MEDIA SOSIAL: KAWAN ATAU LAWAN?

Perkembangan teknologi menjadi tidak terbendung lagi. Dari jaman ke jaman manusia menciptakan sesuatu yang bisa membantu dirinya untuk memenuhi keingintahuan mereka akan banyak hal. Contohnya, sejak kecil seorang anak selalu diisi keingintahuan mereka akan banyak hal. Termasuk pertanyaan-pertanyaan yang bagi kita, profesional muda, juga agak sulit dijawab. Mulai dari pertanyaan pula, kemudian timbul inovasi-inovasi dan penemuan-penemuan baru. Tahukah kita bahwa manusia memang memiliki kemampuan pikir yang tidak terbatas? Kejadian 11:6. Jadi jangan kaget dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Sebenarnya ini adalah pendorong semangat kita bahwa apa yang difirmankan Tuhan sama bagi kita juga, yang hidup pada masa sekarang. Think big, think global but act locally.
Disaat yang sama kebutuhan manusia untuk terhubung dengan manusia lain tetap mengambil posisi yang penting. Contohnya saja kita bisa lihat bagaimana seseorang berusaha memiliki teman atau kenalan, dan bahkan saling mengklaim bahwa mereka memiliki teman atau sahabat yang banyak. Kita bisa mengerti ini juga mengapa penulis Amsal merasa perlu menuliskan nilai-nilai dalam relasi dengan orang lain. Amsal 27:10.

Apa yang terjadi ketika kedua komponen, yaitu teknologi dan hubungan manusia-dengan-manusia digabungkan? Lahirlah SOCIAL MEDIA. Jika kita coba perhatikan benar-benar, semua teknologi yang berusaha menghubungkan manusia dengan manusia yang lain itu adalah Social Media, yang kalau diterjemahkan bebas adalah media atau tempat mengekspresikan diri supaya terhubung dengan yang lain (social). Tetapi ada orang lain yang juga mendefinisikan social media sebagai kumpulan usaha menyalurkan komunikasi secara online (di dunia maya), yang dilakukan dengan beragam maksud, misalnya memberi masukan bagi komunitas, menjalin interaksi, berbagi suatu konten (muatan) dan juga berkolaborasi. (http://www.techtarget.com). Saya pikir inilah kemudian yang jadi daya tarik Social Media, karena ada tiga komponen ini:

  1. Keingintahuan manusia yang sudah ada dalam dirinya. 
  2. Dari poin diatas itu ditambah potensi kecerdasannya, kemudian melahirkan teknologi untuk membantu manusia.
  3. Keinginan atau bisa disebut kebutuhan manusia untuk terus terhubung, karena manusia juga mahluk sosial.

Saya juga memiliki beberapa data yang mencengangkan tentang jumlah pemakai social media, dan mungkin ini yang ter-update, karena Facebook Indonesia sendiri mencatat pada akhir kuartal kedua (Juni) 2016, pengguna aktif bulanan Facebook Indonesia adalah 88 juta pengguna. Padahal di akhir 2014 pengguna aktif bulanan Facebook Indonesia baru 77 juta. Saya bayangkan kalau perkembangan gereja seperti ini pasti luar biasa. Fakta menarik lainnya, 94% dari pengguna itu mengakses Facebook dari perangkat mobile (handphone, tablet). Kemudian statistic ini juga menarik, dalam sehari rata-rata 80 kali orang mengecek perangkat mobile nya. Kemudian 14 kali diantaranya yang dicek adalah Facebook. Holy Bible sekarang “kalah” akses dengan Holy Facebook. Dalam hal ini saya tidak mau menghakimi Anda jika Anda lebih banyak mengakses Social Media dibandingkan dengan Alkitab. Tetapi saya terus menyarankan untuk Anda melakukannya dalam level moderat. Ketika itu mengikat Anda, itu sama saja Anda kecanduan. Itulah mengapa saya sarankan misalnya Anda ambil puasa atau lebih tepatnya pantang Social Media sekali waktu dalam minggu-minggu yang Anda jalani.

Menariknya semua teknologi yang tercipta, atau bahkan semua barang itu memiliki dua “sisi”, seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Seperti sebuah tali Anda bisa gunakan untuk yang positif (Bilangan 11:8)  dan yang negative (Hakim-hakim 9:53). Anda bisa pakai tali itu untuk mengikat kaki ayam supaya nggak lari sebelum dipotong, tetapi juga bisa dipakai untuk bunuh diri. Anda bisa ikat tinggi di atas untuk jemuran baju, tapi bisa juga diikat dibawah dan membuat orang yang tidak melihat terjatuh kesandung. 

Jadi apa saja yang jadi pengaruh positif dan negatif dari Social Media? Mari kita mulai dari yang positif.

