Kisah Para Rasul 2:13.
Saya percaya ada banyak dari kita yang pernah dengar penggalan lagu “Sweet Annointing”.
Sweet, sweet anointing
Flowing down to make me clean like a mighty rushing stream
Sweet, so sweet anointing
Pouring out the oil and wine all over me
Bagi kita yang percaya, dan hidup dalam Gerakan Pentakosta (Pentecostal Movement) frasa mengenai “Roh Kudus yang Manis” adalah suatu hal yang biasa kita dengar. Tetapi tidak bagi orang-orang yang pada masa itu menyaksikan pencurahan Roh Kudus di Yerusalem. Mereka tidak memahami Roh Kudus, karena mereka tidak memiliki pengalaman pribadi denganNYA.
Dipenuhkan oleh Roh Kudus adalah suatu pengalaman pribadi. Jadi karena ini adalah pengalaman pribadi, harapannya jemaat tidak disesatkan oleh rupa-rupa pengajaran. Efesus 4:14. Pedoman kita bukan pengalaman subjektif orang lain, tetapi pengalaman-pengalaman yang tercatat dalam firman Allah.
Pengalaman pribadi bisa dibagi menjadi dua kategori, pengalaman yang manis (yaitu pengalaman positif mengenai sesuatu) dan pengalaman yang pahit (yaitu pengalaman negatif). Ini yang perlu kita pahami sekarang, bahwa pengalaman ilahi dengan Roh Kudus bukan pengalaman pahit. Maksudnya seperti yang dimengerti oleh murid-murid ketika mendengar Yesus akan pergi meninggalkan mereka, kembali kepada Bapa. Yohanes 16:6. Tetapi Sang Penghibur itu lebih berguna bagi kita untuk suatu hari kita bertemu dengan Yesus muka dengan muka. Ayat 7.
Saya percaya dan mengalami bahwa dipenuhkan oleh Roh Kudus adalah suatu pengalaman yang manis. Jika kita kembali kepada apa yang tercatat dalam Alkitab, di Yerusalem saat Hari Pentakosta, ada beberapa hal yang perlu orang percaya lakukan untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus:
- Percaya, membuka hati. Kisah Para Rasul 1:4-5.
- Setia dalam pengharapan. Kisah Para Rasul 1:14; 2:1.
- Keberanian bertindak dengan kesadaran penuh. Kisah Para Rasul 2:14.

Leave a comment