​LOVE GOD, LOVE PEOPLE

Ini adalah suatu ungkapan yang terkenal di dunia kekristenan, terutama jika Anda mengikuti perkembangan musik rohani kontemporer di Indonesia. Karena ini adalah judul album live dari seorang pemimpin pujian terkenal di Indonesia, bernama Sidney Mohede. Tetapi apa sebenarnya “Love God, Love People” itu?
Saya rasa kita sama-sama setuju kalau ungkapan ini berasal dari Hukum yang Terutama yang dikatakan Yesus dalam:

Matius 22:37-40 (TB)  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Menarik sekali beberapa tahun yang lalu ketika saya menghadiri Hillsong Conference. Salah seorang pemimpin pujian dari Hillsong berkata demikian: “Kami percaya bahwa menyembah Tuhan itu bukan sekedar membuat album, mengadakan konser, dan menyanyikan lagu pujian-penyembahan. Tetapi kami sadar bahwa menyembah Tuhan berarti juga berdiri membela mereka yang lemah. Menyembah Tuhan berarti mencari solusi untuk ketidakadilan sosial. Menyembah Tuhan juga dapat berarti membantu mereka yang tidak seberuntung kita.” Saat itu saya sadar betapa Hillsong Church, di tengah segala pro-dan-kontra mengenai mereka, benar-benar menjadi garam dan terang di tengah-tengah komunitasnya.

Saya tahu beberapa gereja mungkin terinspirasi dari gereja lain untuk mulai membuat dan memroduksi penampilan, pertunjukkan, lagu-lagu, dan tidak ada yang salah dengan hal itu. Bagi saya membuat sebuah lagu itu seperti membuat sebuah skenario. Menariknya demikian juga dengan Kasih atau Cinta, itu adalah skenario besar. Apa yang saya maksudkan dengan skenario adalah kisahnya belum selesai sampai itu benar-benar selesai. Bahasa pop-urban nya, it aint over till its over. Bahwa kisah ini bukan akhir, bahkan hidup kita nanti di dalam Kerajaan Surga juga bukanlah akhir. Allah yang penuh Kasih itu punya skenario untuk setiap kita. (Yesaya 66:22  langit & bumi baru tinggal tetap, demikan keturunan orang percaya).

Baiklah untuk mempermudah, coba bayangkan dalam sebuah lagu, misalnya lagu yang lirik awalnya This is my desire Bagian refrain dari lagu ini, yang juga dijadikan judul oleh penciptanya, adalah Lord, I give you my heart (Mazmur 63:2  jiwaku haus, tubuhku rindu; Yesaya 55:8  tingginya jalanKU dari jalanmu). Jika saja heart itu tidak ada disana maka lagu itu skenarionya belum selesai. Percayalah, bahwa Allah belum selesai dalam kehidupanmu. Apapun kondisimu sekarang ini, Anda harus terbuka dan percaya bahwa rancangan Tuhan bukanlah rancangan manusia. Dalam Amsal 4:18 dikatakan: 
Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Ini adalah kisah mengenai kemuliaan yang terus meningkat, sampai saat ini kita masih baru dibukakan sampai di level Surga, tetapi saya percaya itu bukan akhirnya, ada sebuah misi yang Tuhan akan berikan kepada kita dalam kemuliaan yang gilang gemilang itu. Karena itulah Paulus bisa berkata penderitaan jaman sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan apa yang menanti.

Kembali pada ayat Utama kita. Saya mendapati bahwa adalah sesuatu yang dilematis ketika kita berbicara tentang Hukum Kasih. Ini terjadi terutama ketika kita masih mengenakan cara pikir Hukum Taurat. Hukum dalam kerangka pikir Hukum Taurat fokusnya adalah menghindari konsekuensi buruk dengan tidak melakukan apa yang dilarang. Dalam kerangka pikir Hukum Kasih – atau Hukum yang Terutama  ia bukannya menghindar namun malahan melakukan sesuatu dengan sengaja karena itu adalah prinsip dasar dari segalanya. 

God  Love  People  Love  God

Itulah konsep Yesus mengenai murid-murid atau pengikut-pengikutNYA, bukan SEGREGASI melainkan PENETRASI. Mungkin ini kata-kata yang terlihat rumit, tetapi sebenarnya tidak ketika kita membaca Matius 5:13-16.

Jadi bagaimana kita menyimpulkan hal ini? LOVE ALWAYS WORK. Kalimat dalam Bahasa Inggris ini memiliki makna ganda. Pertama, bahwa kamu tidak akan pernah salah jika memakai Bahasa Kasih (Galatia 5:22-23). Kedua cinta, kasih selalu tentang melakukan sesuatu, itu aktif dan bukannya pasif. Itulah mengapa dalam terjemahan Bahasa Inggris, setelah kisah tentang karya Allah dalam Yesus yang mengagumkan, diikuti oleh ACTS. Ini adalah kisah ketika kasih itu dipraktekkan. 

