Kolose 3:22-23.
Seseorang yang berdampak, mencapai ekspektasi yang ditaruhkan kepadanya. Penilaian akan pencapaian ekspektasi ini datang dari atas (maksudnya Tuhan), dan dari bawah (maksudnya sesama). Kita bisa melihat ini dalam diri Samuel (1Samuel 2:26) dan dalam diri Yesus (Lukas 2:52). Dalam kehidupan keduanya semakin dewasa, semakin mereka disukai dan dikasihi Tuhan, dan sesama.
Menariknya semakin kita dewasa fokus kita juga bergeser dari diri kita sendiri, kepada orang lain. Jika di masa kanak-kanak semua tentang aku (mamaku, mainanku, dan lain-lain). Maka semakin bertambah umur kita mulai berpikir mengenai orang lain. Kita mulai berpikir mengenai berbagi dan memberi. Karena itu saya percaya bahwa apa yang Yesus katakan di Matius 22:37-40. Hukum ini adalah bukti kedewasaan kita dalam kekristenan.
Demikian juga saat kita diminta untuk hidup menyenangkan hati Tuhan. Dalam kedewasaan Kristen kita, menyenangkan hati Tuhan dan hidup dalam standar kebenaranNYA, bukan lagi suatu tuntutan, tetapi inilah jatidiri seorang Kristen yang sejati. Kita adalah bagian dari Kerajaan Allah, Kerajaan yang tak terguncangkan, dan Kerajaan itu didasarkan pada keadilan dan kebenaran. Yesaya 9:6. Sang Mesias, yang dinubuatkan di Perjanjian Lama, dan digenapi di Perjanjian Baru dalam kehadiran Yesus, bukan saja memiliki gelar Raja Damai (lihat Yesaya 9:5). Namun juga memiliki kerajaan yang kokoh dan tak berkesudahan.
Kerajaan yang kokoh dan tidak terguncangkan ini akan diisi oleh orang-orang yang juga kokoh dan tidak mudah terguncangkan. Jika Anda tertarik untuk menjadi bagian dari Kerajaan ini maka Anda harus dewasa, kokoh dan tak terguncangkan. Tantangannya yang terbesar datang dari pengaruh yang masif di sekitar kita. Tetapi saya percaya orang yang dewasa tidak mudah diombang-ambingkan. Caranya adalah mengambil pilihan sadar untuk menjadi dewasa. Dalam Firman Tuhan dengan jelas dikatakan: 1 Korintus 13:11 “Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.”
Untuk menjadi dewasa kita butuh tuntunan Roh Kudus, karena itulah salah satu maksud dari “kepenuhan Kristus” dalam Efesus 4:13-14. Kita tidak lagi mudah diombang-ambingkan! Puji Tuhan kalau hari ini kita anak-anak muda masih menyadari bahwa kita butuh pegangan yang teguh didalam Kristus. Banyak sekali anak muda yang merasa dirinya kuat, merasa dirinya tidak terguncangkan namun ternyata mereka mudah sekali ambruk. Apalagi kalau sudah ditawari 3G (Gold-Glory-Guys/Girls). Orang-orang yang tidak bertahan tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah yang tak terguncangkan. Itu jelas ditulis Paulus di 1Korintus 6:9-10.
Kerajaan Allah itu adalah Kerajaan yang tak terguncangkan juga sebenarnya sudah ditulis penulis Mazmur di Mazmur 145:13. Hal itu akan menjadi kenyataan di Akhir Zaman ketika apa yang juga ditulis Petrus (1Petrus 2:9), menjadi realita. Wahyu 5:10. Semua ini dilakukan oleh DIA yang diurapi, Sang Mesias, Yesus Kristus Tuhan. Sehingga ketika kita menjadi “yang berkenan di hadapan Tuhan”, kita memiliki suatu pernyataan iman dan pengharapan akan masa depan kita yang gilang gemilang. Selama kita mau bertumbuh, tidak berhenti jadi anak-anak rohani, melainkan jadi dewasa rohani, kita dapat menjadi bagian dari Kerajaan Allah dan membawa dampak bagi dunia.

Leave a comment