SESSION-4: I.M.P.A.C.T for Men

I.M.P.A.C.T. Intimacy (Keintiman), Maturity (Kedewasaan), Persistence (Kegigihan), Action (Tindakan), Character (Karakter), Transformation (Transformasi).

Pada sesi sebelumnya saya menyampaikan tentang “Action.” Intinya bahwa lebih dari sekedar perkataan, hidup yang berdampak terletak pada bagaimana kita menunjukkan kuasa Allah melalui apa yang kita lakukan seperti respon Yesus kepada pertanyaan Yohanes Pembaptis. Lukas 7:17-23.  

CHARACTER  

Pernahkah Anda mendengar ungkapan tentang 2C, Charisma & Character: “Charisma, or charm will take you higher, but character that will keep you there.” Seseorang yang karismatik dengan kepribadian yang memesona akan lebih mudah dilihat, dikenal dan dalam derajat tertentu memengaruhi orang lain. Orang-orang seperti ini banyak diroyeksikan ke ruang media. Seperti apa yang saya sampaikan di sesi sebelumnya bahwa banyak orang tertipu dengan apa yang mereka lihat dan dengar. Saya rasa beberapa dari kita juga melihat mereka yang karismatik dan berkesimpulan bahwa “saya tidak bisa seperti día.”

Hidup yang berdampak tidak ditentukan oleh karisma Anda secara fisik, atau dari cara Anda mengutarakan kata-kata yang indah dan berbunga. Namun hidup yang berdampak dimulai dari karakter Anda. Yesus Kristus adalah teladan utama kita, dan kita sebagai orang pilihan Allah, ingin menjadi sama seperti DIA (Roma 8:29). Sekali lagi ini bukan tentang bagaimana Anda mendandani diri Anda seperti gambaran Yesus yang Anda pernah tahu (lagipula IA adalah pria saat berinkarnasi, ini pun perlu penjelasan panjang mengenai Allah yang tidak memiliki gender, dengan Yesus yang ber-gender pria).

Menjadi sama seperti Yesus adalah menjadi sama dengan karakterNYA. Namun sebelumnya kalau saya bertanya kepada orang-orang di luar sana “siapakah Yesus?” menurut Anda seperti apa respon mereka? Bagi Dunia, Yesus adalah orang Yahudi, berkulit terang, berjanggut, inspirator bagi orang banyak, setara dengan Mahatma Gandhi, dan bagi sebagian lain Yesus hanyalah tokoh rekaan, yang sebenarnya bukan siapa-siapa.

Karakter Yesus yang membuat IA mampu menarik banyak orang adalah keaslianNYA. DIA tidak berpura-pura, dan dalam beberapa hal kontroversial untuk zamanNYA. Karakter Yesus adalah segala sesuatu yang diungkapkan Paulus sebagai Buah Roh. Saya sudah sampaikan ini kepada Youth dan saya rasa tidak ada salahnya untuk kita melihat sekali lagi di Galatia 5:22-23.

Dalam Dunia psikologi ada buku yang cukup menarik mengenai “Character Strengths and Virtues” (CSV) dan didalamnya terdapat daftar klasifikasi kekuatan mental dari seseorang. Untuk beberapa orang ini adalah suatu terobosan tersendiri dan menjadi kekuatan penyeimbang dari klasifikasi gangguan mental yang terlebih dahulu dikenal dalam diagnosa psikologi yang disebut “Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders” (DSM).

Apa yang diklasifikasikan di CSV semua ada dalam Buah Roh. Sehingga buat saya memiliki Roh Kudus ini menjadi suatu hal yang penting bagi semua orang percaya. Secara tindakan Paulus juga pernah mengingatkan pria-pria (baik anak maupun dewasa, lajang maupun menikah) di Efesus untuk bisa menerapkan karakter dari Buah Roh Kudus dalam kehidupan pribadi dan rumah tangga mereka. Efesus 5:1, 22, 24, 33; 6:1-2, 5-8.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s