Advertisements

​A Poem from 33,000 feet

Saya ini penikmat saja 

Dalam tabung udara yang mampat 

Rasa dalam dada terhambat 

Siapa saya berhak mengatur rasa 
Saya bilang saya ini penikmat saja 

Tiada pernah hati ini beranjak pulang 

Dari imaji yang melayang dan berpetualang 

Hanya sapa pun enggan terhela 
Saya tegaskan sekali lagi, saya ini penikmat saja 
Entah dasawarsa berapa kukenal ini 

Namun selama hidup ia datang dan pergi 

Mungkin kini ku lebih mengerti

Dia ada di sebelah kiri 

Pikiran menampi rasa tak menyepi 

Kurasa inilah hidup untuk menikmati 

Hidupi saja lah.
DFW to HOU
18.06.2016

-JM-

HOW MUCH MORE (Betapa Lebih Lagi)

Apakah Anda bisa menebak kira-kira di ayat apa Tuhan Yesus pernah mengatakan hal ini di dalam Injil? Baiklah kalau Anda tidak bisa menebak dalam Bahasa Inggris, bagaimana kalau kita coba dengan Bahasa Yunani? “Posos” (how much – betapa lebih) dan “mallon” (more – lagi). Baik kalau masih bingung memang di dalam Terjemahan Baru yang rata-rata kita miliki dipakai kata “apalagi”, mari kita buka di dalam Matius 7:11. Menariknya “hal-hal yang baik” dari ayat di Matius, dituliskan sebagai “Roh Kudus” di Lukas 11:13. Jadi dari ayat-ayat ini dengan kata “apalagi” Yesus ingin membuat kontras antara bapa di dunia dan Bapa di Surga. Jika bapa di dunia memberi hal-hal dunia, Bapa di Surga memberi hal-hal rohani.

Mengenai bapa di dunia, kita mengerti bahwa mereka memiliki anak berdasarkan hubungan suami-istri seperti yang digambarkan di Kejadian 4:1. Pada ayat ini kata “anak” dipakai kata Ibrani: iysh (yang artinya laki-laki). Sedangkan mengenai Bapa di Surga, IA juga memiliki anak-anak seperti dituliskan di 1Yohanes 3:1, dan kata anak yang dipakai adalah kata Yunani: teknon (gambaran anak secara keseluruhan).

Kita semua adalah anak dari bapa kita di dunia. Bagaimanapun kita tidak bisa menutupi fakta ini, betapapun tidak sempurnanya bapa kita di dunia, mereka adalah “alat Tuhan” untuk menghadirkan kita di dunia ini. Saya akan memberi 2 contoh mengenai bapa di dunia yang ditulis di Alkitab yang menunjukkan ketidaksempurnaan.

  1. Isai, bapa dari Daud. 1Samuel 6:11 (tidak menganggap anak bungsunya)
  2. Yusuf, “bapa” dari Yesus. Matius 13:55 (tidak memiliki status sosial, dan banyak komentator Alkitab percaya ia mati muda)

Meskipun bapa di dunia tidak sempurna, rancangan Bapa di Surga sempurna. DIA tidak akan membiarkan kita hidup tanpa tujuan dan tanpa potensi.

Namun demikian kita juga harus menyadari bahwa kita juga adalah anak-anak Allah karena iman kita kepada Yesus Kristus. Galatia 3:26. Karena kita adalah anak Allah, kita juga adalah ahli waris. Betapa luar biasa. Roma 8:17. Tetapi kita juga harus sadar bahwa dalam janji itu ada bagian kita dalam penderitaanNYA. Jika Yesus harus menderita sebelum masuk dalam kemuliaanNYA (Lukas 24:26) mengapa kita harus takut? Roma 8:18. Kuatkan hati kita itu yang perlu kita lakukan. Yohanes 16:3.

Jika bapa di dunia tahu apa yang baik untuk anaknya, APALAGI Bapa di Surga. DIA sangat memerhatikan kita.

GodblesS

JEFF

​I’M FREE

Mari pertama-tama kita baca ayat utama kita di Kisah Para Rasul 13:39a.

“Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa…”
Kebebasan  adalah dambaan banyak orang, konsep bebas melakukan apapun adalah konsep yang  menyenangkan. Setidaknya secara konseptual, karena pada kenyataannya,  kebebasan yang  tanpa batas, sadar atau tidak akan berbalik memenjarakan orang tersebut. Inilah ironi kebebasan tanpa batas. Ambil  contoh saja:  bebas memakai  drugs – terpenjara kecanduan;  bebas having  sex – terpenjara rasa bersalah & konsekuensinya.   Quotes from Bob Dylan.  

“A hero is someone who understands the responsibility that comes with his freedom.”
 Lalu dimana kebebasan sejati itu? Yesus menyatakan dengan jelas: “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun  benar-benar  (=sejati) merdeka.” Yohanes 8:36. Ketika kita mengenal kebenaran (yaitu di dalam DIA). Dalam Matius 6:33 Yesus menyatakan bahwa kebenaran di dalam DIA (yaitu kebenaran Kerajaan Allah) seharusnya itu yang menjadi prioritas. Seringkali manusia fokus pada perubahan dari luar ke dalam, padahal yang menentukan itu apa yang ada di dalam. Karena yang dari dalam itu akan terpancar ke luar.
Jika mengacu pada ayat Utama di Kisah Para Rasul 13:39a. Ada beberapa pertanyaan yang mungkin muncul: Mengapa kita perlu bebas dari dosa? Jawabannya ada di dalam Alkitab. Roma 6:23. Semua manusia berdosa dan harus diganjar dengan maut. SIapa yang mengenalkan dosa pada dunia? Dalam Yohanes 10:10 Iblis adalah pencuri, pembunuh dan pembinasa. Apa yang indah pada manusia dicuri, dibunuh dan dibinasakannya, sehingga manusia menerima konsekuensi yang fatal. 
Apa sebenarnya dosa itu? Dosa adalah:

  1. Ketidaktaatan. Kejadian 3:6. Hawa bersama Adam sengaja tidak mengindahkan peraturan Tuhan. 
  2. Keluar dari Rencana Allah. Kejadian 2:16-17. Allah tidak ingin manusia mati.
  3. Hidup dalam ketidakbenaran. Kejadian 3:4-5. Hidup dalam dusta yang dilancarkan iblis. 

Ketidakbenaran adalah lawan dari kebenaran. Ketidakbenaran menjadi esensi dari segala sesuatu yang dilakukan iblis. Apa yang dilakukan pada Hawa, masih iblis lakukan sampai sekarang dengan bungkus yang berbeda.
Apa bungkus yang iblis perkenalkan? 

