MELAYANI BERARTI MEMPERLENGKAPI

Efesus 6:13-18.

Tujuan bersama kita dalam keluarga rohani ini adalah keluarga Kristen yang mengasihi dan melayani Tuhan (dan) juga sesama. Kerinduan kita adalah bertumbuh dewasa bersama dalam keluarga rohani, dan juga mendewasakan keluarga jasmani kita. Ini tentu saja bukan hal yang mudah. Kita perlu mengubah mentalitas anggota keluarga kita dari “bayi rohani” menjadi “prajurit Kristus” yang bisa memakai perlengkapan senjata Allah.

Tantangannya di zaman sekarang adalah bagaimana melakukan perlawanan terhadap hal-hal yang jahat. Ini bukan berarti membinasakan orang-orang jahat. Tetapi ada kekuatan jahat yang bisa memengaruhi pikiran kita dan anggota-anggota keluarga kita. Baik keluarga rohani, maupun keluarga jasmani. Berbicara mengenai yang jahat ada ayat-ayat berupa teguran terhadap perbuatan jahat yang dituliskan dalam Maleakhi 1:6-8.

Kehidupan Israel dalam konteks ayat-ayat ini ada dalam situasi pasca pembuangan dari Babel. Oleh kepemimpinan Zerubabel bin Sealtiel (seorang pemimpin Yehuda), Rumah Allah yang rusak dan terbengkalai dibangun kembali. Ezra 5:2, Hagai 1:14, Zakharia 4:9. Tuhan menyertai pembangunan kembali Rumah Allah ini, sehingga orang-orang Israel dapat kembali beribadah. Ezra 6:15-22.

Namun yang terjadi setelah ada pemulihan Rumah Allah untuk sekian lama tampaklah ritual-ritual ibadah kosong, karena pikiran dan hati Orang Israel tidak tertuju kepada Tuhan. Hal ini yang kemudian ditegur Allah secara keras melalui Maleakhi. Menurut Allah, sekarang ibadah yang mereka lakukan mengandung 3 hal berikut:

  1. Penghinaan kepada Tuhan.

Hal ini terjadi karena dengan sadar para pelayan Tuhan datang membawa persembahan roti yang cemar atau tidak layak untuk dibawa ke hadapan Tuhan. Mereka berpikir ritual ibadah tetap dijalankan, tetapi apa yang sebenarnya Tuhan cari adalah rasa takut dan hormat, bukan ritual ibadahnya.

  1. Menempatkan Allah lebih rendah dari para pemimpin dunia. 

Roti cemar yang disebutkan di Maleakhi 1:7 melambangkan keseluruhan persembahan yang dibawa kepada Tuhan karena kita lihat di ayat 8 disebut ada binatang-binatang kurban. Kondisi kurban inilah yang memantik kemarahan Allah. Karena mereka membawa pemberian yang bahkan tidak layak di hadapan manusia.

  1. Kasih pada Allah yang tidak lagi sepenuh hati.

Mereka tidak lagi mengasihi Allah dengan segenap hati seperti saat mereka bersukacita dapat kembali beribadah. Ezra 6:22. Tapi dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan dalam ibadah, mereka menunjukkan bahwa kasih pada Allah sudah menjadi dingin. Padahal perintah-perintah Tuhan diberikan untuk kebaikan umat Tuhan, dan untuk membenarkan mereka di hadapanNYA. Ulangan 6:24-25.

Pikiran yang membawa orang-orang kepada kelakuan-kelakuan seperti itu ditunjukkan juga oleh orang-orang yang hidupnya:

  • Kompromistis. Seperti teguran yang diberikan Yesus melalui penglihatan Yohanes di Wahyu 3:15-16. Mereka mencampurkan kebenaran Kristus dengan hal-hal yang nyaman untuk perasaan mereka.
  • Dipengaruhi oleh dunia. Seperti orang-orang yang dengan bebas menafsirkan kebenaran firman Tuhan sesuka hati. Mereka mendasarkan perbuatan mereka pada kebebasan individu (liberalisme rohani). Galatia 5:13. Atau orang-orang yang menganggap iman bukanlah sesuatu yang pasti. Mereka mendasarkan pemikiran mereka bahwa kebenaran itu tidak bisa absolut (relativisme rohani), seperti Jemaat di Pergamus dalam Wahyu 2:14.

Itulah sebabnya salah satu perlengkapan senjata Allah adalah ketopong, yang melindungi pikiran dan keyakinan kita akan keselamatan dalam Yesus. Efesus 6:17. Paulus juga menuliskan di 1Tesalonika 5:8, mengenai ketopong pengharapan keselamatan. Memperlengkapi diri kita dan orang lain, dengan pengharapan keselamatan, adalah pelayanan yang penting, Ketika kita “memakaikan” perlengkapan senjata Allah ini kepada orang-orang yang kita pedulikan, kita menunjukkan kasih kepada mereka.

Keluarga kita membutuhkan hal ini, apakah mereka kanak-kanak, remaja, dewasa, bahkan sampai dewasa akhir. Keyakinan bahwa keselamatan adalah bagian semua orang yang percaya kepada Yesus. Roma 10:9-10. Dewasakanlah keluarga kita, dan perlengkapi mereka dengan pikiran yang benar tentang Kristus.

Leave a comment