerbangan pesawat yang terakhir jatuh, ada seorang pramugari yang terekam suaranya berteriak kepada para teroris, dengan memohon, “Aku tidak mau mati, aku tidak mau mati, aku tidak mau mati!” Kita semua, Jemaat Tuhan, pada akhirnya harus bisa mengalahkan musuh terakhir ini. Ini tidak dapat dikalahkan dengan niat, harta, takhta, atau apapun yang bisa Anda miliki.

Hanya satu orang pribadi saja yang mampu mengatasi maut, Yesus! Hal yang sulit bagi semua manusia di muka bumi telah diselesaikan oleh DIA. Yesus bangkit dan tidak mati lagi! Roma 6:9. Ini yang kemudian menjadi bagian kita orang-orang percaya. Bahwa maut tidak lagi berkuasa atas hidup kita! Kematian bukan lagi jembatan kepada maut dan kebinasaan kekal. Namun kematian adalah jembatan kepada Kristus dan kehidupan kekal! Roma 8:1-2.

Pemahaman ini harusnya jadi fondasi yang tidak tergoyahkan bagi iman kita. Seperti George W. Bush, presiden Amerika Serikat saat itu berkata, “Serangan teroris bisa mengguncangkan fondasi dari gedung-gedung terbesar milik kita, tetapi mereka tidak bisa mengguncangkan fondasi dari Amerika.” Seharusnya kita pun demikian bisa tetap berdiri tidak terguncangkan. Mazmur 73:26.

Serangan 11 September mengakibatkan korban ribuan nyawa hilang. Setelah didata semua korban secara keseluruhan berasal dari 93 negara di dunia. Bahkan beberapa drama dan film dari banyak negara ada yang mengambil tragedi 11 September ini sebagai bagian dari kisahnya. Plot twist yang bermain di kepala saya, ada beberapa dari mereka yang mungkin baru saja memenangkan sesuatu, tetapi mereka tidak tahu ada satu musuh yang menanti mereka. Namun saya juga percaya bahwa ada orang-orang percaya yang menjadi korban, tubuh mereka mati, tetapi sama seperti Yesus mereka akan mengalahkan maut, dengan bangkit kembali saat Yesus datang kali kedua. 1Tesalonika 4:16.

Ini adalah hal yang khas pada kekristenan, kita memiliki Allah yang begitu mengasihi kita, IA memberikan kemenangan pada kita atas musuh terbesar yang tidak dapat dikalahkan oleh manusia, kematian yang membawa pada maut. Kejadian 5:5. Dengan meniadakan penghukuman ini, Yesus mengaruniakan kita suatu anugerah yang begitu besar, bahkan tanpa kita mengusahakannya. Inilah yang disebut lebih dari pemenang! Sekarang kita bisa memahami perspektif Daud dalam Mazmur 20:7-9, bahwa Tuhan lah yang memberi kemenangan, Jadi bukan hal-hal lain yang kita megahkan, namun karena kita memiliki urapan Allah dan bagian dalam keselamatan, itulah kemegahan kita. Lukas 10:19-20.

MATERI “PELAYANAN PRAKTIKAL DAN KEPEMIMPINAN KRISTEN” SAB 67

Untuk rekan-rekan Kelas 1 Anda bisa download file dokumen berikut untuk handout kelas. Cek sekarang berkala halaman ini, karena akan ada penambahan materi secara bertahap. Untuk permintaan, komentar, dan saran silakan email ke: contact@jeffminandar.com.

ROH KUDUS

Wahyu 22:17

Kehidupan kekristenan berpusat pada Tuhan Yesus Kristus. Itulah mengapa kemudian orang-orang percaya atau murid-murid Yesus disebut Kristen. Kisah Para Rasul 11:26. Iya, saya dan semua jemaat Tuhan yang terkasih adalah murid Yesus. Ingat permintaan Yesus kepada “keduabelas muridNYA” (yang kemudian disebut rasul-rasul Yesus Kristus) adalah untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus. Matius 28:19-20.

Tujuan akhir dari kehidupan seorang Kristen adalah supaya dimanapun Tuhan Yesus berada kita juga berada bersama-sama dengan DIA. Yohanes 17:24. Ini yang kemudian dalam Perjanjian Baru disebut perkawinan Kristus dan Gereja (kumpulan orang-orang Kristen). Ini bukan perkawinan jasmani. Markus 12:25. Tetapi perkawinan rohani, Tuhan Yesus Kristus (Anak Domba Allah) adalah mempelai laki-laki. Gereja Tuhan (yang sempurna) adalah mempelai perempuan atau pengantinNYA. Wahyu 19:7.