Gaya hidup. Di dalam lingkungan, karakter, sikap, perilaku. Dalam setiap hari. 

Teknologi informasi.

Self-help / man-wisdom. Membuat orang berpikir bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Yesaya 47:13. Nasihat-nasihat manusia, ramalan-ramalan, meski tidak tersurat ini juga berarti mengandalkan pengetahuan manusia. Yeremia 17:5 terkutuklah yang mengandalkan manusia. 

Kita membutuhkan juru-selamat. Sebelum kita diselamatkan kita harus tahu bahwa kita membutuhkannya. Lukas 5:31 hanya orang sakit butuh tabib. 

Apa yang Yesus lakukan di kayu salib? Dalam 1Tesalonika 5:9, Allah menginginkan keselamatan bagi kita dan bukan dimurkai. Roma 3:20-24 sebenarnya bukan Yesus meniadakan Hukum (karena ada kata “tanpa”) tetapi menggenapkan dengan darahNYA, membenarkan, kita yang hidup dalam ketidakbenaran, dibenarkan karena percaya.

Bagaimana kita bertobat? 

  1. Memproklamirkan Yesus sebagai Tuhan. Roma 10:10.
  2. Mengakui kesalahan dan jalan kita yang serong. Kita mengetahui bahwa kita tidak sempurna, benar-benar berserah, jangan menutupi dengan kebenaran diri sendiri. 1Yohanes 1:9.
  3. Percaya (tinggalkan beban). Matius 11:28.

 

INTIMATELY KNOWN

Paskah adalah dasar dari iman Kristen kita, jika Yesus tidak mati dan bangkit maka sia-sialah iman percaya dan pengharapan kita.

Paskah berasal dari kata “pesakh” yang dalam bahasa Inggris dipakai kata “Passover”. Kita yang seharusnya dihukum, dilewatkan dari hukuman itu karena pengorbanan Yesus. Pengorbanan Yesus membuat kita dibenarkan, sekali lagi ini karena pengorbanan Yesus, bukan karena perbuatan kita. Oleh kasih kita dibenarkan, kita diperdamaikan, sehingga tidak perlu menanggung konsekuensi dari dosa-dosa kita. 1Yohanes 4:10. Inisiatifnya datang dari Allah, karena Allah begitu mengasihi, DIA membuat rencana pendamaian ini dengan mengutus Yesus.

Kita hanya bisa menjadi dekat dengan pihak yang sudah diperdamaikan dengan kita. Ini sesuai dengan apa yang tertulis di Efesus 2:13, oleh darah Kristus kita yang dahulu jauh kini menjadi dekat.

“Intimately Known”  memiliki arti bahwa karena pengorbanan Yesus kita kini dikenal Allah (known adalah bentuk ketiga/verb-3 dari kata know atau “kenal”). Namun lebih jauh dari itu saya melihat ada dua kata dalam bahasa Inggris yang muncul dalam pikiran saya saat mendengar frase “intimately known”. Kata-kata itu adalah: close dan understand. Jadi saya akan membangun khotbah saya dari dua kata ini.

CLOSE.

Bagaimana cara untuk bisa menjadi dekat dengan seseorang? Jelas sekali dengan menjalin komunikasi. Anda tidak mungkin bisa dekat dengan “gebetan” tanpa menjalin komunikasi. Mengenai komunikasi untuk menjadi dekat ini tidak bisa berhenti hanya sebatas menyapa. Menyapa itu baik, namun jika tidak berkomunikasi lebih intens, maka komunikasinya tidak akan menjadi mendalam.

Komunikasi ini juga diperlukan jika kita ingin dekat dengan Tuhan. Apalagi disebutkan di 2Korintus 3:17 bahwa Tuhan adalah Roh, tentu saja tidak bisa sekedar kita “menyapa” Tuhan dan berharap kita dekat dengan DIA. Dekat dengan Tuhan berarti kita melangkah kepada keintiman rohani. Hal ini bisa dicapai dengan doa dan penyembahan, karena dengan doa dan penyembahan lah roh manusia dapat berkomunikasi dengan Roh Tuhan.

Mengenai doa, di dalam Mazmur 145:18 dikatakan bahwa Tuhan dekat dengan mereka yang berseru kepadaNYA. Ini adalah bentuk sederhana dari doa, ini seperti berteriak: Tolong! Saya percaya orang tua yang memiliki anak akan sangat peka mendengar anaknya yang berteriak minta tolong. Demikian juga antara kita dengan Allah. Banyak orang Kristen yang merasa tidak bisa berdoa, karena mereka tidak bisa membuat kalimat-kalimat yang panjang dalam doa mereka. Atau, seseorang tidak berdoa karena dia tidak mau menyusahkan Tuhan selama dirinya masih mampu. Padahal Allah dekat dengan mereka yang meminta tolong. Janganlah menjadi sombong rohani dengan merasa bahwa meminta tolong adalah untuk orang-orang yang berjiwa lemah. Yesus sendiri berdoa di saat-saat terakhirnya sebelum ditangkap dan disalibkan. Lukas 22:4.

Bagaimana dengan penyembahan? Mungkin banyak dari Anda yang sudah mengetahui bahwa kata asli yang dipakai dalam Perjanjian Baru untuk penyembahan adalah “proskuneo”. Kata ini disebutkan 60 kali dalam Perjanjian Baru. Salah satu ayat yang memuat kata ini adalah perkataan Yesus di Yohanes 4:23. Kata “proskuneo” sendiri berarti mencium tangan sebagai tanda penundukan, seperti seekor anjing yang menjilat tangan pemiliknya, dan juga digambarkan berlutut dan menunduk sampai muka menyentuh tanah. Sehingga kita kita bisa mengerti bahwa ketika kita menyembah itu adalah bentuk penyerahan total pada Tuhan apapun yang terjadi. Itu dilakukan dalam Roh dan Kebenaran, ini bukan kebiasaan, ini adalah hubungan.

