SESI 1 AWAKEN FROM APATHY – REALIZE

Maleakhi 1:6-8.

Memang untuk menyadarkan seseorang dari kesalahannya tidak mudah. Allah harus berbicara keras kepada Orang Israel lewat nabiNYA di Kitab Maleakhi. Kehidupan Israel dalam konteks ayat-ayat ini ada dalam situasi pasca pembuangan dari Babel. Oleh kepemimpinan Zerubabel bin Sealtiel (seorang pemimpin Yehuda), Rumah Allah yang rusak dan terbengkalai dibangun kembali. Ezra 5:2, Hagai 1:14, Zakharia 4:9. Tuhan menyertai pembangunan kembali Rumah Allah ini, sehingga orang-orang Israel dapat kembali beribadah. Ezra 6:15-22.

Jadi setelah ada pemulihan Rumah Allah, apa yang terjadi setelah sekian lama adalah ritual-ritual ibadah kosong. Hal ini yang kemudian ditegur Allah secara keras melalui Maleakhi. Karena sekarang ibadah yang mereka lakukan mengandung 3 hal berikut:

  1. Penghinaan kepada Tuhan.

Hal ini terjadi karena dengan sadar para pelayan Tuhan datang membawa persembahan roti yang cemar atau tidak layak untuk dibawa ke hadapan Tuhan. Mereka berpikir ritual ibadah tetap dijalankan, tetapi apa yang sebenarnya Tuhan cari adalah rasa takut dan hormat, bukan ritual ibadahnya.

  1. Menempatkan Allah lebih rendah dari para pemimpin dunia. 

Roti cemar yang disebutkan di Maleakhi 1:7 melambangkan keseluruhan persembahan yang dibawa kepada Tuhan karena kita lihat di ayat 8 disebut ada binatang-binatang kurban. Kondisi kurban inilah yang memantik kemarahan Allah. Karena mereka membawa pemberian yang bahkan tidak layak di hadapan manusia.

  1. Kasih pada Allah yang tidak lagi sepenuh hati.

Mereka tidak lagi mengasihi Allah dengan segenap hati seperti saat mereka bersukacita dapat kembali beribadah. Ezra 6:22. Tapi dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan dalam ibadah, mereka menunjukkan bahwa kasih pada Allah sudah menjadi dingin. Padahal perintah-perintah Tuhan diberikan untuk kebaikan umat Tuhan, dan untuk membenarkan mereka di hadapanNYA. Ulangan 6:24-25.

Bukankah hal-hal di atas ditunjukkan juga oleh orang-orang yang hidupnya:

  • Kompromistis. Seperti teguran yang diberikan Yesus melalui penglihatan Yohanes di Wahyu 3:15-16. Mereka mencampurkan kebenaran Kristus dengan hal-hal yang nyaman untuk perasaan mereka.
  • Dipengaruhi oleh dunia. Seperti orang-orang yang dengan bebas menafsirkan kebenaran firman Tuhan sesuka hati. Mereka mendasarkan perbuatan mereka pada kebebasan individu (liberalisme rohani). Galatia 5:13. Atau orang-orang yang menganggap iman bukanlah sesuatu yang pasti. Mereka mendasarkan pemikiran mereka bahwa kebenaran itu tidak bisa absolut (relativisme rohani), seperti Jemaat di Pergamus dalam Wahyu 2:14.

Klik gambar di atas, atau klik tautan berikut ini untuk mengisi formulir tanpa harus scan QR Code di atas: https://forms.gle/orGZmaBhyJEnmt4R8

Coba berdiskusi dan buat daftar sikap atau tindakan dari orang-orang Kristen yang menunjukkan:

  1. Penghinaan kepada Tuhan.
  2. Menempatkan Allah lebih rendah dari para pemimpin dunia. 
  3. Kasih pada Allah yang tidak lagi sepenuh hati.

Leave a comment