Matius 13:23.
Ayat ini adalah bagian dari ilustrasi, atau perumpamaan, yang Yesus berikan saat IA mengajar tentang respons seseorang dalam mendengar firman tentang Kerajaan Surga. Ayat 18-19a. Secara singkat ada 4 respons setelah seseorang mendengar firman, dan keempat respons itu menentukan “buah” yang dihasilkan seseorang:
- Tidak mengerti. Ayat 19. Ini bukan karena firman itu sulit dicerna, atau disampaikan dengan kurang menarik. Tetapi respons seseorang sampai ia tidak mengerti firman yang didengarnya bisa terkait dengan:
- Konten firman tersebut. Kisah Para Rasul 24:24-25.
- Motivasi hati. Ayat 26.
- Berpaling dari yang benar kepada yang enak didengar. 2Timotius 4:3-4.
- Tidak berakar. Matius 13:21. Firman itu baik dan menggembirakan, tetapi tidak bertahan lama, karena seseorang yang menerimanya tidak berkomitmen dan konsisten “menumbuhkannya”. Akan ada banyak pertanyaan setelah mendengar firman, tetapi butuh respons lebih daripada menanti segala sesuatunya jadi sesuai dengan yang kita inginkan. Mazmur 13:1-6.
- Tidak “mengalahkan” kekhawatiran dan tipu daya duniawi. Matius 13:22. Pertumbuhan firman yang berpotensi menghasilkan buah dihimpit dan akhirnya dikalahkan rasa khawatir. Setelah mendengar firman, tipu daya dunia juga didengar dan tumbuh, sehingga keuntungan dari firman tidak didapat. Akhirnya keputusan untuk melakukan firman itu tidak diambil. 1Korintus 2:1-2.
- Mendengar dan mengerti lalu berbuah. Matius 13:23. Mendengar dengan perhatian akan menuntun pada pengertian. Secara teoritis seseorang mengerti dengan melakukan dua hal ini:
- Asimilasi. Kita sudah mengerti sebelumnya dan menambahkan pengertian itu ke “kotak pemikiran” yang sudah ada.
- Akomodasi. Kita belum punya pengertian itu dan kita “menciptakan kotak” yang baru untuk mengakomodasinya dalam pikiran kita. [1]
Apapun kondisi kita, kerinduannya adalah kita berbuah. Kehidupan rohani kita produktif dengan terlibat melayani gereja. Kita melakukan itu karena kita tahu ada potensi dalam diri kita yang melimpah, dan kita mengerti kita sudah dimerdekakan dari dosa. Sekarang waktunya melayani dengan kasih. Galatia 5:13.
[1] Piaget, J. (1952). The Origins of Intelligence in Children. International Universities Press. Downloaded in pdf format from University of Pittsburgh: https://sites.pitt.edu/~strauss/origins_r.pdf. Last accessed 15 March 2026.

Leave a comment