UNDERSTAND.

Bagaimana kita memahami sesuatu atau seseorang jika kita tidak memiliki informasi dan tidak memiliki pengalaman dengan sesuatu atau seseorang tersebut. Allah memahami kita sepenuhnya karena DIA yang menciptakan kita. Mazmur 139:14-16. Tetapi apakah kita memahami DIA? Mengenal itu bukan sekedar mengetahui identitas, tetapi tahu apa yang dikehendaki. Banyak orang mengaku mengenal Tuhan. Tetapi dalam Alkitab dijelaskan bahwa orang yang mengenal Tuhan mereka melakukan hal-hal yang berkebalikan dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan. Beberapa diantaranya disebutkan Yesus demikian:

  • Matius 5:47. Mereka yang tidak mengenal Allah berbuat baik, menyapa dan (bahkan di ayat 46, mengasihi) hanya kepada yang melakukan itu kepada mereka yang disebut “saudara”.
  • Matius 6:7. Mereka yang tidak mengenal Allah berdoa untuk dilihat dan sebagai kegiatan agamawi (bandingkan tentang yang saya bahas diatas tentang doa).
  • Matius 6:27-32. Mereka yang tidak mengenal Allah kuatir akan banyak hal dan tidak mengerti prioritas, tetapi berbeda dengan prioritas mereka yang mengenal Allah (ayat 33).

Bagaimana kita memahami Allah jika kita tidak mau mempelajari SURAT CINTA ALLAH? Saya katakana demikian karena Alkitab berbicara tentang Yesus (Yohanes 21:25) dan semua yang tertulis diinspirasi oleh Allah. 2Timotius 3:16.

Tetapi diantara semua yang saya sudah jelaskan, adalah sebuah ironi jika kita tidak dikenal Tuhan. Matius 7:23. Karena itu berbaliklah dari kejahatan-kejahatan yang kita sadar dan minta terang Firman dan Roh untuk mengetahui bahkan kejahatan-kejahatan yang tidak kita sadari. DIA mengasihimu.

GodblesS

JEFF

 

IT IS DONE.

​“For every beginning has an end.” 

Untuk segala sesuatu yang dimulai selalu ada akhirnya. Jadi ada awal dan akhir. Ada Alfa, ada Omega (ini untuk huruf Yunani), ada “A”, ada “Z” (ini untuk huruf alphabetical yang biasa kita kenal).

Misalnya saja dalam rangkaian minggu penciptaan yang tertulis di Kejadian 1. Ada awal dan ada akhir dari rangkaian itu, yang akhir kita sebut sebagai hari Sabat. Pada masa Perjanjian Lama ini adalah hari Sabtu, dan sekarang di masa Perjanjian Baru itu adalah hari Minggu. 

Ketika bicara tentang awal penciptaan banyak “orang-orang pintar semacam ilmuwan” yang tidak percaya dan berusaha membuktikan sebaliknya. Ada yang disebut “partikel tuhan” atau secara ilmiah mereka menyebutnya “Higgs boson” dan secara singkat itu adalah partikel yang menyusun segala sesuatu benda di dunia. Tetapi pastilah mereka akan gagal karena mereka sudah menutup mata mereka bahwa Allah adalah yang pertama dan pencipta segalanya. Segala sesuatu juga akan berakhir olehNYA.

Kita mengatakan “It is done” ketika kita sudah menyelesaikan suatu pekerjaan. Ini sama dengan “it is finished”. Done atau finished itu sinonim dengan kata-kata dalam bahasa Inggris: complete, perfect, good. Semua definisi yang saya sebutkan di kalimat terakhir itu menariknya tergambar dalam 3 ayat-ayat yang berurutan di Kejadian 1:31 dan Kejadian 2:1-2. 

  • Good. Kejadian 1:31.
  • Finished. Kejadian 2:1.

Complete. Kejadian 2:2. 

Apa makna dari yang tertulis di lembar pertama Alkitab kita ini?

  1. Allah menciptakan segala sesuatu dalam bentuk yang final, sehingga kita bisa berkata bahwa teori evolusi itu tidak Alkitabiah.
  2. Kita, manusia, ciptaan Allah, adalah ciptaan yang sempurna (Kejadian 1:27) dan kita diciptakan untuk suatu tujuan (ayat 28).
  3. Karena itulah bahkan ketika manusia jatuh, Allah langsung merencanakan penebusan. Kejadian 3:15.

Manusia berharga di mata Tuhan, bahkan bagi mereka yang dipilih dan dipanggil dalam rencana Allah (seperti bangsa Israel dan juga bagi kita Israel Rohani) Allah mengatakan bahwa kita: “berharga di mataNYA, mulia, dikasihi, dan mendapat jaminan perlindungan. Yesaya 43:4. You are perfect in His sight. Stop comparing yourself with others. You will become imperfect and feel invaluable by doing that. 

Kembali pada peringatan Paskah kita, mungkin ada pertanyaan mendasar, mengapa Yesus harus berkorban? Bapak Gembala Jemaat GPdI Mahanaim menyampaikan hal ini di Paskah Mahanaim 2017, dengan analogi cerita perumpamaan Yesus di Lukas 10:25-37. Sejak kejatuhan manusia, manusia ditentukan untuk mati. Kita lahir untuk mati! Iblis mendapat kesempatan untuk merampok kita habis-habisan. Keunggulan, keistimewaan dan kemuliaan manusia mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Jika tidak ada juruselamat, maka kita pasti mati. Mati disini baik secara:

  • Jasmani. Maksudnya dengan makin singkatnya waktu hidup, dari Kejadian 6:3 (sampai dengan 120 tahun) hingga Mazmur 90:10 (hanya 70 sampai 80 tahun saja). 
  • Rohani. Maksudnya ketika manusia menjadi fasik (jahat) maka ujung jalannya adalah kebinasaan. Mazmur 1:6.

