ALASAN


Untuk segala sesuatu ada alasan yang melatarbelakanginya. Allah menciptakan dunia ini karena IA adalah Allah yang kreatif, dinamis dan maha kuasa. Ini bisa kita lihat dari kalimat “jadilah” di sepanjang kisah minggu penciptaan. Demikian dalam penciptaan manusia IA “menjadikan” manusia “supaya mereka berkuasa”. Jadi manusia memang diciptakan dan diberi kuasa untuk mengelola ciptaan yang lain dengan cara kreatif dan dinamis, mirip dengan kualitas Sang Pencipta. Kejadian 1:3, 26.

Dengan pengertian ini sebagai dasar maka kita mengerti bahwa pasti ada alasan untuk sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita. Baik itu kejadian-kejadian yang kita lihat sebagai sesuatu yang positif maupun sebaliknya, kejadian-kejadian yang di pemandangan kita negatif.  Tentu saja pernyataan ini tidak semudah pengucapan atau penulisannya. Saat kita menjalaninya pikiran kita dipenuhi oleh tanda tanya dan keraguan. Kita coba belajar dari tokoh-tokoh Perjanjian Lama dan tokoh-tokoh Perjanjian Baru, dan coba belajar apa yang relevan di dalam hidup kita.

              Dalam Perjanjian Lama ada kisah tentang Rut, seorang yang bukan keturunan Israel, tetapi kemudian memiliki kesempatan untuk mengubah hidupnya, dengan kesetiaan yang ia miliki. Lalu kita kenal juga sosok Ester, seorang ratu bagi raja suatu bangsa, yang menjadi penjajah bangsa Yahudi. Kemudian Ayub yang sangat terkenal dengan cobaan-cobaan yang menimpa dia, sampai ke titik dia mempertanyakan Tuhan, tetapi kemudian pulih dan mendapat berkat dua kali ganda. Ini saya rasa yang menjadi titik penting dalam kisah mereka bertiga:

  1. Rut 1:16-17. Saat Rut mengambil komitmen mengasihi dengan setia.
  2. Ester 4:16. Saat Ester mempertaruhkan nyawanya untuk usaha menyelamatkan bangsanya.
  3. Ayub 1:21. Saat Ayub memutuskan memuji Tuhan di tengah kesulitannya.

Ketiga tokoh diatas adalah tokoh dari Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru kita melihat 3 kejadian dari 4 tokoh yang juga luar biasa:

  1. Markus 7:29. Saat Perempuan Siro Fenisia memiliki mata iman dan ketekunan yang diperkatakan.
  2. Kisah Para Rasul 4:19-20. Petrus dan Yohanes memiliki nilai yang tidak tergoncangkan intimidasi.
  3. 2Korintus 12:10. Paulus mengambil kesimpulan akan paradoks pengikut Kristus, karena kekuatan kita hanya Allah saja.

Allah selalu punya alasan dalam melakukan segala sesuatu. Rut ditaruh dalam suatu posisi dimana ia bisa memengaruhi keputusan raja. Paulus mengalami kelemahan supaya nyata bahwa kuasa Tuhan nyata dalam dirinya. Tentu saja di pihak kita, kita bisa mengambil 1001 alasan untuk meninggalkan Tuhan, untuk tidak melayani, untuk tidak memberi dan lainnya. Tetapi ingat satu hal ini kita diberi kuasa, dan dijadikan ahli waris (Galatia 4:6-7), masakan kita masih mau melepaskan itu untuk alasan lain?

Advertisements

PUJI DAN SEMBAH DIA

Selamat malam Bapak/Ibu/Saudara/i, jemaat GPdI Mahanaim yang luar biasa. Malam hari ini kita berkumpul di tempat ini dengan motivasi yang berbeda, yang ketika kita berlutut nanti, kita bawa di hadapan Tuhan.

Ada orang-orang yang karena mereka tahu motivasinya bukan karena benar-benar rindu dan mengasihi Tuhan, terlebih lagi mereka masih belum beres dalam hatinya. Ketika berlutut kemudian menjadi tertuduh dengan suara-suara dari iblis, dan buyar konsentrasinya dalam berdoa. Karena itu malam hari ini saya rindu kita mengenal DIA, dan mendapat alasan yang tepat mengapa kita harus memuji dan menyembah DIA dalam Doa Raya ini.

Setiap kita punya figur yang kita kagumi, itu bisa jadi seorang pemimpin, seorang ayah, seorang artis, seorang atlet, atau siapapun itu. Izinkan saya membuat daftar 7 figur yang mungkin Anda kagumi:

  1. Penolong. Siapa yang tidak suka ditolong, dan seringkali kita kagum dengan seseorang yang pernah menolong kita. Mereka yang berdiri di samping kita. Yohanes 14:16, Lukas 12:11-12.
  2. Penghibur. Tidak ada orang yang tidak suka hiburan. Ketika sudah penat, ketika lelah, kita butuh seseorang atau sesuatu yang bisa menghibur dan memberi kekuatan yang tidak bisa dijelaskan. Memang sayangnya ada yang salah mengerti dan mencari penghibur yang malahan membawa pada masalah lain. Yohanes 14:26. Lukas 22:43.
  3. Sahabat sejati. Seseorang yang berani berkorban untuk Anda, siapa yang tidak kagum dengan sosok seperti ini. Yohanes 15:13-15.
  4. Sang Sulung, yang pertama. Saya kagum dengan kakak saya yang sulung, karena dia yang “membuka jalan” dan menjadi referensi saya dalam beberapa pengambilan keputusan. Roma 8:29. 1Korintus 15:20.
  5. Pasangan. Selama Anda bukan karena dipaksa, tunangan Anda adalah yang terbaik, dan biasanya Anda kagumi, setidaknya ada satu sisi dari dirinya yang membuat Anda ingin bertunangan dengan dia, bukan? Anda percaya dia sedang menyiapkan yang terbaik di tingkatan hubungan berikutnya, yaitu pernikahan. Wahyu 21:9-10. Yohanes 14:3.
  6. Ayah (atau untuk beberapa orang: Ibu). Kasih dan sayang mereka tidak ada duanya. Betul, memang mereka tidak sempurna, tetapi kebanyakan kita kagum akan kegigihan mereka dan kasih mereka terhadap kita. Lukas 11:11-13, Yesaya 49:15.
  7. Allah. Bagi setiap orang percaya, kita kagum pada figur Pencipta langit dan bumi dan seluruh semesta ini. Bagaimana DIA mencipta dari ketiadaan, mencipta hal-hal yang begitu detail dalam diri kita, dan juga di sekeliling kita. Roma 11:33-36.

The Perfect Seven. Bisakah Anda melihat itulah Allah Tritunggal, Bapa, Anak, Roh Kudus yaitu dalam Tuhan Yesus Kristus. Jadi apa yang kita lakukan di hadapanNYA malam ini. Engkau yang butuh pertolongan, penolongmu ada disini. Engkau yang lelah dan mengalami duka, penghiburmu ada disini. Engkau yang perlu sahabat, sahabatmu ada disini. Demikian IA adalah Saudara Sulung, Tunangan, Bapa, IA Allah diatas segala Allah, ada disini. Ajukanlah permohonanMU, “dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. (Filipi 4:6)

GodblesS

JEFF