BERAPA LAMA LAGI?

Matius 11:2-6.

Dalam situasi yang sulit dan nampaknya tidak menentu akan sangat mudah bagi kita untuk menjadi frustrasi. Apakah itu berhubungan dengan akhir zaman, dengan pandemi, atau dengan hubungan romantis. Untuk milenial pasti ingat dengan penggalan lirik “harus berapa lama aku menunggumu…” yang pernah dinyanyikan salah satu penyanyi dan band papan atas Indonesia.

Yohanes Pembaptis pernah ada dalam situasi tersebut. Saat ia ada di dalam penjara karena kebencian Herodes kepadanya (Matius 14:3), ia mengirim pesan kepada Yesus untuk mempertanyakan kejelasan status Yesus. Padahal sebelum ia dipenjara tercatat di Yohanes 3:26-36 tentang kesaksian Yohanes Pembaptis mengenai perannya dan mengenai Yesus.  

Ini yang menjadi menarik untuk kita pelajari bahwa seseorang bisa saja menjadi kecewa dan menolak Yesus, meskipun panggilan Allah begitu nyata dalam dirinya. Hal ini selaras dengan yang pernah disampaikan Gembala tentang “bintang besar” yaitu antikristus. Dimana ia sebelumnya adalah hamba Tuhan yang luar biasa, namun ia menjadi pahit (apsintus).

Jadi apa yang seharusnya kita lakukan adalah bukan bertanya “berapa lama lagi”? Tetapi mengambil keputusan untuk berjaga-jaga. Karena Yesus sebenarnya sudah dengan jelas mengatakannya di ayat-ayat yang kita kenal sebagai berikut:

Matius 24:42  Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu

pada hari mana Tuhanmu datang.

Matius 25:13  Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu

akan hari maupun akan saatnya.”

Matius 26:41  Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Bukankah sebenarnya hal tentang berjaga-jaga ini sudah kita pelajari selama pandemi? Ingat kata-kata ini “jangan lengah pandemi belum usai”? Demikian juga dengan kedatangan Tuhan, kita tetap harus berjaga-jaga, meskipun dalam 1Petrus 3:3-4 akan muncul ejekan-ejekan mengenai kedatangan Tuhan ini.

Ada hal lain yang dapat kita pelajari selama pandemi, ini muncul di artikel yang bulan lalu dibaca oleh istri saya. Sebuah artikel tentang perkembangan terbaru mutasi virus corona dan di akhir artikel tertulis kalimat, “Pelajaran dari pandemi adalah Anda tidak bisa selalu menunggu sampai Anda memiliki semua jawaban.”[1]

Kita harus mulai bergerak meskipun belum mengerti gambaran besarnya. Saya selalu teringat  ilustrasi perjalanan kita untuk mengerti rencana Allah adalah seperti “action role-playing game (RPG)”. Anda bergerak dan dalam perjalanannya Allah akan membukakan hal-hal baru, sama seperti kisah Abram yang dipanggil Tuhan (Kejadian 12:1).

Dalam kisah Natal Maria tidak sepenuhnya mengerti maksud Allah tetapi ia tetap taat dan melangkah ke masa depan. Ia mendengar sesuatu yang mengherankan dari para gembala (Lukas 2:19) dan dari Yesus ketika IA berusia 12 tahun (Lukas 2:51). Tetapi Maria tetap berjaga sampai karya keselamatan itu menjadi nyata. Lihat lirik lagu “Mary, Did You Know?”

Percayalah bahwa Allah tidak merancangkan yang jahat bagi kita. Yesus sendiri berdoa demikian bagi kita meskipun kita dibenci oleh dunia karena firman Allah yang ada dalam kita. Yohanes 17:14-15. Yesus meminta kita untuk memperingati dan memberitakan karyaNYA di salib sampai IA datang Kembali. 1Korintus 11:23-26. Tapi sampai berapa lama lagi?

Sampai semua firmanNYA digenapi. Kita sudah mendengar mengenai meterai, sangkakala, dan cawan murka Allah. Kalau Anda tetap berjaga-jaga, melangkah menuju kedewasaan rohani, maka Anda akan menjadi Mempelai Wanita Kristus. Mereka yang menikah bukanlah anak-anak yang hanya berpikir tentang kesenangan, fokus pada yang terlihat, dan mudah teralihkan.

Setialah dan hiduplah dalam firmanNYA karena firman Allah adalah kebenaran. Yohanes 17:17.


[1] “Omicron, nama varian baru virus corona di Afsel ‘yang bermutasi sangat cepat’”, James Gallagher, diakses 27 November 2021, https://www.bbc.com/indonesia/dunia-59426212?utm_campaign=later-linkinbio-bbcindonesia&utm_content=later-22630089&utm_medium=social&utm_source=linkin.bio.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s