Untuk menjadi juruselamat dunia, Yesus harus mati! Mengapa? Untuk menggantikan kita yang harusnya mati. DIA mati supaya kita hidup. Gambarannya adalah seperti korban di Perjanjian Lama (Imamat 16:34) perlu dikorbankan setiap tahun untuk pendamaian. Namun itu semua digenapi dengan korbanNYA yang menjadi penanda suatu Perjanjian Baru. Korban yang sempurna, sekali untuk selamanya. Ibrani 9:28. 

Jadi ketika Yesus berkata “sudah selesai” (Yohanes 19:30) berarti misinya sudah selesai, dosa tidak lagi “menjajah” hati manusia. Penghukuman yaitu maut yang diakibatkan dosa tidak lagi jadi bagian kita. Roma 8:1-2. 

Sekarang, bagaimana dengan dirimu?

  • Apakah dirimu masih dipenuhi rasa bersalah?
  • Apakah kamu masih belum bisa lepas dari perbuatan dosa?
  • Apakah kamu masih berhubungan dengan roh-roh lain yang mengikatmu?
  • Apakah kamu masih sementara mencari kebenaran?

Apa yang bisa Yesus tawarkan kepadamu hari ini adalah, apakah kamu mau percaya? Ketika Yesus berkata “sudah selesai” berarti iblis sudah tidak bisa menuntut kita lagi. Hukuman itu dilalukan (Passover) dari kita ketika kita di dalam Yesus. Bagaimana bisa kita hidup di dalam Yesus? Apakah itu berarti tinggal di dalam gereja? Bukan, ketika kita hidup di dalam Yesus artinya:

  1. Percaya. Yohanes 3:18. DIA sudah memberikan fasilitas untuk kita bisa menjadi utuh (complete) dan baik (good), setelah kejatuhan manusia dalam dosa.
  2. Hidup benar. Yohanes 3:21. Berarti hidup menghindari dosa. Ingat Yesus menjadi dosa bukan karena DIA berdosa. Demikian kita dibenarkan bukan karena kita sudah benar, tetapi karena kebenaran Allah yang “diberikan” pada kita. Masakan kita mau mempermainkan pemberian itu dengan hidup tidak bertanggungjawab. Masakan kita mau disebut “orang yang tidak tahu untung, sudah ditolong, tetapi malah menyalibkan Yesus lagi”.
  3. Datang pada terang yaitu DIA. Yohanes 8:12. Orang yang hidup dalam kebenaran tidak menyembunyikan apapun. Semuanya terbuka, dan dia senang dalam terang. Tetapi sebaliknya mereka yang hidup di gelap, suka menyembunyikan hidupnya, dan menjauh dari terang. 

PAPAN PENUNJUK

Saya tahu beberapa dari kita masih tidak tahu apa yang bisa kita lakukan di tahun ini kaitannya dengan penginjilan. Semoga saya bisa menjelaskan dengan praktis apa yang dimaksud penginjilan.

Seperti yang sudah saya sampaikan di judulnya, bahwa Penginjilan adalah Papan Penunjuk. Kita menjadi pemberitahu orang-orang di sekitar tentang suatu pesan. Seperti gambar berikut.

Tetapi sebelumnya membahas itu lebih jauh saya ingin Anda mengerti dulu, alasan kita melakukan penginjilan.

Alasannya sebenarnya simple. Karena Yesus telah melakukan sesuatu bagi kita. That’s it. Seperti perempuan Samaria di Yohanes 4 bukan? Apa yang Yesus lakukan?

  • Yesus menunjukkan bahwa IA adalah sumber kehidupan, Mesias, dan solusi yang dicari.
  • Bagi murid-murid apa yang Yesus lakukan? Mengajar, memberi teladan, dan memerintahkan untuk membawa berita tentang DIA.

Apa kita bisa melakukan penginjilan?

Coba kita sekarang lihat apa yang ditulis dalam Yesaya 54:2. Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Kalau kita mau hubungkan dengan apa yang membuat kita berbeda dengan “melapangkan tempat kemah” atau “membentangkan tenda”? Apakah kita perlu jadi pramuka? Atau jadi Bedouin yang hidup di tenda-tenda?

Saya selalu percaya ungkapan ini bahwa Perjanjian Lama adalah Perjanjian Baru yang tertutup, sedangkan Perjanjian Baru adalah Perjanjian Lama yang terbuka. Jadi segala sesuatu yang dituliskan dalam Perjanjian Lama adalah gambaran dari apa yang terjadi di Perjanjian Baru. Lalu apa maksudnya? Okay here it is: Kemah adalah suatu tempat tinggal atau kediaman pada jaman Perjanjian Lama, lebih khusus lagi bagi bangsa Israel mereka hidup dalam kemah-kemah ini selama 40 tahun pengembaraan di padang belantara. Mereka akan membangun kemah-kemah untuk hidup, bahkan mereka membangun Tabernakel (Kemah Suci Tuhan, Keluaran 25:8-9). Sehingga “kemah” kemudian menjadi gambaran tubuh kita, seperti apa yang dikatakan Paulus. 2Korintus 5:1-4. Dalam bagian lain disebutkan ada “kemah sejati” yaitu tempat kudus di Surga, yang bisa kemudian kita sandingkan dengan konsep Gereja yaitu perkumpulan orang percaya. Ibrani 8:1-2.

