Kasih dan Hukum Taurat

Minggu yang lalu kita sudah belajar dari Bapak Gembala mengenai “Kasih Karunia dan Kebenaran”. Ketika beliau mengangkat kisah mengenai perempuan yang kedapatan berzinah, saya langsung terdorong untuk menyiapkan sebuah khotbah dengan tema “Kasih dan Hukum Taurat”. So, let’s prepare our bible and put the Word of God as our focus.

Mengapa Kasih dan Hukum Taurat? Jika Anda datang pada Ibadah Raya 5 Februari 2017, Bapak Gembala menjelaskan bahwa Yesus membawa Kasih Karunia sedangkan Musa membawa Hukum Taurat. Kasih karunia mengampuni, Hukum Taurat menghukum. Sehingga pada kesempatan hari ini saya ingin sekali lagi kita melihat mengenai Kasih dan Hukum Taurat. Semoga kembali dari tempat ini, Anda bisa mengerti mengenai apa yang menjadi iman kita, dan jika memang memungkinkan semoga menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda mengenai kehidupan pengiringan kita kepada Kristus.

Pertama-tama tentang Kasih. Kasih adalah tema besar dari Alkitab, bahkan saya rasa tidak salah jika saya katakan, kasih juga adalah tema besar kekristenan. Dari Alkitab kita mengerti beberapa hal berikut:

  • Kasih dalam Penciptaan.

Kita bisa lihat dalam penciptaan Allah membuat segala sesuatunya dari ketiadaan. Semuanya dirancangkan untuk menjadi sistem pendukung bagi keberadaan manusia. Kejadian 1:1-31. Demikian pula kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, jelas sekali Allah mengasihi manusia ciptaanNYA.

 

  • Kasih dalam Penyelamatan Nuh.

Banyak orang melihat kisah air bah sebagai gambaran Allah yang murka, dengan “merendam” bumi selama 150 hari (dihitung sejak awal 40 hari 40 malam air meningkat dan menenggelamkan bumi). Kejadian 7:24. Namun sebenarnya ini adalah bentuk Kasih Allah dengan menyelamatkan Nuh dan keluarganya. Kejadian 7:1 “…sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.

 

  • Kasih dalam Pilihan Allah atas Abram.

Kejadian 12:1-3 memperlihatkan bagaimana kasih Allah yang diperlihatkan kepada Abram (namanya dirubah menjadi Abraham di Kejadian 17). Bahkan Anda dapat melihat betapa Allah memiliki rencana yang luar biasa pada orang yang dikasihinya. Menjadikan ia berkat bagi semua kaum di bumi. Banyak teknologi maju yang sekarang kita kenal adalah hasil kerja keturunan Abraham.

 

  • Kasih dalam Pembebasan Israel.

Allah sudah memberitahukan hal ini kepada Abram di Kejadian 15:13-14. Menarik sekali bahwa Allah kita memegang masa depan kita. KasihNYA nampak dalam respon Illahi terhadap rintihan Israel di Keluaran 2:23-24. Allah tahu masa depan kita tetapi kita tetap perlu berdoa. Allah mengutus Musa. Keluaran 3:8-10.

 

  • Kasih dalam Proses Kembalinya Yehuda dari Pembuangan.

Ezra 1:1-3 menunjukkan Kasih Allah atas bangsa yang tegar tengkuk dan suka berkhianat. Allah melakukan rencananya dengan menggerakkan hati Raja Persia yang mengijinkan sisa-sisa penduduk Yehuda kembali ke Yerusalem. Karena itu kita bersyafaat bagi kota kita, bagi bangsa kita. Karena Allah bisa menggenapkan rencanaNYA lewat tangan siapapun.

 

  • Kasih pada Kedatangan Yesus yang pertama.

Saya rasa saya tidak perlu mengulangi khotbah Natal atau mengkhotbahkan arti Paskah pada hari ini. Saya rasa Kasih Allah sungguh nyata dengan berinisiatif untuk mencari yang terhilang, kita semua, dan menjadikan kita “anak” Abraham yang mewarisi berkat Abraham. Lukas 19:10.

 

  • Kasih pada Kedatangan Yesus yang kedua.

Ini jelas bentuk kasih, mengapa? Karena ketika Anda mengasihi, Anda memberi, Anda ingin bersama-sama tinggal dengan orang yang dikasihi. Itulah mengapa dalam pernikahan seorang laki-laki akan meninggalkan ayah-ibunya dan bersatu dengan istrinya. Yesus memberi nyawaNYA, IA mencukupkan kebutuhan kita, dan IA menjanjikan saat dimana kita akan bersama dengan DIA, selama-lamanya. Yohanes 14:3.

