EROS / AGAPE

Kita berkumpul sore hari ini setelah sebulan bicara tentang “love”. Semoga bahasan kita mala mini bukan sekedar menambah pengetahuan, konsep kita tentang cinta, tetapi juga menginspirasi kita untuk melakukan sesuatu. Because love is power, the power of love.

  • Everlasting Love
  • Walk in love
  • Bengkel cinta

Ketika bicara love/cinta ada satu simbol yang paling terkenal. Tetapi pernah tahu kenapa simbol ini yang dipilih? Ada beberapa yang berkata bahwa ini adalah bentuk dari biji pohon silphium yang sudah punah. Konon biji-biji dari pohon silphium ini digunakan sebagai obat kontrasepsi kuno. Namun ada juga yang berkata ini adalah bentuk tubuh wanita, bahkan secara khusus ada yang berkata bentuk bagian belakang tubuh wanita.

Ketika saya mendapati fakta ini baru saya menyadari ternyata konsep cinta sudah dihubungkan dengan seksualitas sejak dahulu. Hal ini membuat kita membahas kata cinta yang pertama yaitu EROS.

Eros didefinisikan sebagai cinta yang keluar dari gairah, sensualitas. Kita sadar dan sudah belajar bahwa manusia memiliki panca indera (five senses). Kita melihat (cahaya), mencium (bau dari zat), mendengar (gelombang suara), meraba (dan menyentuh bidang), dan mengecap (sel rasa).

Cinta yang didorong oleh gairah ini sementara, karena hanya berdasar sensasi yang ditangkap indera. Dalam kisah Amnon dan Tamar di 2Samuel 13:15. Cinta, yang dipakai kata “ahabah” berubah menjadi benci, yang dipakai kata “sane”, dalam waktu singkat. Pada posisi cinta yang seperti ini NALAR dibutakan. NO REASONING.

Mari sekarang kita bandungkan dengan kata cinta yang kedua yaitu AGAPE. Dalam AV jumlah penggunaan kata ini sebanyak 116 kali. Kata cinta ini dipakai untuk menunjukkan unsur “memberi”.

  • love (86)
  • charity (27)
  • dear (1)
  • charitably (1)
  • feast of charity (1)

Agape didefinisikan sebagai cinta yang muncul dari penghargaan, penghormatan dan kelemahlembutan. Ketiga karakter ini yang menunjukkan CINTA SEJATI.

Cinta yang didorong oleh ketiga karakter ini kekal, karena dilakukan berdasarkan suatu nilai diri. Dalam tulisan Nabi Yeremia (Yeremia 31:3) mengenai Allah yang memulihkan umatNYA, dituliskan, “mengasihi” (ahab), “kasih yang kekal” (ahabah), dan “kasih setia” (khesed). Dalam posisi cinta yang seperti ini satu-satunya ALASAN yang bisa diterima adalah karena kasih yang LUAR BIASA BESAR.

Kedua hal ini saya sampaikan bukan untuk kemudian kita meninggalkan salah satunya. Tetapi supaya kita mengerti mengenai prioritas. Ingat bahwa di Roma 12:2 ada 3 tingkatan: Baik, Berkenan, Sempurna. Kisah Marta dan Maria dalam Lukas 10:38-42 menggambarkan itu. Bukan tentang memilih ekstrim yang mana, tetapi mengenai mengambil prioritas.

Prioritas juga berbicara mengenai apa yang terjadi (mengenai proses) dalam urutan yang TEPAT. Urutan yang seperti apa? Saya suka dengan gambaran tentang G-TO-G. Started with GOD and ended with GOD. Roma 11:36.

GOD –> Love –> ME –> Love –> OTHER –> Love –> GOD. Matius 22:37-39

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s