Gereja adalah kita, dan kita adalah gereja.

Dalam hal ini apa yang dimaksud dengan “lapangkanlah”, “bentangkanlah” dan “panjangkanlah” maksudnya adalah memperlebar pengaruh kita kepada orang lain. Karena kita bisa menampung lebih banyak orang. Bukankah ini yang Yesus mau didalam hidup murid-muridNYA dengan berkata “pergi dan “memberitakan” kabar baik. Supaya pemberitaan Firman Tuhan lebih jauh dari sekedar Yerusalem, namun juga ke Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Kisah Para Rasul 1:8.

Lalu apa yang dimaksud dengan “jangan menghematnya”. Bukankah kita tidak boleh menghamburkan begitu saja sumber daya yang kita miliki. Save Energy! Tetapi apa yang dimaksud disini adalah bahwa kita akan bayar harga berapapun untuk menjadi dampak yang positif. Dalam Filipi 1:20-21 dengan berani Rasul Paulus berkata bahwa: Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

 

Lebih lagi kepada Timotius Paulus berkata di 2Timotius 1:11-12 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

 

Sampai disini saya harap Anda bisa melihat bahwa untuk terlibat dalam penginjilan kita harus berpikir bigger than ourselves, and willing to pay the price. Namun ada satu hal lagi yang penting di ayat utama kita, yaitu tentang “pancangkanlah kokoh patokmu. Ini berbicara tentang memiliki dasar keyakinan yang kuat dan kokoh, sehingga tidak mudah dibuat kuatir dan bimbang. Matius 6:25. Yesus mengatakan mengenai hal ini, karena yang terjadi di akhir jaman dalam Lukas 21:26 akan ada banyak orang yang akan mati ketakutan. Tetapi Anda adalah seperti thermostat dan bukannya thermometer.

Prakteknya bagaimana?

P-0: Penginjilan yaitu mengabarkan kabar baik kepada mereka yang sudah percaya namun perlu terus diajar.

P-1: Penginjilan kepada mereka yang goncang imannya atau belum mengenai Injil dalam lingkungan kita.

P-2: Penginjilan kepada mereka yang memusuhi Kabar Injil.

P-3: Penginjilan kepada mereka yang tidak mengenal Injil karena berada di tempat-tempat yang jauh, atau karena keterbatasan mereka.

 

Alat yang digunakan: lisan, tertulis, tindakan kasih, internet, pos, kunjungan, kesaksian, dana. Menjadi saksi di dunia nyata dan dunia maya.

Penginjilan adalah penting dalam kekristenan tetapi dalam prakteknya kadang bisa sangat berbeda. Karena dalam hidup ini ada hal-hal yang kita katakan penting tetapi kemudian kita abaikan karena ada prioritas lain yang kita dahulukan. Misalnya saja “kesehatan”

Milikilah hati yang sederhana seperti budak perempuan di 2Raja-raja 5:1-4.

 

TAKE & GIVE

Dalam istilah bahasa Indonesia hari ini kita bicara mengenai “memberi dan menerima”. Ini juga berarti membahas tentang apa yang kita keluarkan (pengeluaran) dan apa yang kita dapat (pendapatan). Hal ini membawa kita kepada suatu hukum ekonomi: bahwa nilai selisih antara pengeluaran dan pendapatan kita, itulah yang kita sebut profit atau keuntungan. Siapa dari kita yang tidak mau mendapat untung? 

Namun di lain sisi kita melihat ada suatu hukum Kristus yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 20:35 tentang “lebih berkat memberi daripada menerima”. Meskipun ini tidak tercatat di Injil, namun itu tercermin dari pengajaran-pengajaran Yesus, misalnya di Lukas 6:30. 

Apa yang terjadi adalah sekarang kita memiliki pertentangan antara dua hukum: hukum ekonomi dan hukum Kristus. Seperti di dunia fisik ketika ada 2 hukum yang bertentangan maka akan ada ketegangan (tension). Misalnya hukum gerak dengan hukum gravitasi. 

Gerak di dalam ilmu fisika didefinisikan sebagai perubahan tempat atau kedudukan baik hanya sekali maupun berkali-kali. Di dunia sains, gerak memiliki nilai besaran skalar dan vektor. Kombinasi dari kedua besaran tersebut dapat menjadi besaran baru yang disebut kecepatan dan percepatan. Gerakan pada sebuah benda umumnya dipengaruhi oleh dua jenis energi, yakni Energi Potensial dan Energi kinetik.  

Ini saya sampaikan supaya saya kelihatan cerdas saja, padahal belum tentu. Hukum gerak yang menggerakkan suatu benda ke atas, maka harus melawan hukum gravitasi, yang membawa sesuatu ke bawah. Ketegangan ini akan berakhir ketika satu hukum lebih kuat dari hukum yang lain. Bagi saya ketegangan/tensi ini adalah bagian dari keseharian kita, kita bisa hadir dan duduk saat ini karena otot-otot kita menegang (kontraksi) dan melemas (fleksi) secara bergantian. Sehingga hari ini saya tidak sedang membuat Anda “tegang” dengan menyampaikan “lebih berkat memberi daripada menerima”, tetapi lebih memberikan kepada Anda cara untuk menggerakkannya untuk kehidupan pengiringan Yesus yang optimal.

Saya akan mulai dengan suatu gambaran sederhana. 


