SYMPHONY OF LOVE

A symphony is regarded as a composition of different elements. This sentence brings me back to the story of Genesis. In the middle of chaos, God created one element after another, and brought that to a perfect condition (a symphony) in which the human being come on the scene. Genesis 1.

Have you ever imagined that plants and flowers can grow without soil? Or can you imagine fishes without the water (in sea or in the river). God created all elements in a different time, in a different position and function but yet on the sixth day, it all become a symphony of love from God to human, the only creation carrying His likeness and His image.

Do you know that the really important component of the creation week is human? Yes, you and me! Itulah mengapa di setiap perayaan Natal adalah waktu yang baik buat kita untuk mengingat bahwa kita PENTING, kita BERHARGA, kita MULIA, kita DIKASIHI, kita TIDAK PERNAH SENDIRI. Yohanes 3:16. Apapun yang dunia katakan tentang diri kita, tentang kekristenan kita, tentang Yesus. Satu hal yang kita tahu pasti kita adalah bagian dari SYMPHONY OF GOD’S LOVE.
A symphony is actually created from many different sounds. They blend together and create a new sound that we call: “a symphony”. A symphony is created from chaotic sounds. What I really mean with “chaotic sounds”, if they are sounded at one time in “monotonous” style. A symphony is regarded as a composition of different elements.

Sing: “What a friend I’ve found – Delirious”.

Yesus adalah Imanuel. Dia, Allah yang hadir di tengah kita. Tetapi bukan sekedar Allah, Yesus berkata DIA menganggap kita sahabatNYA. Yohanes 15:13-15.

Mungkin ada beberapa dari Anda yang bertanya: “Kalau benar Yesus adalah sahabat saya, kenapa DIA membiarkan ada hal-hal buruk di masa kecil saya, di pendidikan saya, di pekerjaan saya, di pelayanan saya?” Malam hari kita diingatkan kembali oleh tema kita: SYMPHONY OF LOVE.

Seperti yang tadi saya katakan, bahwa simfoni itu adalah komposisi suara. Saya tidak tahu persis latar belakang Anda satu per satu. Mungkin Anda sekarang masih dalam proses untuk mengerti. Ada nada-nada sumbang yang mungkin Tuhan sedang proses di simfoni hidup Anda. Atau bahkan mungkin Tuhan sedang kencangkan “senar” hidupmu supaya “tune” dengan simfoni yang Tuhan rancang.

Ini tidak akan berakhir sebelum semuanya selesai dikerjakan. It aint over ‘till its over. Jangan menyerah sekarang! Momen kehadiran Yesus di tengah bangsa Israel, seperti yang disampaikan Ps.Jerry di Women’s Fellowship, adalah di tengah-tengah ketidakpastian dan ke-putus-asa-an. Tidak ada seorang pun yang mendapat pesan dari Surga. Tetapi Natal adalah jawaban, Pesan dari Surga itu turun dalam bentuk manusia. Yohanes 1:14. Itulah mengapa Natal identik dengan harapan baru. Pesan natal saat ini juga untuk Anda, jangan menyerah, masih ada harapan dalam Yesus.

Simfoni adalah sebuah scenario. Itu dimulai dengan “intro” masuk kemudian dalam “inti/badan lagu”, kemudian mencapai “klimaksnya” tetapi simfoninya belum selesai. Contohnya, Anda tidak akan menemukan lagu “Lord I give you my heart” dinyanyikan tanpa kata “heart”.

Demikian dengan cinta, cinta adalah sebuah scenario. Ada saat cinta itu dimulai, ada saat cinta itu semakin intensif dinyatakan, dan sampai pada klimaksnya, tetapi cinta itu belum selesai. Ingat, It aint over ‘till its over. Anda akan menemukan scenario itu berakhir ketika Anda menutup mata di dunia, dan membuka mata di Surga.

Ada seorang tokoh Alkitab yang terkenal dengan kebijaksanaannya, dia mengerti bahwa Allah yang punya rancangan di hidup manusia. Amsal 4:18. Tetapi ingat ini berlaku untuk orang-orang yang benar. Sementara kebenaran yang sejati hanya ada dalam Yesus. 1Korintus 1:30. Saya mengundang Anda semua yang ada di ruangan ini untuk datang kepada DIA yang membenarkan Anda, supaya Anda bisa melihat SYMPHONY OF LOVE yang Tuhan sudah rancangkan dalam hidupmu.

Sebagai penutup, saya ingin ingatkan kembali bahwa simfoni adalah suatu komposisi, suatu kombinasi. Ia tidak selesai hanya karena satu kejadian saja, tetapi dia adalah suatu rangkaian kejadian. Kalau kita melihat tokoh-tokoh Alkitab mereka menjadi besar karena ada rangkaian kejadian dalam hidup mereka. Saya akan kehabisan waktu untuk bercerita tentang Adam, Nuh, Abraham, dan tokoh-tokoh Perjanjian Lama lainnya. Atau tentang Yesus, keduabelas murid, Paulus, dan tokoh-tokoh Perjanjian Baru lainnya. Ingatlah bahwa Allah sedang ingin menunjukkan SYMPHONY OF LOVE yang dirancangkanNYA.

Lihatlah kejadian-kejadian di masa lalu seperti titik-titik yang menghubungkan Anda dengan masa depan. Seperti kepingan-kepingan puzzle yang belum lengkap karena memang scenario Allah belum selesai di hidup Anda. Lihatlah gambaran besarnya, kita semua sedang berjalan dalam rancangan Allah, berjalan menuju kesempurnaan SYMPHONY OF LOVE.

1Korintus 13:12. “Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s