Yohanes 3:31.
Ketika kita ingin melayani Gereja Tuhan, seringkali yang menjadi kerinduan pertama adalah pelayanan yang berhubungan dengan berlangsungnya Ibadah Raya. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, karena itu memang yang paling dekat dengan aktivitas Rohani mingguan Jemaat. Namun sebenarnya ada pelayanan yang berhubungan langsung dengan Pertumbuhan Gereja, yaitu penginjilan.
Secara teori Pertumbuhan Gereja, sebuah institusi Gereja dapat bertumbuh karena 3 hal:
- Pertumbuhan Biologis. Maksudnya pertumbuhan melalui pertambahan kelahiran anggota jemaat. Alkitab mengajarkan bahwa pertumbuhan iman dimulai dari keluarga. Ulangan 6:6-7. Allah memberikan anak-anak sebagai pemberian yang berkaitan dengan pertumbuhan Gereja. Mazmur 127:3-5.
- Pertumbuhan Transfer. Maksudnya pertumbuhan melalui perpindahan jemaat. Dalam Perjanjian Baru seorang pelayan jemaat yang luar biasa, namanya Apolos, pernah pindah ke Akhaya. Kisah Para Rasul 18:27. Atau Febe yang direkomendasikan ke jemaat Roma. Roma 16:1-2.
- Pertumbuhan Penginjilan. Maksudnya ada orang-orang baru yang dijangkau dengan Injil seperti apa yang diamanatkan Yesus di Matius 28:19-20. Ini penting dilakukan karena kerinduannya semua orang mendengar Injil dan datang kepada Yesus. Roma 10:14-15.
Penginjilan ini beragam bentuknya dan karena tidak sering tampil atau muncul di Ibadah Raya, seringkali ini tidak terlalu menonjol sebagai bentuk melayani Gereja Tuhan. Suatu hari saya datang ke sebuah Gereja dan mendengar pengkhotbahnya bicara tentang menjadi “papan penunjuk jalan” kepada Kristus. Seharusnya hal ini adalah bagian pelayanan bagi Gereja lokal.
Ketika Yesus berbicara tentang yang datang dari atas dan yang datang dari bawah, IA sedang berbicara tentang suatu otoritas. Karena darimana seseorang berasal membawa “otoritas”. Misalnya saja seseorang yang datang dari institusi Kepolisian, atau dari Lembaga Pendidikan ternama. Yesus datang dari Surga, karenanya otoritasNYA membuat perkataan dalam Yohanes 14:6, menjadi valid.
Papan penunjuk jalan sebenarnya punya arti penting dari sekadar “penghias” atau “tanda”. Khususnya ini berlaku di tempat-tempat umum, seingat saya dulu sempat disebut sebagai POI (Place of Interest). Tempat-tempat ini dikunjungi oleh orang dari latar belakang yang berbeda, karena itu perlu banyak penanda yang jelas. Atau jika kita ada di jalan nasional, atau jalan tol, bahkan di jalan kota yang tidak familiar bagi kita.
Bukankah bagi manusia ada perjalanan kerohanian yang jelas. Namun bagi mereka yang di luar Yesus jalan itu menjadi samar, dan dipenuhi papan penunjuk jalan yang membawa pada kebinasaan. Matius 7:13-14. Karena itu penting bagi kita untuk dapat menunjukkan jalan kepada Yesus dengan menjadi saksi, baik di dunia nyata, maupun di dunia maya.

Leave a comment