Anda pasti mengenal alat ini, digunakan untuk mendapatkan posisi yang seimbang antara bagian kanan dan kiri dengan menggeser sesuai dengan beban yang diterima wadah penampung.  Ketegangan dan pergumulan yang kita hadapi saat harus memilih sisi mana, dapat membuat kita kemudian menghasilkan sikap ekstrim. Pertama bisa jadi Anda menjadi dihantui rasa bersalah, namun yang kedua bisa jadi Anda menjadi pribadi yang apatis. Karena itu penting kita bisa meredakan ketegangan itu dengan menggeser pilihan Anda untuk condong ke kiri (hukum ekonomi) atau condong ke kanan (hukum Kristus).   Namun demikian pergeseran itu harus didasarkan tiga hal berikut:

PRIORITAS. Dalam kisah Zakheus di Lukas 19:8, prioritasnya berubah setelah bertemu dengan Yesus. Sebaliknya dengan kisah orang muda yang kaya di Markus 10:21. Dari awal prioritasnya memang adalah kekayaannya, dan ia hanya ingin menerima pembenaran dari perbuatan baik dirinya.

PANGGILAN. Dalam kisah Elisa di 1Raja-raja 19:20-21 panggilan untuk menjadi hamba Allah membuat ia meninggalkan posisinya sebagai tuan muda, ahli waris harta ayahnya. Demikian hal yang sama kita lihat dalam panggilan murid-murid pertama Yesus. Lukas 5:11.

APA YANG DIMILIKI. Dalam salah satu khotbah Yesus yang tercatat di Matius 10:42, IA mengajar bahwa memberi dapat sesederhana memberi segelas air sejuk. Atau sebotol minyak mahal yaitu sesuatu yang sangat berharga baik nilai materiil (upah kerja setahun) dan immateriil (investasi untuk pernikahan yaitu masa depan Maria). Yohanes 12:7-8. 

Berbicara tentang pernikahan, itu adalah sesuatu yang punya nilai penting dalam kehidupan manusia secara umum. Sadarkah Anda bahwa prinsip “take and give” adalah suatu prinsip (atau bisa dibilang hukum) yang penting bagi kehidupan keseharian manusia, termasuk di antaranya pernikahan. Saya hanya bahas pentingnya “take and give” di 3 area kehidupan:

PERNIKAHAN. Jika sebuah hubungan pernikahan hanya berisi tuntutan untuk menerima perhatian dari pasangan tanpa adanya usaha menunjukkan KASIH kepada pasangan, maka itu hanya akan menimbulkan RASA SAKIT dan KEKOSONGAN.

Untuk usaha menunjukkan kasih ini, kita harus ingat bahwa ada 5 bahasa Kasih yang berbeda:

Words of affirmation. Kata-kata yang menimbulkan jaminan atau kepastian. 

Quality time. Waktu berkualitas yang dihabiskan bersama. 

Touch. Sentuhan atau belaian sebagai bentuk afeksi atau rasa sayang. 

Acts of Service. Melayani dan membantu untuk meringankan beban.

Gift. Pemberian, hadiah, sesuatu yang khusus diberikan.

Menariknya kelima bahasa kasih ini juga dapat diterapkan dalam semua bentuk hubungan, bukan saja pernikahan. Ini juga berlaku dalam dunia kerja, dunia belajar, dunia keluarga, dunia pertemanan, dan bahkan di dunia bermasyarakat. Lebih menarik lagi Yesus sudah melakukan ini jauh sebelum kelima bahasa kasih ini dibukukan atau diajarkan di jaman modern.

Words of affirmation. Kata-kata yang menimbulkan jaminan atau kepastian. Yohanes 16:33.

Quality time. Waktu berkualitas yang dihabiskan bersama. Markus 6:31.

Touch. Sentuhan atau belaian sebagai bentuk afeksi atau rasa sayang. Yohanes 13:23.

Acts of Service. Melayani dan membantu untuk meringankan beban. Yohanes 13:5. 

Gift. Pemberian, hadiah, sesuatu yang khusus diberikan. Lukas 11:13. Selain yang tercantum di ayat ini, Yesus juga memberi pada kita: karunia kuasa, pengurapan, dan tanda ajaib.
TUBUH MANUSIA. Jika kita memakai tubuh kita untuk terus beraktifitas, maka tubuh akan mengambil dan menggunakan semua energi yang tersedia di tubuh kita. Kemudian kita tidak memberi waktu untuk beristirahat, atau untuk diisi ulang dengan sumber energi dan nutrisi, maka yang terjadi adalah PENYAKIT dan PENURUNAN bahkan KERUSAKAN ORGAN.
BUMI. Bumi mengambil air yang turun diatasnya untuk kemudian menumbuhkan pepohonan. Namun apabila kita terus mengambil pepohonan itu tanpa berpikir mengenai memberi kesempatan untuk ada benih-benih pohon baru berkembang, maka yang terjadi adalah KEHANCURAN HUTAN, HABITAT HIDUP, PARU-PARU DUNIA.

Kita memiliki Allah yang Maha Pemberi, saya akan kehabisan waktu untuk menjelaskan sifat Allah yang ini. DIA memberi sebagai insiatif, karena DIA lah yang pertama dan Utama. Kemudian apa yang kita dapat, ambil, take dari Tuhan. Kisah Para Rasul 14:17. Ini adalah khotbah Paulus di Listra setelah ia menyembuhkan seorang lumpuh dan kemudian berkhotbah. Ayat ini adalah gambaran anugerah umum yang kita terima dari Allah. Demikian kalau kita membaca Kisah Para Rasul 4:12 mengenai anugerah khusus yang membawa orang kepada keselamatan.

Lalu apa yang bisa kita beri? Untuk memenuhi prinsip “take & give”, kita seharusnya juga sadar bahwa kita perlu memberi, bahkan ini adalah suatu “kebutuhan”. Kita datang ke restoran untuk makan dan kita memberi uang untuk mengganti pelayanan yang restoran itu berikan. Saya rasa Rumah Tuhan lebih dari sekedar restoran. Kita kadang datang dan merasa cukup dengan “membayar makanan rohani” yang kita dapat dengan uang kita. Tetapi saya rasa kita harus sadar bahwa kita bukan sekedar datang ke restoran rohani yang namanya Gereja. Tetapi kita sedang berada di hadapan Yesus, Tuhan dan Pencipta kita. Apa yang bisa kita beri kepadaNYA?

