Matius 25:14-30.
Untuk memaksimalkan potensi yang kita miliki diperlukan pengenalan, potensi apa yang ada kita miliki. Hal ini untuk menghindari pengejaran dan iri hati mengenai hal-hal yang tidak kita miliki. Padahal sebenarnya kalau kita menghargai yang kita miliki, itu bisa dimaksimalkan untuk menghasilkan dampak. Pengkhotbah 6:9.
Seperti yang kita ketahui dari perumpamaan Yesus tentang talenta, semua kita diberi talenta. Sehingga bisa dikatakan kita memiliki potensi masing-masing. Secara umum, potensi selalu bicara tentang suatu kuasa untuk berkembang, bentuknya bisa berupa doa (kemampuan spiritual), daya (kemampuan fisik dan mental), atau dana (kemampuan finansial). Kuasa itu jika dikubur, atau tidak ditempatkan dalam lingkungan yang memungkinkan ia berkembang, maka jumlahnya tidak akan bertambah. Ayat 18. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan mati/hilang. Ayat 28.






Inilah yang ingin Yesus gambarkan melalui perumpamaan orang-orang yang mendapat talenta. Tuhan memberi kepada kita talenta bukan untuk kepuasan diri kita sendiri. Karena kita adalah hamba Tuhan, pusat dari pemikiran kita adalah kepentingan Tuhan. Lukas 17:7-10. Ayat-ayat ini begitu keras, karena memang “melayani” hanya terminologi yang dikenal ketika seseorang menjadi dewasa dan bukan kanak-kanak lagi. 1Korintus 13:11.
Sekarang kita mengenali potensi diri kita, baik dalam pelayanan yang melibatkan doa, daya, atau dana. Hal ini ditambah kedewasaan rohani dan pribadi yang tidak jemu berbuat baik. 2Tesalonika 3:13. Kesemuanya adalah kombinasi yang sempurna untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

Leave a comment