KASIH NATAL MENYEMPURNAKAN KESATUAN TUBUH KRISTUS

Natal di Bulan Desember identik dengan adanya hadiah. Hadiah menjadi salah satu yang ditunggu jika Natal tiba. “Christmas Gift” menjadi jargon andalan yang dipasang dari pusat perbelanjaan, toko-toko, dan bahkan sampai ke rumah-rumah semua menantikan: hadiah Natal. Saya rasa tidak salah dalam sebuah perayaan kita saling berbagi kasih dengan membelikan hadiah. Mari kita bahas sedikit mengenai hadiah. Bagi saya hadiah itu dimulai dengan suatu hubungan, ada suatu kisah dibalik semua pembicaraan tentang hadiah.

Hadiah itu berhubungan dengan kasih. Ada ungkapan yang berkata seseorang bisa saja memberi tanpa mengasihi, tetapi orang yang mengasihi tidak mungkin tidak memberi. Bagi kita esensi dari Natal adalah Kasih Allah. Itu jelas ditulis di ayat tema kita: 1Yohanes 4:10-12. Jadi Yesus adalah hadiah terbesar dari Allah untuk manusia. Berbicara tentang hadiah ada sebuah kisah kuno di Babilonia Kuno dan itu dicatat di kitab Daniel.
Daniel 2:6 “…tetapi jika kamu dapat memberitahukan mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan menerima hadiah, pemberian-pemberian dan kehormatan yang besar dari padaku. Oleh sebab itu beritahukanlah kepadaku mimpi itu dengan maknanya!”

Setting ceritanya adalah Raja Nebukadnezar, Raja Babel, mendapat mimpi yang sangat aneh dan dia begitu ingin tahu makna sebenarnya dari mimpi itu. Karena itu dia memanggil semua orang pintar, orang berilmu dan tukang sihir untuk datang menceritakan maknanya. Namun dia tidak ingin dibodohi, karena itu dia juga menantang orang-orang cendekiawan itu untuk menceritakan apa yang dilihatnya dalam mimpi. Mustahil! Tetapi raja tidak sedang bergurau, jika tidak ada yang bisa, maka seluruh cendekiawan di Kerajaan Babel akan dilenyapkan.

Singkat cerita muncullah Daniel. Dia adalah cendekiawan yang takut akan Allah dan tidak menyembah berhala-berhala Babel. Dia membuat terperangah Raja Babel dengan hikmat dan pengertian Allah yang dibukakan baginya. Pada akhirnya dia mendapat hadiah dari raja. Tapi seperti kata saya tadi dibalik setiap hadiah pasti ada suatu hubungan yang terjalin.

Ada 2 hal yang ingin saya garis bawahi. Pertama, ketika dihadapkan pada masalah yang tidak mungkin dipecahkan di ayat 17-19 dari Daniel 2 disebutkan mengenai “memohon kasih sayang kepada Allah…” Daniel terhubung dengan Allah. Dan permohonannya terjawab! permohonan yang terjawab ini lahir dari suatu masalah! Jangan takut akan masalah! Masalah menghasilkan pahlawan. Kedua, Daniel menghubungi teman-temannya untuk bersepakat dengan dia. Intinya hadiah lahir dari suatu hubungan, dari kesepakatan. Amsal 17:17, Matius 18:19.

Tapi Jeff dimana Natalnya? Jika membaca kisah Daniel, saya segera teringat kisah Natal yang memiliki banyak unsur yang serupa. Ada mimpi, ada orang-orang pintar, ada masalah dan yang terutama ada hadiah yang dimotivasi oleh Kasih. Matius 2:1-12.

Jika Anda menangkap kisah Daniel, suatu permohonan/doa menghasilkan hadiah dan sebaliknya hadiah melahirkan permohonan/doa dan ucapan syukur (Elisabeth, Maria Simeon, Hana – Lukas 1-2). Apa yang Anda lakukan hari ini di Gereja ini tentu dimulai dengan permohonan yang dijawab, Tuhan menghadiahkan berkat. Sekarang Anda gunakan berkat itu untuk acara Ibadah Natal dan berbagi kasih dengan seluruh jemaat. Bisakah Anda melihat siklusnya disini? Kasih akan melahirkan kasih yang berikutnya.

Sekarang bayangkan bahwa Allah dalam Yesus Kristus memiliki kasih yang luar biasa. Efesus 3:18-19. Kasih dari Allah itu memicu kita untuk melakukan sesuatu bagi sesama kita. Ingat prinsip Hukum Terutama. Seseorang yang mengasihi Allah memiliki karakter yang mengasihi sesama, ia menginginkan kesatuan bukannya perpecahan. 1Petrus 3:8. Dampaknya begitu jelas untuk kesatuan Gereja!

Pada kesempatan Natal ini saya rindu Anda yang tahu bahwa Anda dikasihi banyak, Anda mengasihi banyak. Lukas 7:47. Satu hal yang saya rindukan, berikan “hadiah Natal” terbaik untuk rekan-rekan Anda, untuk Keluarga Anda, untuk orang-orang yang bahkan menyakiti Anda. Bisakah Anda mengampuni, bukan karena mereka benar, tetapi karena Kasih Allah begitu melingkupi Anda di Natal ini. Bayangkan, ketika Anda mulai mengasihi dampaknya akan begitu luar biasa, karena dunia akan mengenali itu. Yohanes 13:35.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s