Ada dua hal sederhana:

Pelayanan Kasih. 2Korintus 9:12-13.

Memenuhi tugas dan mengerjakan karunia yang kita terima dari Firman Tuhan. Roma 12:4-6.

Maukah Anda?

GodblesS

JEFF

RAHASIA PRIBADI MEMESONA

 

Pesona adalah sesuatu yang dimiliki seseorang atau sesuatu. Oleh karena pesona ini orang lain merasakan adanya ketertarikan, kekaguman dan keinginan untuk terhubung dengan seseorang atau sesuatu tersebut.

Apa keuntungannya memiliki pesona?

  • Memiliki pengaruh dalam diri orang lain.
  • Kesempatan untuk mendapat pengalaman baru, terhubung dengan orang baru.
  • Meningkatkan kemungkinan untuk diterima oleh orang lain.

Namun semua hal yang dikategorikan “baik dan menguntungkan” dalam hidup ini, selalu saja ada kemungkinan untuk disalahgunakan.

Pesona itu sifatnya bisa internal dan eksternal.

INTERNAL.

Biasa juga dikenal “kecantikan dari dalam”. Pesona ini datang dari karakter, sifat seseorang yang nampak dalam kesehariannya. Karakter ini dibentuk oleh kebiasaan, dan kebiasaan ini dimulai dari sebuah nilai. Nilai ini tidak datang begitu saja, ada yang mengajarkan (mentor atau orang tua) demikian juga bisa didapat dari melihat (membaca atau menonton) dan dari mendengar.

Orang-orang yang memesona adalah pribadi yang berbeda, mereka juga terdiri dari orang-orang yang mengetahui talenta atau bakat dalam dirinya. Talenta/bakat ini dibawa dari lahir diberikan tanpa individu itu meminta atau dengan sadar mengetahuinya.

EKSTERNAL.

Pesona ini datang dari luar, ini adalah penunjang, peralatan, perlengkapan yang memesonakan. Bentuknya adalah:

  • Ini jangan dibingungkan dengan talenta/bakat yang dibahas sebelumnya. Asalnya dari belajar dari orang lain, atau dengan repetisi (trial & error).
  • Ini adalah suatu pencapaian dari suatu standar indikator.
  • Latar belakang. Ini bisa datang dari orang tua, sekolah, Negara/bangsa/suku, dan juga dari pekerjaan yang dimiliki seseorang.

Pesona itu sifatnya bisa fisik dan non-fisik.

FISIK.

  • Kecantikan/ketampanan (paras/bentuk muka).
  • Bentuk badan: tinggi versus pendek, langsing versus gendut, proporsional versus ekstrim.
  • Bau: badan atau mulut.
  • Pakaian dan aksesoris.

NON-FISIK.

  • Cara bicara.
  • Bahasa tubuh. Anggota tubuh tertentu atau tubuh secara keseluruhan.

Kemudian apa yang harus saya lakukan dengan “pengetahuan” ini?

MAKSIMALKAN KELEBIHAN, MINIMALKAN KEKURANGAN.

Anda mengerti dimana kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) diri Anda sendiri. Namun demikian masih ada yang namanya:

  • Kesempatan (opportunity), dimana Anda memiliki kesempatan untuk melakukan terobosan dalam area-area hidupmu: keluarga, pendidikan, pekerjaan, pasangan, pelayanan. Ini bukan berarti kita “cari perhatian”, tetapi berpikir untuk mencari celah melakukan sesuatu yang berbeda.
  • Ancaman (threat), dimana Anda malah harus berhati-hati dengan hal-hal yang menjerumuskan.

 

PESONA YESUS

Secara eksternal saya melihat Yesus membuat orang terpesona dengan kreatifitasnya. DIA mampu menggabungkan dan mengembangkan. Contohnya dari Matius 18:20. Karena ada ungkapan di jaman itu, jika ada 10 orang mempelajari Taurat maka “shekinah” ada di antara mereka. Atau dari referensi lain menuliskan, jika ada 2 orang saja dan Firman dari Taurat ada di antara mereka, demikian pun “shekinah” ada.

Demikian Yesus memegang betul nilai yang dipercayaiNYA. (Lihat nilai Yesus di usia 12 tahun dalam Lukas 2:49 demikian juga saat berusia 30 tahun dalam Lukas 4:18-19).

Nilai ini mendorong suatu kebiasaan yang Yesus tunjukkan berulang:

  • IA mengajar. Markus 10:1.
  • IA beribadah. Lukas 4:6.
  • IA berdoa. Lukas 22:39.

Ini semua kemudian menjadi karakterNYA. Galatia 5:22-23 (Buah Roh, Karakter Roh). Yesus menjadi luar biasa dalam cara bicaraNYA sehingga bisa diterima banyak kalangan:

  • Banyak orang mendengarkan DIA. Lukas 5:1.
  • Orang Farisi dan Ahli Taurat mendengarkan DIA. Lukas 5:17.
  • Kaum wanita mendengarkan DIA. Lukas 10:39.
  • Bahkan pemungut cukai dan orang berdosa mendengarkan DIA. Lukas 15:1.

Yesus memakai pakaian seperti orang Yahudi kebanyakan, ini menunjukkan pesona dari kesederhanaanNYA. Namun dalam kesederhanaanNYA ada selera berpakaian yang baik. Yohanes 19:23-24. Matius 9:20-21.

Sekarang Anda telah mengetahui rahasianya, apa yang akan Anda lakukan dengan ini?