SESSION-3: I.M.P.A.C.T for Men

Kita akan memulai setiap sesi dengan singkatan ini: I.M.P.A.C.T. Intimacy (Keintiman), Maturity (Kedewasaan), Persistence (Kegigihan), Action (Tindakan), Character (Karakter), Transformation (Transformasi). Saya menyebut hal-hal ini sebagai “penyebab,” sesuatu yang kemudian menghasilkan hal lain. Ketika salah satu dari penyebab itu menjadi kenyataan dalam hidup Anda, pasti Anda akan membuat dampak dalam satu atau lebih bidang kehidupan Anda. Bisakah Anda bayangkan jika Anda memiliki semuanya? Hidup Anda utuh dan Anda akan memiliki kehidupan yang berdampak.

Pada sesi sebelumnya saya menyampaikan tentang “Persistence” kepada rekan-rekan wanita yang saya rasa juga sebenarnya relevan untuk rekan-rekan pria juga. Intinya bahwa dunia gigih untuk melakukan sesuatu bukan didasarkan pada kebenaran. Malah bagi dunia kebenaran tergantung pada bagaimana masing-masing kita melihat sesuatu (subjektif), padahal kebenaran itu absolut dan hanya ada didalam Firman Tuhan. Yohanes 17:17.

ACTION

Anda mungkin pernah mendengar istilah ini: NATO, tentu saja untuk mereka yang suka hal-hal serius, yang ada pertama kali di pikiran Anda adalah suatu pakta pertahanan yang melibatkan negara-negara di Amerika Utara dan Eropa (NATO = North Atlantic Treaty Organization). Tetapi yang saya maksud adalah : No Action Talk Only. Secara umum kita tidak suka orang-orang berlaku demikian, meskipun terkadang bisa jadi kita melakukan hal itu di pemandangan orang lain.

Sesuatu yang sebenar-benarnya, atau kita bisa memakai kata “sejati,” adalah sesuatu yang terjadi atau dilakukan sehingga hal itu bisa dirasakan oleh orang lain dan hasilnya tetap. Sehingga hasil operasi plastik tidak bisa Anda katakan ”sejati” karena itu tidak tetap. Namun perkembangan dunia di segala bidang termasuk, dalam teknologi audio-visual, begitu luar biasa, sehingga banyak orang “tertipu” dengan apa yang mereka lihat dan dengar.

Bagi dunia sesuatu yang sejati (the real deal) adalah sesuatu yang bisa dimiliki. Orang-orang berlomba-lomba memiliki sesuatu (gadget terbaru, badan terseksi, pakaian keluaran ternama, dan lain sebagainya) padahal sesuatu itu tidak akan tinggal tetap. Sementara bagi Yesus sesuatu yang sejati adalah yang datang dari DIA dan sesuai dengan FirmanNYA. Yohanes 8:31, 36. Ketika pada suatu titik Yohanes Pembaptis (sepupunya Yesus sendiri) mempertanyakan diriNYA sebagai Mesias, Yesus meresponinya dengan menyampaikan apa yang DIA buat, yang berdampak bagi orang lain. Lukas 7:17-23.

Hidup yang berdampak bukanlah sekedar berkata bahwa “Saya adalah orang Kristen.” Atau memakai atribut-atribut kekristenan di badan, baju, mobil, dan benda-benda lain. Hidup Kekristenan yang berdampak, adalah saat apa yang kita lakukan berbicara lebih keras daripada, sekedar retorika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s