Kalau di dalam dongeng selalu diucapkan “…dan mereka kemudian hidup bahagia bersama selama-lamanya,” hal ini akan menjadi kenyataan di Akhir Zaman. Ini bukan dongeng, ini benar-benar akan terjadi. Semua orang Kristen yang menjadi bagian dari Gereja Sempurna akan diam dalam kekekalan bersama Yesus. Wahyu 22:3-5.

Semua orang Kristen harus mengerti bahwa iman kita berdasarkan semua peristiwa yang terjadi pada Yesus saat IA ada di muka bumi, sama seperti yang dituliskan oleh Paulus di 2Timotius 2:8. Perhatikanlah hari-hari perayaan Kristiani kita: Natal – Paskah (kematian & kebangkitanNYA) – Kenaikan. Kita percaya:

  • Sebab DIA datang (Natal),
  • Sebab DIA serahkan nyawa (Paskah – kematianNYA),
  • Sebab DIA hidup (Paskah – kebangkitanNYA),
  • Sebab DIA kembali ke Surga (kenaikanNYA),

maka kita memiliki jaminan kekekalan setelah hidup yang sementara di bumi ini. Yohanes 3:16.

Demikian juga kita belajar dalam Alkitab apa yang terjadi sebelum Tuhan Yesus Kristus hadir di muka bumi. Tercatat dalam Perjanjian Lama tentang Taurat. Taurat adalah dari Tuhan yang digambarkan Paulus sebagai penolong yang menuntun (Galatia 3:24) dan mengawasi (Galatia 4:2). Namun waktuNYA Allah tiba ketika IA mengutus anakNYA yang datang di bawah hukum Taurat (ayat 4), menebus mereka yang ada di bawah hukum Taurat (ayat 5).

Kehadiran Yesus membawa Kasih Karunia bagi seluruh umat manusia, menggenapi Taurat. Itulah mengapa kita disebut di luar kasih karunia Yesus jika kita masih berpegang pada “penolong yang lama” yaitu hukum Taurat. Galatia 5:4. Setelah Tuhan Yesus naik ke Surga, dikatakan di dalam Injil bahwa IA akan mengirimkan “penolong yang lain” (Yohanes 14:16), yang akan memimpin kita (Galatia 5:18) sampai kita menggenapi hidup kekal bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus.

Perjalanan rohani kita seperti seorang anak yang terus berkembang, semakin kuat, semakin penuh hikmat, untuk mengerti bahwa sekarang kita membutuhkan Roh Kudus. IA yang akan mendampingi kita sampai kita menjadi pengantin perempuan Tuhan Yesus Kristus. Wahyu 22:17. Suatu hari yang kita nantikan bersama, hidup dalam Kerajaan Allah, untuk selama-lamanya.

AKU SPESIAL DI MATA TUHAN

Semua orang senang jika dirinya dilihat istimewa di mata orang lain. Bayangkan kalau Anda tiba di suatu tempat kemudian disambut lebih dari orang yang lain, diberi sajian yang lebih dari orang lain, dan pulang membawa buah tangan yang berbeda dari orang lain. Anda istimewa!

Namun sayangnya pada kenyataannya tidak semua dari kita melihat bahwa dirinya istimewa. Kita merasa ada sesuatu yang kurang, cacat, atau tidak sempurna, sehingga kita tidak istimewa. Kabar baiknya ada pengharapan di dalam Yesus untuk menghadapi dunia yang semakin mengaburkan keistimewaan.  

Lukas 4:18. Yesus sendiri menyatakan bahwa kedatanganNYA adalah untuk membawa kabar baik. Apa kabar baiknya? Tahun rahmat Tuhan, tahun Anugerah Tuhan telah datang. Waktu kemurahanNYA telah datang. Tuhan tidak marah terhadap Anda, Tuhan malahan memberi Anugerah, sebuah hadiah yang seharusnya tidak layak kita terima. Hadiah diberikan kepada seseorang setelah perbuatannya. Misalnya dalam perlombaan. Namun anugerah, berarti seseorang yang tidak layak, yang tidak mampu mengupayakannya sendiri. “Anda adalah anugerah dan bukan musibah”. Katakan itu kepada orang di samping Anda. “Anda istimewa (luar biasa) bukan biasa-biasa saja” Karena itu Surga memberi yang paling istimewa yang dimilikinya. Kalau dalam salah satu lirik lagu Hillsong disebut “the darling of Heaven”.

