MELAYANI UNTUK MENDEWASAKAN KELUARGA

1Korintus 1:11.

Tujuan besar dari gereja Tuhan adalah membangun keluarga Kristen yang mengasihi dan melayani Tuhan (dan) juga sesama. Hal ini diwujudkan dengan menjangkau jiwa dengan Injil dan membinanya sampai kepada kedewasaan dalam Kristus. Sehingga jiwa tersebut mau dan mampu melayani. Bisa dikatakan ini selaras dengan rencana Tuhan mengenai keluarga (Yesaya 54:13) dan pemuridan (Matius 28:19-20).

Jika kita sadar bahwa kalimat-kalimat di atas adalah visi dan misi ilahi, maka sebenarnya bahasan keluarga akan menjadi tidak terlepaskan dari keberadaan gereja. Sama seperti yang sudah kita bahas, bahwa gerakan pentakosta tidak bisa dilepaskan dari karya Roh Kudus. Kisah Para Rasul 1:8, 2:1-4. Demikian juga dalam skala yang lebih universal, gereja Tuhan tidak mungkin dilepaskan dari bahasan keluarga. Efesus 2:19.

Dalam konteks kisah di Jemaat Korintus, Paulus mendapatkan laporan dari keluarga Kloe tentang kondisi perpecahan di dalam jemaat. Mengenai “Keluarga Kloe” sendiri dapat diinterpretasikan sebagai anggota keluarga atau anak-anak dari Kloe.[1] Meskipun ada juga yang menduga “keluarga” yang dimaksud adalah agen-agen atau pekerja yang ada di bawah perintah Kloe.[2] Namun yang pasti nama Kloe sudah dikenal oleh Jemaat Korintus meskipun hanya disebut di satu ayat ini.

Sehingga dari kisah singkat yang menjadi latar belakang Surat 1 Korintus kita melihat ada 2 “keluarga” yang baik secara langsung, maupun tidak langsung, dibahas dan bisa kita ambil pelajaran:

  1. Keluarga Kloe yaitu orang-orang dari rumahnya.

Kloe meskipun tidak banyak dijelaskan, memiliki hati untuk kemajuan pelayanan di Korintus. Ini adalah bentuk pelayanan yang mungkin tidak semenonjol pelayanan di hadapan orang banyak. Dalam Yakobus 5:16 meskipun konteksnya adalah penyakit secara jasmani. Tetapi kita juga bisa melihat secara rohani ada “penyakit-penyakit” psikis atau spiritual dalam hidup sesama orang percaya. Kumpulan orang percaya atau gereja pun perlu terus diingatkan untuk tidak memelihara penyakit secara spiritual.

  1. Keluarga Allah yaitu Jemaat di Korintus.

Jemaat di Korintus punya “penyakit spiritual” yaitu perpecahan. Supaya ini tidak terus berlarut-larut maka Paulus menegur dengan keras supaya menghindari kultus individu yang menghasilkan faksi dalam jemaat. 1Korintus 1:12-13. Perpecahan dalam keluarga jasmani, dan juga keluarga rohani berpotensi menghasilkan masalah-masalah. Biarlah selalu ada kesatuan dalam keluarga. Yohanes 17:11.  

Jika hari ini Allah menginginkan kita melayani. Biarlah kita pertama-tama melayani keluarga kita. Mereka yang ada di dalam pengaruh kita, layanilah mereka dengan pemahaman firman Kristus. Supaya mereka menjadi individu-individu dewasa yang berguna bagi pekerjaan Tuhan, bisa membedakan yang baik dan yang jahat. Ibrani 5:14.

Demikian juga layanilah keluarga rohani kita, tempat di mana kita berjemaat. Jika memang ada kesulitan dan halangan, selalu ada cara untuk berkontribusi untuk gereja. Melalui doa, daya, dan dana, kita bisa melakukan banyak hal di gereja bagi kedewasaan keluarga rohani kita. Efesus 4:11-15.


[1] Pdt.J.S.Minandar, “Surat Pertama Korintus”, Yogyakarta: PBMR Andi, 2021. Hal.16, 159.

[2] Adi Putra, M.Th., “Perpecahan dalam Gereja.” Ulasan Biblika terhadap 1 Korintus 1:10-13, https://osf.io/download/cygan, terakhir diakses 7 Juni 2026.

Leave a comment