Yohanes 20:15.
“Saya masih belum menemukan apa yang saya cari.” Ini adalah pernyataan yang menarik. Diakui atau tidak banyak dari kita yang mungkin masih memendam pertanyaan-pertanyaan di dalam hati kita mengenai hal-hal yang kita temui di dalam hidup.
Pertanyaan-pertanyaan tentang pendidikan, pekerjaan, pelayanan. Atau tentang hubungan, hiburan, dan mungkin tentang Tuhan. Ingat pertanyaan-pertanyaan Anda tidak salah, selama Anda membawanya ke hadapan Allah. Curahan hati dan diskusi dengan Tuhan (Mazmur 43:1-5) selalu menghasilkan hal yang positif, dibandingkan diskusi dengan setan (Kejadian 3:1-7).
Kalau kembali ke konteks ayat di awal tadi, kita harus memahami itu terjadi di hari sesudah Yesus bangkit dari kubur, dan sebelum Yesus naik ke Surga. Segala sesuatunya masih belum jelas bagi para murid, mereka dibingungkan dengan beberapa skenario di kepala mereka. Apakah ada yang mencuri jenazah Yesus seperti yang beredar di kalangan orang-orang Yahudi (Matius 27:64) atau memang IA bangkit seperti yang dikatakanNYA sebelum penyaliban (Matius 26:26-32)?
Pertanyaan Yesus kepada Maria Magdalena sesudah IA bangkit menyadarkan kita akan pentingnya pengalaman perjumpaan langsung dengan Sang Ilahi. Maria Magdalena membangun asumsi dalam kepalanya bahwa jenazah Yesus diambil seseorang . Namun perjumpaan langsung dengan Yesus membuktikan bahwa Yesus bangkit, karena Roh Allah membangkitkan! Roma 8:11.
Ini akhir pencarian kita, menemukan kehendak Allah. Coba lihat kehendakNYA di Yohanes 6:40, 54. Lalu lihat Kehendak-NYA di Yohanes 14:12-16. Yesus ingin kita menerima Penolong itu, IA adalah Roh Kudus yang disebutkanNYA membawa “kuasa”. Kisah Para Rasul 1:8. Roh Kudus ini adalah “missing ingredient” bagi mereka yang belum mengalami kepenuhanNYA.
Kepenuhan Roh Kudus disebut sebagai Baptisan Roh Kudus, yaitu saat orang percaya yang sudah diselamatkan – hal ini dibuktikan dengan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan (biasa dikenal dengan “kelahiran baru”). Lukas 3:8. – kemudian menerima kuasa Roh Kudus bekerja di atas mereka. Ini berbeda dengan Baptisan Air, itu mengapa ini perlu diajarkan sebagai dasar iman. Kisah Para Rasul 19:2. Kita bisa melihat kuasa Roh Kudus mengubah cara hidup orang-orang percaya. Kisah Para Rasul 2:41-47.
Kita mungkin menjadi pengikut Kristus karena keturunan, teman, pasangan, atau alasan lainnya. Jika muncul di dalam hatimu kerinduan akan pencarian dalam hidup, lebih dari sekadar status “Kristen” di KTP. Temukan Roh Kudus, IA akan menyertai Anda menemukan pengalaman yang tidak pernah Anda rasakan di luar DIA.

Leave a comment