MELAYANI KARENA MUKJIZAT

Roma 6:11.

Kehidupan manusia begitu kompleks, dan yang membuat seseorang tidak kehilangan arah dalam menjalani hidup adalah ketika ia memiliki tujuan yang jelas. Saat seseorang memiliki tujuan hidup, maka hidup mereka lebih sejahtera karena ada optimisme (harapan) yang timbul, dan hal ini berdampak positif. Baik untuk kehidupan fisik, maupun mental seseorang. Ini adalah hasil studi yang berlaku baik di rentang usia remaja, dan juga di rentang usia dewasa.[1]

Kalau kita melihat kehidupan murid-murid Yesus dalam rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah kematianNYA di kayu salib, tujuan hidup, alasan mengapa mereka melakukan sesuatu menjadi begitu penting. Yudas Iskariot yang menjadi figur murid pengkhianat dari antara 12 murid Yesus, memang mendapat keuntungan finansial dari menyerahkan Yesus kepada imam-imam kepala. Matius 26:14-16. Tetapi di saat yang sama ada sudut pandang lain, yaitu Yudas Iskariot menjadi ragu, kehilangan makna menjadi murid Yesus, sehingga akhirnya berakhir pada keputusasaan.[2]

Pada sisi lain kita melihat murid-murid Yesus yang lain menemukan kembali tujuan hidup mereka setelah kebangkitan Yesus. Lukas 24:36-48. Mereka sekarang bukan sekadar mengikuti seorang “guru (rabi) Yahudi”. Matius 26:18, Markus 9:5. Namun mereka menjadi saksi mata dari mukjizat ajaib, kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Lukas 1:1-2.  

Syukur kepada Tuhan kita sekarang memahami gambaran besarnya. Bahwa melalui kematian Yesus dosa dan maut tidak lagi berkuasa atas kita yang percaya. Roma 6:9, 11. Melalui kebangkitanNYA kita juga dihidupkan bukan untuk kembali berbuat dosa, melainkan untuk  hidup bagi Allah, dalam Yesus Kristus.

Selama kehidupanNYA di muka bumi, Yesus melakukan banyak sekali mukjizat. Tetapi mereka yang melihat mukjizat itu tidak percaya. Yohanes 12:37. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa yang kita kejar bukan mukjizat sebagai suatu fenomena ajaib. Karena Yudas Iskariot pun melihat mukjizat demi mukjizat tetapi tetap kehilangan tujuan pengiringannya kepada Yesus.

Namun ini yang menjadi fokus kita, iman kepada sang pembuat mukjizat. Saat kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, IA yang pernah mati, namun bangkit dan hidup untuk selama-lamanya, kita juga akan mengalami hal yang sama. 1Tesalonika 4:14. Mukjizat keselamatan sudah terjadi di atas kayu salib, dan mukjizat kebangkitan di kubur batu yang kosong. Sekarang apa respons kita? Hidup bagi DIA, melayani Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. Ayat-ayat dalam Lukas 24:46-47 menunjukkan keberlanjutan apa yang dituliskan dalam Alkitab, penggenapan dalam kehidupan Yesus, dan apa yang gerejaNYA lakukan sembari mendeklarasikan kebangkitanNYA.


[1] Devita Savitri, “Studi Ungkap Tujuan Hidup Berdampak pada Kepuasan Hidup Anak Remaja hingga Dewasa” dari  https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6570799/studi-ungkap-tujuan-hidup-berdampak-pada-kepuasan-hidup-anak-remaja-hingga-dewasa. Terakhir diakses 5 April 2026.

 

[2] Susan Gubar, Judas: A Biography, 2009, New York: W.W.Norton & Company, p.311. https://archive.org/details/judasbiography00guba/mode/1up. Last accessed 5 April 2026.

Leave a comment