Dipakai Atau Memakai?

“Mana yang sedang kita lakukan ‘memakai’ Tuhan untuk tujuan-tujuan kita, atau sebaliknya, ‘dipakai’ untuk tujuan-tujuanNYA?”

Seorang yang relijius mungkin akan berkata bahwa kita hidup sebagaimana tujuan apa yang Pencipta kita inginkan. Tapi Tuhan bukanlah sedang menciptakan robot. Manusia mempunyai kehendak bebas untuk menentukan pilihan. IA menciptakan manusia yang segambar dan serupa dengan diriNYA.

Ini bukan berarti kita menjadi ALLAH bagi kita sendiri!! Segambar dan serupa disini bermakna KEMULIAAN ALLAH diberikan kepada manusia sebagai ciptaan. Itulah mengapa kata DOSA disebut bersama dengan KEHILANGAN KEMULIAAN ALLAH. Karena oleh karena kita berdosa, kemuliaan Allah itu sudah hilang. Namun Yesus datang ke dalam dunia, untuk memulihkan ‘keadaan kita’.

Namun sadar-tidak-sadar, sebenarnya kita seringkali ‘meng-automatisasi-kan’ Tuhan. Kita menempatkan Tuhan seperti mesin otomatis yang menjual minuman kaleng. Kita harus mendapatkan APA YANG KITA MAU, sebanding dengan ‘uang raceh’ yang sudah kita keluarkan. Dan lebih parah lagi, jangan-jangan kita menempatkan Tuhan seperti mesin ‘jackpot’ di Timezone ato bahkan di Kasino. Dimana kita memasukkan ‘sedikit’ untuk mendapatkan LEBIH BANYAK YANG KITA BERI.

Saya yakin, saya percaya bahwa Tuhan berjanji (yang pasti digenapiNYA), bahwa kalau kita percaya, berharap, ‘menabur’ kebaikan demi namaNYA. DIA akan memberkati kita berkali-kali lipat. SAYA PERCAYA HAL INI. Tapi, coba kita berpikir sejenak. Apakah kita berjalan sesuai rencana TUHAN, atau TUHAN yang kita ‘haruskan’ memberkati semua rencana kita?

(Archive: Have been published on 19-March-2011 in jeffminandar.blogspot.co.id)

Advertisements

3 thoughts on “Dipakai Atau Memakai?

  1. post yang sangat membangun.
    Seperti pertanyaan anda diatas: “Mana yang sedang kita lakukan ‘memakai’ Tuhan untuk tujuan-tujuan kita, atau sebaliknya, ‘dipakai’ untuk tujuan-tujuanNYA?”
    saya sih lebih memilih opsi ‘dipakai’ untuk tujuan-tujuanNya.
    karena saya sudah dipanggil dan dipilih-Nya menjadi alatNya.
    Tidak peduli jika setiap usaha yang saya lakukan gagal, saya tahu rencana-Nya tak pernah gagal. Seringkali manusia mengharapkan yang kelihatan, padahal ada sesuatu yg tidak kelihatan itu bersifat kekal.

    great job. semoga lebih lagi menjadi berkat bagi banyak orang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s