Markus 1:2-4.
Sebenarnya ini adalah tujuan akhir dari pembahasan mengenai “yang kedua di gereja”. Kita mengambil peran kita seperti Yohanes Pembaptis bagi Yesus. Kita “menyiapkan jalan”, karena sebenarnya, kita adalah jembatan untuk mencapai tujuan besar pemimpin kita.
Ketika diminta membahas mengenai “orang kedua” yang terlintas di benak saya langsung Yusuf. Karena ia menjadi “second in command” dari suatu kerajaan besar di zaman kuno. Kejadian 41:40. Menariknya menjadi “second in command” bukan berarti inferior. Bahkan saya diingatkan oleh salah satu staf pastoral di gereja lokal, bahwa Yesus juga adalah oknum kedua keilahian, tetapi hakikatnya tetap Allah.
Dalam kasus Yusuf ia superior. Ia lebih punya hikmat dan kemampuan. Dari perspektif Alkitab kita bisa lihat Yusuf selalu menghasilkan yang baik dari perannya. Tentu saja ini karena, pertama, ia disertai Tuhan (Kejadian 39:2), dan ia memiliki “spirit of excellence” yang berarti selalu mencari cara melakukan yang terbaik. Baik saat di Rumah Potifar (ayat 6), di penjara (ayat 22), maupun di Istana Firaun (Kejadian 41:46-49).
Jadi mengenai menjadi “yang kedua” namun tetap melakukan yang terbaik bukan saja dapat diaplikasikan di lingkungan gereja. Tetapi di mana saja mulai dari di rumah, sekolah, kantor. Asalkan kita memang menanggalkan ambisi untuk “berkuasa”, karena kita percaya apa yang dituliskan Yakobus 4:10.
Secara referensi posisi seperti ini, dengan pemahaman bahwa semua orang adalah pemimpin, disebut VDL (Vertical Dyadic Linkage) dan dalam perkembangannya dikenal sebagai LMX (Leader Member Exchange).[1] Secara sederhana sang pemimpin, termasuk “yang kedua” membangun hubungan yang berkualitas secara spesifik. Ini bisa diterapkan ke atas atau ke bawah.
Mereka “yang kedua di gereja” ada dalam posisi “sandwich” ada tuntutan dari atas, tetapi ada juga tuntutan dari bawah. Namun saya percaya apapun posisi kita dalam pelayanan, kerendahan hati dan pemahaman yang jelas apa yang harus kita lakukan akan menuntun kita kepada perkembangan.
[1] Schedlitzki, Doris and Edwards, Gareth. “Studying Leadership: Traditional and Critical Approaches” – Second Edition. London: SAGE Publication, p.62. Kindle.

Leave a comment