Yesus adalah anugerah yang melebihi hadiah apapun yang mungkin kita bisa terima. Jauh lebih berharga dari hadiah yang dunia bisa tawarkan. Jika kita baca Roma 8:32 dikatakan: “IA yang tidak menyayangkan…” You won’t appreciate something until you realized how precious it is to someone else. Hal-hal seperti ini biasanya Anda dapatkan ketika Anda bertemu dengan orang yang posisi, kondisinya lebih sulit dari Anda. Ini terjadi di kedukaan (karena itu ucapkan rasa kasihmu ke orang tua sebelum terlambat). Atau juga ketika Anda mengunjungi tempat-tempat terpencil yang kekurangan air, makanan, atau listrik misalnya. Anda akan kemudian sangat menghargai hal yang sangat sederhana. Mungkin Anda ingat cerita Raja Daud dan pahlawan-pahlawannya di 2Samuel 23:13-17.

Kalau kita kembali pada pembacaan kita di Roma 8:32, selanjutnya ditulis “…tetapi yang menyerahkanNYA bagi kita.” Anda akan dapatkan bagaimana berharganya anugerah yang Anda peroleh, dan itu diserahkan “bagi kita”, khusus, istimewa. Saya pernah menyampaikan dalam khotbah lain yang menyatakan betapa orang tua saya (dan tentu saja orang tua Anda) sangat menyayangi anaknya. Anda pasti bisa menghayatinya, ketika Bapa memberikan AnakNYA, betapa istimewanya sang penerima pemberian itu. Ya, Anda lah sang penerimanya, Anda lah yang istimewa. Saat Anda tidak merasa dihargai ingatlah bahwa Bapa memberi Yesus bagi Anda. 

Karena itu seharusnya kita punya “cara pandang yang positif” mengenai Tuhan. Karena Allah bukan lawan kita, namun Allah adalah BAGI KITA. He is for us!!! Dalam Mazmur 146:8 “…Tuhan mengasihi orang-orang benar.” Anda bisa berargumen: “tetapi saya belum benar, saya belum sempurna…” Betul. Demikian juga dengan Abram. Kejadian 15:6.  Seseorang yang tidak benar, namun karena imannya membuat dia dibenarkan di hadapan Allah. Kalau kita melihat ke Perjanjian Baru, seperti halnya Abram, iman kita kepada Yesus yang membenarkan kita. Roma 3:23-26.

Kalau berkaca pada perbuatan kita, dosa sajalah yang kita perbuat. Kita ini debu tanah yang mudah dilenyapkan, namun syukur kepada Allah di dalam Yesus Kristus yang hadir bagi kita semua, sehingga kita dibenarkan, kita diistimewakan. Hendaknya kita bersyukur sungguh, dan bermegah hanya di dalam DIA. 1Korintus 1:30-31. Inilah kabar baik itu, yang diberikan supaya kita juga bagikan (makna penginjilan adalah membagikan): ANAK ALLAH TELAH DIBERIKAN BAGI KITA KARENA KASIHNYA PADA KITA. Itulah mengapa kesimpulan dari semua Injil/Kabar Baik itu selalu kembali kepada: Yohanes 3:16. Ini kemudian diulangi lagi di 1Yohanes 4:9, bahwa kasihNYA membuat kita hidup.

Ingatlah bahwa Hukum Kasih yang terutama, Kasih Allah menjadikan kita ada, bahkan semua ini nampak dari awal kejadian penciptaan. Demikian juga, bahkan setelah jatuh dalam dosa, kita menjadi istimewa Karena kita dihidupkan oleh KasihNYA. Itulah kenapa iblis sungguh iri dengan keistimewaan manusia. Dia berusaha menghilangkan KASIH di dunia ini. Maka dari itu satu-satunya cara melawan iblis, adalah dengan mengembangkan Kasih Allah yaitu lewat kita mengasihi sesama.

Tuhan sudah memberikan talenta kepada setiap dari kita. Pakailah talenta itu untuk mengasihi sesama. Ini ada beberapa contoh dari Alkitab untuk inspirasimu:

  1. Lukas 7:2-8. Seorang perwira, dia bekerja, namun dia punya hati untuk orang lain (ayat 4-5). Bahkan untuk pembantunya dia berusaha mencari pertolongan (ayat 2-3). Dia adalah orang yang memiliki iman yang besar, yang tidak mau menyusahkan hamba-hamba Tuhan (ayat 6-8).
  2. Lukas 8:3.Perempuan-perempuan istri pejabat dan pengusaha, kalau mungkin sekarang kita sebut sosialita, mereka melayani rombongan Yesus dengan kekayaan mereka.
  3. Matius 25:37-40. Yesus memberi contoh sederhana, ketika Tuhan masih memberi nafas hidup, mari kita memberi sebagian yang kita makan/minum/pakai, memberi waktu berkunjung, memberi tempat, bagi mereka yang membutuhkan.

