SESI 2: ABIDE IN HIM

Yohanes 15:4.

Terhubung dengan Tuhan harusnya kita sadari sekarang sebagai hal yang harus menjadi perhatian kita. Dalam ayat 5 kita diingatkan bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa. Demikian juga kita harus bisa memahami ini tujuan kita. Kita terhubung supaya kita menggenapi “tinggal di dalam DIA, dan DIA di dalam kita”.

Pada ayat 4 sebenarnya kalimatnya hampir sama, tetapi ada “perintah” untuk tinggal. Konsekuensi positifnya kemudian muncul di ayat 5 (yaitu potensi untuk berbuah banyak). Jadi pada dasarnya Allah menciptakan kita dengan potensi untuk berbuah, selama kita terhubung.

Jika kita tetap tinggal di dalam DIA, kita tetap ada dalam hubungan dengan firmanNYA. Hal ini adalah identitas sejati seorang murid Kristus. Yohanes 8:31. Jadi menjadi murid Kristus itu bukan sekadar pengakuan orang lain, atau hasil observasi orang lain. Melainkan suatu kondisi di mana seseorang mengidentifikasi dirinya ada (menghidupi dan melakukan) firman Tuhan.

Namun karena ini (Yohanes 15:4), adalah perintah, maka sebenarnya kita punya kesempatan untuk menolak. Itu adalah pilihan, dan di sinilah tantangannya. Pilihan dunia (yang bisa disingkat “pil-dun”) begitu banyak! Tetapi kita harus sadar bahwa pilihan dalam hidup dapat menentukan kualitas hubungan dengan sesama dan dengan Tuhan.

Sesama. Siapa sesama kita? Kita mulai dari yang paling dekat:

  1. Orangtua dan/atau saudara.
    • Pilih marah atau pilih bersyukur? (baik kondisi non-fisik maupun fisik). Kolose 3:17.
    • Pilih menurut atau memberontak? Keluaran 20:12.
    • Pilih mendoakan atau membenci? 1Yohanes 3:15.
  1. Sahabat dan/atau teman dekat.
    • Pilih mengampuni atau mendendam? Markus 11:25.
    • Pilih dengan batasan atau tanpa batasan? 1Korintus 6:20.

Tuhan. Hubungan dengan Tuhan selalu menarik untuk dibahas. Sebenarnya kita yang memilih Tuhan atau Tuhan yang memilih kita? Efesus 1:4. DIA sudah menentukan yang baik untuk kita! Namun setelah itu karena Kasih Karunia-Nya, Allah memberikan pilihan itu pada kita! Ingat keselamatan itu harus dijaga!

Salah satu cara untuk memilih yang terbaik setelah kita diselamatkan adalah dengan terhubung dan tinggal di dalam DIA. Bayangkan saja bagaimana kita terkoneksi dengan jaringan internet. Secanggih apapun gawai yang kita miliki, kita tidak akan bisa menikmati fasilitas internet.

Allah yang membentuk dan mendesain kita dari awalnya. Yesaya 64:8. Tidak mungkin kita mengingkari cara kerja Sang Pencipta. Jangan termakan ilusi bahwa kita hidup hanya untuk memuaskan kemanusiaan kita. Karena dengan demikian kita terputus, kita ada di luar DIA. Tetapi biarlah kita memilih untuk terus terhubung dengan DIA, melalui hidup yang memuliakan DIA. Mazmur 66:2.

Leave a comment