 

Hukum Taurat pada sisi lain, adalah tema besar dari Tanakh (Alkitab berbahasa Ibrani) yang terdiri dari Tiga bagian besar Tav (Torah – pengajaran), Nun (Nevi’im – nabi-nabi), Khaf (Ketuvim – tulisan-tulisan). Bisa dikatakan ini adalah tema besar dalam Yudaisme. Kita melihat beberapa fakta menarik ini dalam Alkitab:

  • Hukum Taurat yang berpusat pada Sepuluh Perintah diberikan di Gunung Sinai.

Dalam Keluaran 19. Kita bisa melihat Perintah Allah ini diberikan (Keluaran 31:18) dan belum lama perintah Allah ini diberikan Israel sudah melanggarnya. Keluaran 32. Standar Tuhan tidak bisa dicapai dengan perbuatan diri sendiri.

 

  • Hukum Taurat menjadi peringatan.

Taurat menjadi sesuatu yang dinyatakan kepada Israel saat itu. Itu hanya sebagian dari pernyataan Allah. Ulangan 29:29. Hal ini harus diberikan turun temurun. Ulangan 32:46. Orang Israel menganggap Taurat ini adalah milik bagian mereka dari Tuhan, dan ini diperkenalkan melalui Musa. Ulangan 33:4.

 

  • Hukum Taurat krusial dalam setiap transisi kepemimpinan.

Ini jelas saat Yosua melanjutkan memimpin Israel di Yosua 1:8, kemudian saat Salomo melanjutkan Kerajaan Israel di 1Tawarikh 28:8. Semua kemalangan Israel selalu berkait dari kelalaian mereka melakukan Hukum Taurat. Contohnya di masa Raja Yosia, ia menyadari bahwa pendahulu-pendahulunya telah meninggalkan Taurat Tuhan. 2Raja-raja 23:24-25. Demikian pula kembali pada Taurat ini menjadi pesan yang digaungkan oleh para Nabi.

 

Kemudian bagaimana Kasih dan Hukum Taurat ini terhubung? Apakah hanya sekedar yang satu “baru” dan yang satunya “lama”? Banyak orang menyederhanakan dengan berkata: Hukum Taurat itu “lama” sementara Kasih itu “baru”? Apakah benar sesederhana itu, mari kita lihat dan belajar dari Alkitab.

  1. Kasih seperti yang tadi sudah saya sampaikan di atas sudah menjadi tema besar sejak Perjanjian Lama. Bahkan kasih menjadi bahan dasar dari Sepuluh Perintah Allah. Keluaran 20:1-17.
  2. Yesus dan seluruh perkataan-perkataanNYA yang tercatat di Perjanjian Baru tidak pernah bermaksud mengganti apa yang ada di Perjanjian Lama, melainkan menggenapkannya. Matius 5:17.
  3. Paulus menjelaskan posisi Taurat kaitannya dengan posisi kita sekarang sebagai pengikut Kristus (yang disebut “anak-anak Allah”). Galatia 2:16-21.

Kasih adalah tingkatan tertinggi dalam kekristenan. Kita ingat melalui pengajaran Bapak Gembala di Galatia 5:22-23, demikian juga 2Petrus 1:5-7. Hukum Taurat mengenalkan kita akan ketidakberdayaan kita, namun kasih adalah energi yang mengangkat, memulihkan dan menghidupkan kita.

Mari kita lihat bagaimana Hukum Taurat digenapi dengan Kasih Allah dalam Pribadi Yesus. Berikut 3 contoh yang saya rasa mewakili penggenapan Hukum Taurat dengan Kasih:

  1. Hukum Taurat membunuh, Kasih menghidupkan, dalam kisah perempuan yang kedapatan berzinah. Yohanes 8:1-11.
  2. Hukum Taurat memberi (karena peraturan), Kasih memberi dengan berlimpah, dalam kisah pertobatan Zakheus. Lukas 19:1-10.
  3. Hukum Taurat fokus pada apa yang saya lakukan, Kasih fokus pada apa yang Yesus lakukan, dalam kisah Maria & Marta. Lukas 10:38-42.

Lalu mengapa Allah memberikan Hukum Taurat? Seperti yang sudah saya jelaskan, keseluruhan kehidupan Kristen kita ini adalah proses. Berbahagialah kita yang hidup di jaman ini, seperti apa yang sudah dinubuatkan pemazmur di Mazmur 32:1-2. Hukum Taurat itu sempurna, namun itu ada untuk kemudian membawa kita pada iman kepada Yesus. Galatia 3:21-22. Kita tidak sempurna, kita butuh Yesus yang sempurna, bukan sebaliknya.

Apakah ini berarti Allah tidak adil? Sama sekali tidak, tetapi inilah Kasih, inilah karunia Allah bagi kita yang seharusnya tidak berlayak mendapatkannya. Kisah perumpamaan Yesus di Matius 20:1-16 menggambarkan mengenai yang terdahulu menjadi yang terakhir dan sebaliknya. Tatapi dari kisah yang sama kita belajar Kasih Allah yang BEGITU BESAR itu, melebihi akal pemikiran kita.

GodblesS

JEFF

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s