Jangan tanya berapa banyak yang Tuhan belum beri kepadamu. tetapi bertanyalah berapa banyak yang belum kita beri kepada sesama. Ketika Anda memberi itu menjadikan Anda istimewa. Ini bukan tentang jumlah, tetapi tentang kasihmu pada Allah yang ditunjukkan dengan kasihmu pada sesama.

COPY PASTE (SALIN TEMPEL)

3Yohanes 1:11

Ini adalah fitur yang sangat berguna untuk orang-orang yang bergelut dengan dokumen elektronik. “Copy” adalah tindakan menyalin sesuatu dalam dokumen, sedangkan “paste” adalah tindakan memasukkan yang sudah disalin itu ke dokumen lain. Sebenarnya istilah ini pada dasarnya bisa berguna untuk banyak hal, pada dasarnya menyalin dan memasukkan yang sudah disalin itu sama persis.

Meskipun di dunia akademis istilah ini tidak direkomendasikan bahkan tidak diperbolehkan karena risiko plagiarisme (penjiplakan yang melanggar hak cipta). Namun saya ingin menekankan bahwa istilah yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia sebagai “salin tempel” ini bukan sekadar “menempelkan” seperti kita menempel kertas. Tetapi yang dimaksud adalah menjadikan sesuatu jadi bagian tidak terpisahkan dari dirinya.

Sama seperti hal lain dalam hidup, ada hal positif dan ada hal negatif yang bisa kita pelajari dari copy paste ini. Tentu saja pilihannya jelas, Anda diharapkan memakainya secara positif. Salinlah hal-hal yang positif bukan yang negatif. Kita bisa menyalin atau meniru kehidupan dunia ini, dan itu lebih mudah daripada meniru kehidupan Yesus. Tetapi Yesus minta kita tidak mengambil jalan yang mudah. Matius 7:13-14.

Karena itu pilihan kita adalah menjadi berbeda bukan menyalin apa yang dari dunia ini (Roma 12:2) tetapi menjadi serupa, presisi, persis dengan Yesus, Anak Allah (Roma 8:28-29).

Apa yang membuat Yesus berbeda?

YESUS menyadari mengenai siapa Bapa yang sejati. Lukas 2:49. Yesus menyadari bahwa meskipun IA lahir didalam keluarga Yusuf dan Maria, namun keberadaanNYA adalah sebagai anak BAPA di Surga. Ini penting! Sebab seringkali kita terjebak kepada dua ekstrem.

Pertama kita begitu membenci dan tidak mengampuni bapa kita di dunia karena satu atau dua hal yang dia lakukan yang menyakiti hati kita. Ingatlah bahwa menghormati ayah itu adalah kehendak Allah sejak zaman Israel kuno. Keluaran 20:12.

Atau bisa jadi kita melakukan ekstrem yang kedua, begitu tergantung pada bapa kita di dunia bahkan cenderung menjadikan bapa di dunia ini lebih penting dari Bapa di Surga. Ada perbedaan yang jelas antara mengasihi dan “kebergantungan”. Ingat Matius 19:5 bahwa kita harus belajar menjadi “independen”.

Ini yang harus kita salin untuk menjadi bagian dalam hidup kita, kita menyalin yang positif. Apakah mudah untuk mengampuni? Tidak, tetapi itu yang dilakukan Yesus. Lukas 23:34. Lebih mudah mana hidup kebergantungan atau independen? Tentu saja hidup kebergantungan, tetapi kita malah diminta melakukan yang sulit. Kalau kita baca Lukas 14:26 ini sering menjadi kebingungan, karena dianggap kita harus membenci keluarga kita.

Apa lagi yang membuat Yesus berbeda?

Yesus menyerahkan haknya kepada Allah Bapa. Matius 6:10. Saat itu DIA sedang mengajar mengenai doa, dan inilah juga yang benar-benar dihidupi oleh Yesus. Bahkan sampai kepada akhir hidupNYA saat DIA bergumul sendirian di Taman Getsemani. Matius 26:42. Apakah mudah untuk menyerahkan hak kita dan membiarkan Tuhan bekerja dalam hidup kita? Sangat tidak mudah karena kita cenderung untuk mempertahankan hak kita.

