SESI 3: FULLY CONNECTED

Yohanes 15:7.

Setelah kita terhubung dan tinggal di dalam DIA, dalam ayat ini digambarkan tingkat hubungan yang lebih lagi. Karena setelah tinggal di dalam DIA, yaitu di dalam firmanNYA, disebutkan tentang meminta apapun dan menerima apa yang diminta. Ini adalah suatu hubungan yang selalu berhasil.

Ilustrasinya kalau suatu gawai, terhubung sepenuhnya dengan koneksi internet, maka setiap kali kita membuka peramban atau aplikasi apapun yang keluar bukan keterangan “error”. Karena apapun yang diketikkan selalu akan muncul. Ini tentu saja ada hubungan dengan keterangan di Yohanes 15:5. Lawan dari “tidak dapat berbuat apa-apa” adalah selalu berhasil. Ingat apa yang dikatakan pemazmur di Mazmur 1:3.

Terhubung sepenuhnya berbicara juga bukan terhubung hanya sekadarnya, yang penting bersentuhan. Misalnya saja Anda punya wireless charger, Anda tidak bisa asal-asalan menaruh handphone Anda dan berharap dayanya terisi. Pertama, Anda harus memastikan gawai itu punya fitur isi ulang nirkabel. Kedua, Anda harus memastikan kabel terhubung sepenuhnya, dan posisi gawai itu tepat terhubung dengan permukaan pengisi daya.

Dalam Kolose 2:7 seseorang yang terhubung itu berakar dan dibangun di dalam Tuhan. Kalau sesuatu berakar, tentu saja akan bertumbuh dan tidak mudah diguncangkan.  Konsekuensi bagi orang tersebut adalah imannya bertambah teguh, dan dalam hidupnya melimpah dengan ucapan syukur.

Hubungan yang sepenuh seperti digambarkan Yesus sendiri adalah kita di dalam Kristus dan firmanNYA di dalam kita. Yohanes 15:7. Sehingga kehidupan kita tidak terpisahkan antara yang sekuler dan yang rohani. Ini sebenarnya setara dengan pernyataan Allah di Perjanjian Lama. Imamat 26:12. Bagi Israel kehidupan mereka adalah bagi Allah dan Allah tinggal di tengah-tengah mereka.

Salah satu tokoh di Perjanjian Lama yang terhubung penuh dengan Tuhan di masa mudanya adalah Yusuf. Hal ini membuat ia berakar penuh dalam Tuhan di masa-masa sulit. Ia berhasil, karena Tuhan menyertai dia. Kejadian 39:2. Saya percaya ada satu hal yang dia minta senantiasa, bukan keberhasilan, tetapi penyertaan Tuhan. Saat Tuhan beserta, firmanNYA tinggal dalam kita, dan kita di dalam DIA. Keberhasilan tinggal menunggu waktu. Karena itu terhubunglah sepenuhnya dengan DIA.

Leave a comment