1Korintus 15:58.
Jika kita membaca pasal 15 dari ayat pertama, maka kita akan mendapat pemahaman tentang kabar baik di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kabar ini membawa pengharapan di tengah penderitaan dan ketidakpastian hidup. Kalau jemaat sekarang bisa memahami kondisi jemaat di Korintus saat Paulus hidup, mereka ada dalam Gereja yang diwarnai perpecahan, kesombongan rohani, perzinaan, dan perselisihan hukum. Sehingga tepat di ayat terakhir pasal 15, Paulus kemudian menasihatkan mereka untuk tetap teguh dalam pengajaran yang benar.
Kalaupun ada yang bisa kita pelajari dari kondisi di Jemaat Korintus, adalah supaya masalah-masalah di jemaat tersebut tidak terjadi di antara jemaat lokal saat ini. Namun di saat yang sama kita diberi pengharapan tentang suatu kondisi yang sama sekali berbeda dengan yang ada di dunia ini. Asal kita tetap berpegang pada keyakinan keselamatan kita. Ayat 2. Jangan pernah menyia-nyiakan apa yang kita sudah dapat dari Tuhan. Ibrani 2:3.
Yesus sudah mati untuk dosa kita, ini adalah dasar iman kita. 1Korintus 15:3. Betul tidak ada orang yang sempurna, tetapi kalau jemaat masih belum yakin bahwa dosa-dosa kita sudah diampuni oleh Yesus, maka kita adalah orang yang sungguh malang. Semoga setiap kita berhadapan dengan tubuh dan darah Yesus dalam Perjamuan Tuhan yang kudus, kita kembali diingatkan dan dikuatkan imannya. 1Korintus 11:24.
Namun ayat yang kita baca di awal bukan hanya berhenti di keteguhan iman. Tetapi ada anjuran untuk selalu giat dalam pekerjaan Tuhan. Ini adalah level berikut dalam kekristenan, yang juga adalah cerminan kedewasaan iman. Bilangan 4:3. Seseorang yang melayani pastilah sudah memiliki kedewasaan berpikir. Jadi ketika kita menghindari untuk melayani, apapun itu bentuknya, kita perlu melakukan refleksi diri.
Kita hidup dalam kehidupan yang fana, maksudnya tidak abadi. Jika kita tidak mengisinya dengan melayani orang lain bukankah hidup ini akan berakhir sia-sia. Karena catatan dan kenangan manusia terbatas. Tetapi ada satu catatan yang tidak akan lenyap, Namanya Kitab Kehidupan. Wahyu 20:12. Semua perbuatan kita tercatat di sana. Jika kita hidup untuk teguh dalam iman dan giat dalam pelayanan, bukankah semua yang lain menjadi tidak begitu penting lagi? Seperti Yesus berkata kepada murid-muridNYA di Lukas 10:20.

Leave a comment