AWAKE!

“Bangunlah ” adalah suatu kata yang mengandung perintah, kepada seseorang yang ada dalam kondisi terduduk, tertidur, atau bahkan terbaring. Belum lagi jika kemudian seseorang itu tidak dalam kondisi sadar kata itu perlu pengulangan dan perlu disampaikan dengan volume keras.

Tetapi mengapa harus “bangun”? Untuk menerima terang/cahaya! Itu jelas di dalam ayat tema kita. Efesus 5:14. Tunggu dulu, apa pentingnya menerima terang/cahaya? Anda tidak perlu cahaya ketika Anda ada dalam terang. Fakta bahwa Anda harus bangun terlebih dahulu baru kemudian menerima cahaya, menunjukkan bahwa Anda ada dalam keadaan gelap. Seperti yang digambarkan Paulus di pasal sebelumnya. Efesus 4:17-19.

Berapa banyak dari Anda yang sadar kalau “kegelapan” seringkali adalah sesuatu yang punya konotasi negatif. Contohnya: kekasih gelap, pasar gelap, persepakatan gelap. Menarik sekali ada sebuah kisah ilustrasi yang menarik mengenai gelap. Suatu ketika ada sebuah diskusi di sebuah ruang kuliah tentang bagaimana mungkin “Allah yang baik” menciptakan kejahatan. Sampailah diskusi itu pada kesimpulan, bahwa Allah sesungguhnya tidak ada.

Menariknya ada seorang mahasiswa berdiiri dan menyanggah itu.kesimpulan itu. Ia memulai sanggahannya dengan bicara tentang definisi fisika tentang kata “dingin”, kemudian definisi fisika tentang kata “gelap”. Lalu ia berkata tentang kebaikan dan kejahatan. Pada akhirnya ia berkata: “Bukan Allah yang menciptakan kejahatan, tetapi iblis menipu manusia untuk meniadakan kebaikan.”

Kalau kita ingat kisah Natal, bukankah itu semarak dengan orang-orang dengan kualitas yang luar biasa baik. Lihat saja Maria dengan penyerahannya untuk menerima tanggung jawab luar biasa: menjadi ibu Sang Mesias, ia mengorbankan kenyamanannya, meskipun ia harus bergumul keras dengan logikanya. Lukas 1:26-38. Kemudian, Yusuf, dengan ketulusan hatinya, ia tidak ingin membesar-besarkan masalah, pada akhirnya ia pun menurut pada Firman Allah (melalui mimpi). Matius 1:18-25.

Menariknya kedua tokoh Natal ini “bangun” dari “kegelapan” yang disebabkan ketidaktahuan mereka, dan kemudian mereka diterangi oleh Firman Allah. Jadi penting untuk bangun, meninggalkan kegelapan, kemudian mendapatkan terang. Banyak orang berpikir mengenai Zaman Kasih Karunia, tetapi sebenarnya menghidupi kebodohan mereka, dengan berpikir, bahwa saya tidak perlu melakukan apa-apa.

Saya percaya dengan kasih tanpa syarat, tetapi saya juga percaya bahwa Alkitab penuh dengan kerinduan Allah melihat “respon yang tepat”. Bahkan dalam ayat paling terkenal di Alkitab, dikatakan, “…supaya setiap orang yang percaya…” Yohanes 3:16. Harus ada respon, harus bangun, harus mulai bergerak.

Banyak orang berpikir tentang pertobatan, hidup yang baru, dan terobosan, tetapi mereka tidak bergerak. Ingat apa yang dikatakan penulis Pengkhotbah di Pengkhotbah 11:4. Bangunlah ambil bagianmu, lakukan sesuatu! Kalau ada yang harus engkau tinggalkan (akui) sekarang di hadapan Tuhan, lakukan itu, kalau ada suatu keputusan tegas yang harus engkau ambil sekarang, lakukanlah. Bangunlah, maka, “Kristus akan bercahaya atas kamu.”

Kita akan lihat Tuhan bekerja dalam respon kita yang benar akan Kasih KaruniaNYA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s