Pada akhirnya ini yang ingin saya katakan, tidak mudah untuk menjadi penurut-penurut Allah seperti yang Paulus katakan di Efesus 5:1. Karena Anda harus menyalin persis seperti apa yang Yesus lakukan. Tetapi kesulitan yang kita hadapi untuk menjadi serupa itu mungkin karena kita mengandalkan kemanusiaan kita, dan bukan mengandalkan Roh Allah yang diberikan pada kita. Matius 26:41.

Hari ini jika kita ingin menjadi berbeda dari dunia, dan menjadi penurut-penurut Allah, yang berjalan persis dengan kehendakNYA, serupa dengan Yesus. Biarlah hidup kita dipenuhi oleh Roh Allah. Sembah DIA, terhubung dengan Allah yang adalah Roh itu, dalam penyembahan di tengah perkumpulan jemaat dan di tengah kehidupan sehari-hari kita.

REIMAGINE

Amsal 18:11

Membayangkan sesuatu bukan suatu dosa, tetapi bisa membawa kepada dosa. Ketika bayangan itu membawa kepada perilaku yang berlawanan dengan kehendak Allah, itu adalah dosa. Kejadian 4:7. Demikian juga kalau bayangan itu membawa pada keinginan untuk memiliki, menguasai, menikmati yang bukan miliknya. Matius 5:27-28.

Kata “imagine” dalam Alkitab bisa diterjemahkan ke beberapa istilah bahasa Indonesia. Kali ini saya ambil dari Good News Bible (GNB), tiga ayat berikut mengandung kata “imagine” dalam bahasa Inggris, dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi tiga kata yang berbeda:

  • “Kira” (Ester 4:13)
  • “Merancangkan” (Mazmur 41:8)
  • “Anggapan” (Amsal 18:11)

Sehingga tepat kalau kemudian kata “reimagine” mengandung arti membentuk konsep baru, atau perkiraan baru, rancangan baru, atau anggapan baru. Kapanpun kita memasuki sesuatu yang baru harusnya kita berusaha memiliki konsepsi yang baru ini.

Menariknya di Sekolah kita belajar Biologi yang membahas tentang “konsepsi”. Konsepsi adalah istilah biologis untuk suatu percampuran inti sel jantan dan inti sel betina, keduanya bertemu dan disebut pembuahan.

Hasil pembuahan ini bukan lagi sel jantan atau sel betina yang sebelumnya tetapi bentuk yang baru. Demikian juga dalam kita memasuki sesuatu yang baru, harus ada konsep baru yang muncul.  Konsep yang baru ini berasal dari gabungan pengalaman sebelumnya dengan tantangan / kesempatan di masa depan.

Contohnya seperti ini, sepanjang tahun lalu Anda mengalami kegagalan dalam mencapai nilai yang memenuhi SKL (Standar Kompetensi Lulusan) mata pelajaran Bahasa Inggris. Sementara di tahun yang baru ada kesempatan lagi untuk mengulang mata pelajaran yang sama, dan Anda mengetahui ada teman sekelas yang pintar Bahasa Inggris.

Munculkan konsep baru tentang Bahasa Inggris bahwa Anda bisa menyelesaikannya dengan cara belajar yang baru. Berarti konsep lama belajar Bahasa Inggris yang “seadanya” digantikan konsep baru yaitu mempelajari kosakata Bahasa Inggris lebih serius dengan belajar bersama dengan teman yang pintar Bahasa Inggris itu, sehingga terbentuk kebiasaan baru.

Hal ini berlaku di semua konsep lama yang menurut Anda tidak lagi berhasil. Cara melayani yang lama, cara komunikasi yang lama, cara menghabiskan waktu yang lama, dan lain sebagainya. Bayangkan diri Anda menjadi manusia baru, memulai dengan yang baru. Pikirkan cara lebih dekat dengan Tuhan, bukan dengan “idol” favoritmu. Bayangkan hidupmu berubah dengan Tuhan.

Kalau Anda dulu berpikir bahwa di dalam Kristus berarti masih bisa menyimpan hal yang lama, mari berpikir ulang, buat konsep baru bahwa Anda akan menanggalkan yang lama dan menyambut yang baru dengan melakukan hal-hal baru di dalam Kristus. 2Korintus 5:17. Ayo punya SLO (Semangat baru, Langkah Baru, dan Optimisme baru). Yesaya 42:9-10.