CHRISTIANITY AND PROFESSIONALISM

Ketika kita membahas dua variabel yaitu kekristenan dan hubungannya dengan profesionalisme, saya rasa kita harus memberikan batasan dalam pembahasan kita. Dalam durasi yang singkat kita tidak bisa membahas hal-hal ini secara detil dalam segala bidang kehidupan. Mari kita mulai dengan memberi batasan kita pada variabel pertama, “kekristenan.”

Kekristenan yang akan kita bahas adalah orang-orang Kristen yang berada di marketplace. Apa itu marketplace? Marketplace adalah kumpulan pilar-pilar penyokong suatu masyarakat atau komunitas. Marketplace membentuk dan menjadi karakteristik suatu masyarakat. Jika dikategorikan bentuknya kurang lebih seperti daftar ini:                              

  • Arts (Seni) & Entertainment (Media Hiburan/Informasi)
  • Business (Perdagangan)
  • Community (Komunitas)
  • Defense (Militer)
  • Education (Pendidikan)
  • Family (Keluarga)
  • Government (Administrasi Pemerintahan)

Dalam suatu masyarakat ada 3 tempat utama dimana individu-individu menghabiskan waktu mereka.

Profesionalisme diharapkan ditunjukkan di tempat kerja. Namun apa profesionalisme itu? Profesionalisme adalah cara bertindak, tujuan-tujuan yang dibuat, dan kualitas-kualitas yang menunjukkan suatu pekerjaan oleh seseorang sesuai dengan bidang keahliannya. Sehingga dari definisi ini ada tiga karakter pribadi yang profesional:

  • Cara bertindak/perilaku yang terukur dan adaptif.
  • Tujuan yang jelas dan menyeluruh.
  • Kualitas pekerjaan yang baik.  

Bagaimana seorang Kristen di marketplace bisa mengembangkan tiga karakter tersebut?

  • Bekerja dengan baik dan pantas di hadapan semua orang. 1Tesalonika 4:11-12. Seorang profesional muda Kristen harus terus mengembangkan diri dan belajar untuk dapat meningkatkan kemampuan di bidang pekerjaannya. Ia juga dapat melakukan bebas dari ketergantungan terhadap orang lain, dan mudah beradaptasi dengan perubahan.
  • Menentukan segala sesuatu dengan perencanaan yang baik. Roma 8:28. Seorang profesional muda bekerja dengan inspirasi Illahi. IA mengerjakan segala sesuatu dengan perencanaan dan tujuan akhir yang baik.
  • Memastikan kualitas pekerjaan. Kolose 3:23. Seorang profesional muda tidak membiarkan pekerjaannya hanya baik Ketika diperhatikan saja. Ia berusaha memberi yang terbaik, karena ia bangga dengan apa yang dikerjakannya.

Jika seorang Kristen menunjukkan profesionalisme dalam yang dilakukannya, maka orang-orang yang melihatnya akan mengenal nama Tuhan yang membuatnya dapat melakukan pekerjaan tersebut. Lihat apa kata Tuhan kepada Musa tentang Bezaleel, ahli dalam pembuatan komponen-komponen Kemah Tabernakel. Keluaran 31:2. Semua manusia masih memiliki keahlian yang Tuhan sudah berikan, bahkan meskipun orang itu tidak layak atau tidak percaya. Tentu saja bagi profesional muda Kristen kita rindu seperti Bezaleel yang memiliki keahlian dan inspirasi Roh Allah yang membuat keahlian itu semakin meningkat.

  • Apakah panggilan Anda bisa ditemukan dalam kategori-kategori di Marketplace?
  • Dimana waktu sehari-hari Anda dihabiskan? Apa yang Anda bisa tunjukkan secara profesional disana?
  • Jika membaca Kisah Para Rasul 17:16-19 dan 22-34, apakah  Anda dapat menemukan ketiga karakter profesional? 

GodblesS

JEFF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s