Ibrani 11:32-40.
Kita semua adalah orang-orang yang beriman. Iman kita bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang benar. Karena kita percaya bahwa IA adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Yohanes 14:6. Jika kita belajar dari Perjanjian Lama, iman yang dimiliki para tokoh di Ibrani 11 menunjukkan kekuatan rohani yang luar biasa. Pada saat yang sama hal tersebut nampak dalam realita kehidupan di masa hidup mereka.
Misalnya ada satu nama yang disebut di ayat 32, yaitu seseorang yang bernama Barak. Namanya tercatat dalam Sejarah Israel sebagai salah satu pembebas dari tangan musuh Israel. 1Samuel 12:11. Ia adalah seorang pemimpin yang mampu menggerakkan puluhan ribu orang-orang dari bani Naftali dan Zebulon. Ia melakukan itu karena iman pada perkataan hamba Tuhan (nabiah yang bernama Debora). Hakim-hakim 4:6-7, 10.

Jadi kita bisa melihat iman menjadi kekuatan rohani yang luar biasa bagi Barak sampai ia dapat memobilisasi sekian banyak orang. Karena imannya, Allah memberikan kemenangan. Hakim-hakim 4:15-16. Sesuatu yang nampak jelas dan memberkati banyak orang, karena kemenangan itu begitu telak. Seperti yang dituliskan di Ibrani 11:34, “(mereka) telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.”
Hal yang sama sebenarnya bisa kita terapkan dalam hidup kita. Mungkin kita bukan Barak yang bisa mengumpulkan banyak orang. Tetapi kita bisa menggerakkan orang lain untuk melayani dalam doa, daya, dan dana. Saya percaya Barak adalah cerminan beberapa orang dari kita. Ia begitu tidak percaya diri meskipun punya kekuatan untuk menggerakkan banyak orang. Sampai-sampai ia memohon Debora untuk ikut, kalau tidak ia tidak mau maju berperang. Hakim-hakim 4:8-9. Mari orang-orang beriman, mulailah bertindak, maju melayani Tuhan dan sesama.
Ada satu kisah lain, dalam Perjanjian Baru, bentuknya bukan kisah sejarah, namun bentuknya adalah perumpamaan Yesus. Kisah ini juga bisa menjadi cerminan diri kita. Jemaat bisa melihat dari 3 karakter dalam kisah perumpamaan yang sangat terkenal. Matius 25:14-30. Karakter siapa yang paling menggambarkan Anda? Saya pernah menyampaikan tentang “Matematika Ilahi” yang mendorong sebuah ide bahwa dari 8 talenta yang diberikan dalam perumpamaan ini bisa jadi menggambarkan 8 kecerdasan majemuk manusia.[1]
Seorang penulis bernama Michael Ivanov menuliskan demikian (dengan sedikit parafrase dari saya pada penerjemahan ke Bahasa Indonesia):
“Perumpamaan tentang talenta adalah kisah hidup kita. Dalam perumpamaan ini, kita dapat menemukan diri kita sebagai masing-masing hamba. Tetapi seringkali, kita paling mengidentifikasi diri dengan hamba yang menerima satu talenta karena kehidupan di sekitar kita dan orang-orang yang kita dengar dan lihat berhasil membuat kita percaya bahwa kita memiliki lebih sedikit daripada orang lain.
Saya selalu melihat diri saya sebagai hamba yang menerima satu talenta. Saya percaya bahwa saya kurang berkualitas, memiliki lebih sedikit keterampilan, lebih sedikit bakat dan kemampuan, dan lebih sedikit yang dapat saya berikan kepada dunia. Saya tentu saja menganggap diri saya lebih rendah daripada semua atlet, bintang film, politisi, penyanyi, penemu, penulis, pembicara, dan banyak orang lain. Semua orang yang cenderung kita idolakan dan kagumi.
Tetapi ketika saya membaca kisah perumpamaan ini, berulang kali, saya mulai melihat diri saya sebagai hamba yang menerima dua talenta juga, dan dalam beberapa kasus, sebagai hamba yang menerima lima talenta.” (The Servant with One Talent, 2021).[2]
Ketika Allah memberikan kepada kita kekuatan untuk berdoa, berkarya dengan daya, dan berkurban dengan dana, apakah kita menggunakannya supaya diri kita menjadi berkat? Atau ketika hanya satu yang dipercayakan kepada kita, bukannya mengembangkannya kita membandingkan diri dan menyalahkan keadaan? Mari kita kembali melihat teladan Yesus, saat IA menyadari seberapa kuat dan berkuasa diriNYA, IA memilih untuk melayani. Yohanes 13:3-5.
[1] Jeff Minandar, “Matematika Ilahi”, https://jeffminandar.com/2023/09/24/matematika-ilahi/. Terakhir diakses 18 Juli 2026.
[2] Michael Ivanov, The Servant With One Talent: Five Success Principles from the Greatest Parable Ever Told (pp. 156-157). SpeakLife. Kindle Edition.

Leave a comment