WAKTUKU TIDAK PERNAH CUKUP.

Ini adalah suatu pernyataan klasik dan kemudian menjadi suatu permasalahan. Karena sepertinya kita selalu dikejar-kejar waktu. Sepertinya waktu kita “habis” untuk pekerjaan dan/atau pelayanan. Pelayanan disini bukan sekedar pelayanan di gereja. Seringkali kita juga harus melayani keluarga kita, melayani “calon mamanya anak-anak”, melayani kebiasaan-kebiasaan dan hobi kita. Anda bisa perpanjang daftar ini.

Ketika kita merasakan waktu itu kurang, berarti ada yang salah dalam pengelolaan waktu kita. Waktu itu tidak pernah habis. Waktu itu hanya bisa “dimulai” dan “berhenti”. Bagaimana Anda “mengisi” slot waktu ketika itu bergerak saya rasa itu yang penting. Seperti Game Tetris kalau Anda masih ingat.

Seseorang yang membayangkan ada 25 jam per hari, 13 bulan per tahun adalah sama dengan orang yang berkata jadikan semua tetris adalah bujur sangkar. Ini adalah suatu imajinasi. Waktu tidak bisa ditambah, waktu tidak bisa dikurangi. Waktu akan terus berjalan.

Kalau Anda memperhatikan ayat yang tertulis di Kejadian 8:22  Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

Mari kita bahas 3 kebiasaan orang yang efektif.

  1. Kebiasaan Pertama: Menjadi Proaktif

Banyak dari kita adalah orang yang reaktif, yang hanya bereaksi ketika sesuatu terjadi. Mereka tidak berpikir untuk melakukan sesuatu yang akan mengubah dirinya. Mereka adalah orang yang tahu ada tantangan, tahu ada hambatan namun mereka tidak berfokus pada hal itu. Mereka akan fokus pada apa yang bisa mereka ubah. Ini akan menyelamatkan banyak waktu Anda. Ketika Anda menyadari banyak Anda banyak komplain, mengeluh dan bersungut, disitu sebenarnya bahwa Anda sedang ingin sedikit berusaha, Anda tidak mau banyak bekerja.

Kejadian 29:20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.

2. Kebiasaan Kedua: Berpikir mulai dari akhirnya.

Pengkhotbah 7:2 Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.

3. Kebiasaan ketiga: Prioritas adalah yang pertama.

Markus 8:11-13 Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.” Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.

Yesus menjadi teladan bagaimana waktu itu digunakan. Ia tidak terbatas dengan waktu, namun Ia bisa mempergunakan waktu dengan efektif.

Yohanes 7:6 Maka jawab Yesus kepada mereka: “Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.Yesus menyelesaikan tugas atau misi dari Bapa hanya dengan 33.5 tahun hidupNYA di muka bumi. Bahkan secara khusus misi itu hanya dijalankan Yesus selama 3,5 tahun.

GodblesS

JEFF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s