Dampak positif dari Social Media:

  • Semua orang yang memiliki akses mampu mengembangkan “lingkaran” pertemanannya. Ketika kita punya teman berarti kita punya pengaruh, otomatis “lingkaran” pengaruh kita juga membesar.
  • Kita memiliki banyak sumber berita dan ini lebih cepat dari media-media elektronik konvesional sekalipun. Demikian juga inspirasi kita untuk ide-ide segar, dan cara pikir kita menjadi lebih luas.
  • Menghemat ongkos komunikasi local dan global menjadi sangat minim, menjadi sangat cepat dan efisien.

Dampak negatif dari Social Media:

  • Menjauhkan orang-orang yang sebenarnya secara fisik lebih dekat daripada “orang-orang” yang ada di social media.
  • Sumber berita yang banyak bisa kemudian membuat kita terlalu banyak informasi-informasi yang tidak berguna.
  • Karena semakin murah dan mudah maka orang memanfaatkannya dengan tidak bertanggungjawab. Banyak sekali cyber-bullying, dusta, bahkan pembunuhan karakter terjadi di social media. 

Secara singkat, social media me-revolusi pandangan kita dalam hal moral (benar-salah), budaya (mengenal suatu nilai dan mengadopsinya) dan juga iman (dasar percaya pada Tuhan). Semuanya seperti yang saya paparkan di atas memiliki dua sisi: positif dan negatif.
 Seorang Youtuber Indonesia pernah berkata bahwa ia menghasilkan ratusan juta rupiah dalam sebulan, hanya dengan mengupload video-video yang dia buat sendiri ke Youtube. Sementara yang lainnya mengatakan pernah dalam sehari dia menghasilkan puluhan juta rupiah dari endorsement di Instagram. Sayangnya kedua Youtubers ini menikmati hasilnya karena hal negatif yang mereka umbar di Social Media.

Ini hanyalah sebagian penerapan yang salah dari Social Media. Kalau mau diurutkan tentu saja akan ada banyak hal yang kontra-produktif dari penggunaan social media. Saya sendiri punya pengalaman menarik dengan social messenger. Saya memutuskan untuk berhenti dari segala jenis social messenger mungkin sudah 2 tahun terakhir. Saya pengguna aktif social messenger sejak 2008, dimulai dengan BBM. Bayangan pertama kali adalah ini akan membuat saya bisa terkoneksi tanpa batas dengan semakin banyak orang, tetapi ternyata semakin tahun, social messenger membuat saya begitu terikat, dan pada dasarnya mulai mengganggu. Saya putuskan untuk menjadi lebih simpel dengan hanya memiliki account social media di FB, Youtube, dan weblog. Sementara untuk komunikasi: call-text-email.

Tidak ada yang salah dengan keberadaan awal social media untuk menghubungkan antar manusia yang berbeda jarak. Tetapi ingat tidak semua hal berguna. 1Korintus 10:23. Anda tidak perlu se-ekstrim saya, tetapi saya harap Anda bisa mengerti jebakan penggunaan social media. Jebakan social media:

  • Menjebak Anda untuk mengasihi sebuah aplikasi teknologi dibandingkan mengasihi Tuhan. Matius 10:37.
  • Menjebak Anda untuk “memberi makan” ego Anda. Galatia 5:20 merujuk pada perbuatan daging, tetapi di Yakobus 3:14 kita diberi petunjuk supaya jangan lebih jauh terjerumus. 
  • Menjebak Anda untuk menghabiskan waktu yang sebenarnya bisa dipergunakan untuk hal lain. Mazmur 78:33.

Coba baca pernyataan ini:

Social media is a tool to share the light, not to share your gloomy feelings.

(JM)

Ingat kan sama ayat ini: Matius 5:14-16. Pertanyaannya gini, apakah orang bisa memuliakan Tuhan dengan apa yang kita lakukan di social media? Coba balik ke ayat 13, ini peringatan keras! Ketika kita kehilangan “asin” atau “unsur pembeda” dari dunia, maka kita tidak ada gunanya. Social media adalah lingkungan yang gelap (negatif), apa gunanya kamu datang dan membawa “gelap”?
Tiga hal praktis yang bisa kamu lakukan 

  • Taruh app Alkitab di samping app social media mu. Sehingga setiap kali pagi hari membuka Alkitab, Anda ingat bahwa Tuhan yang pertama!!! Tentu saja itu juga harus diikuti dengan membatasi “penggunaannya” ayo penguasaan diri.
  • Cara untuk lepas dari belenggu social media adalah dengan berpikir yang benar, sama seperti semua “kecanduan” lain, yang harus lepas pertama adalah dari pikiran. Roma 12:2.
  • Lihat social media sebagai “alat” bukan “kebutuhan”. Matius 4:4.

GodblesS

JEFF

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s