Diam.

Dalam diam kita dapat menemukan banyak hal yang sederhana namun luar biasa. Saya mengungkapkannya demikian. Saat Anda berbicara, secara otomatis otak Anda akan bekerja mengolah data supaya apa yang Anda katakan adalah sesuatu yang bisa diterima/ditangkap oleh orang lain. Sehingga hukum energi yang sama berlaku.

Apa pula hukum energi itu?

Maksudnya demikian. Energi Anda itu tersalur dengan seimbang. Seberapa energi yang terpakai itu sama dengan seberapa energi yang keluar. Sehingga ketika energi Anda banyak tercurah untuk apa yang  Anda katakan. Maka Anda tidak atau kurang memiliki energi untuk mendengarkan. Sehingga, apa yang terjadi adalah pemikiran Anda, intelek Anda bocor kepada apa yang Anda katakan. Namun Anda tidak mendapat apa-apa karena Anda tidak mendengarkan.

Itulah kita butuh waktu diam dalam rentang waktu tertentu.

Sekarang jelas mengapa ada pepatah yang mengatakan “diam adalah emas”. Itu karena Anda bukan sekedar diam dengan pikiran yang pasif, namun Anda  sedang mendengarkan dengan pikiran yang aktif dan atentif. Hal ini sering digambarkan dengan kata lain, yaitu: MENYIMAK.

Menyimak bukanlah sekedar mendengar.

Dalam tulisan orang berhikmat lain saya mendapatkan kalimat ini: “Biarlah kau marah, tetapi jangan berbuat dosa, berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah DIAM.”

GodblesS
JEFF
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s