KUAT DALAM TUHAN

Efesus 6:10.

Kalau sampai saat ini kita masih hidup dan bertahan, kita percaya ini karena Tuhan. Allah yang ada dari permulaan zaman, akan menyertai kita sampai akhir yaitu saat IA datang untuk menjemput kita. Wahyu 1:4. Perhatian Allah kepada kita ditunjukkan lewat kasih dan anugerahNYA.

Lagu terjemahan berikut akan menjadi bahasan saya saat ini, mewakili ucapan syukur kita pada hari ini kepada Tuhan.

Burungpun Kau perhatikan

dan tanganMu menjagaku

dari ujung dunia sampai relung hatiku

Biar rahmat dan kuatMu nyata

Kau memilihku Tuhan

S’mua malaikat tahu

‘tuk kemuliaanMu menjadi saksiMu

p’nuh kasih dan anugrahMu

Dan kuberlari padaMu, pada FirmanMu

bukan kuat, bukan gagah

tapi oleh Roh Kudus

Ya, ku ‘kan berlomba sampai

kupandang wajahMu

Biarku hidup dalam kasihMu yang mulia

Dalam hidup ini ada selalu ada bagi kita kesempatan untuk mengucap syukur bahkan dalam saat sulit sekalipun. Kita tentu saja ingat perkataan Ayub yang begitu menginspirasi dalam Ayub 1:21  “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!

Kita mengucap syukur karena kebaikan Tuhan yang memelihara hidup kita. Allah melengkapi kita dengan kemampuan untuk tetap hidup bagi DIA. Yesus pernah memberikan perbandingan yang menunjukkan betapa pemeliharaan Allah atas semua ciptaan meskipun ia kurang berharga. Matius 10:29.

Sehingga bagaimana mungkin Allah menjaga yang kurang berharga tetapi abai kepada yang lebih berharga? Ayat 31. Ketika kita menilai diri kita tidak berharga, sebenarnya kita menganggap rendah perkataan Yesus. Mari kita baca dan renungkan ayat terkenal di Yesaya 43:1-4.

Dalam hal ini kita percaya bahwa Allah pencipta langit dan bumi berkuasa untuk menjaga hal yang begitu jauh dari pemikiran kita (Mazmur 19:1-7). Tetapi IA juga mampu menjaga keberadaan kita (Mazmur 121:1-8), dan IA mengenal hati kita (1Raja-raja 8:39).

Kata rahmat itu sejajar dengan dengan kata “belas kasihan”, “kasih karunia”, “kasih setia”, dan “anugerah”. Inilah yang membedakan kekristenan dengan kepercayaan lain di dunia. Istilahnya bisa jadi sama, tetapi konsep rahmat dalam kekristenan begitu unik karena itu nyata (Titus 3:4-5) dan Tuhan yang mengambil inisiatif (1Yohanes 4:10).

Anugerah Allah juga nyata dalam pilihanNYA atas kita. 1Tesalonika 1:4. Bahkan malaikat Allah tahu bahwa belas kasihan Tuhan ada atas manusia yang percaya bukan atas malaikat. Ibrani 2:16. Pilihan Allah itu bukan untuk sesuatu yang sia-sia. IA memilih Paulus untuk menjadi alat Tuhan. Kisah Para Rasul 15:7. IA juga memilih kita untuk “rajin berbuat baik”. Titus 2:14.

Jadi supaya kita sebagai “manusia ilahi” diperlengkapi dengan perbuatan baik, maka seharusnya pengejaran kita adalah firman Allah. 1Timotius 3:16-17. Kita berlari sedemikian rupa dalam hidup ini untuk mendapatkan Sang Firman yang menjadi manusia, yang oleh Paulus diistilahkan “panggilan surgawi dalam Kristus Yesus”. Filipi 3:14.

Kuat dan gagah manusia tidak bisa membawa kita menyelesaikan pertandingan hidup ini. Zakharia 4:16. Ibadah-ibadah kita, termasuk di dalamnya pengejaran akan firman Allah, dilakukan oleh karena Roh Allah, bukan sekadar ritual lahiriah. Filipi 3:3.

Karena itu tetaplah bertanding, tetaplah berlari, apa yang kita capai sampai saat ini belum selesai sampai nanti kita sampai ke Surga (Filipi 3:10-14) dan berhadapan muka dengan muka dengan Sang Kasih sejati, Tuhan Yesus Kristus. 1Korintus 13:12.

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”

GodblesS

JEFF