Yehezkiel 47:4b.
Dalam pemahaman dasar Kristen kita sadar kehidupan ini sumbernya adalah kasih, lebih tepatnya Kasih Allah. Itu mengapa dari awal penciptaan sampai kehadiran Yesus Sang Juruselamat, kasih itu nyata. Demikian juga kita memahami bahwa Roh Kudus adalah pribadi Allah yang membantu kita dalam perjalanan hidup kita setelah mengalami penebusan Ilahi dalam Tuhan Yesus Kristus.
Sehingga dengan pemahaman akan hal-hal di atas kita memiliki cara pandang baru dalam menjalani hidup. Ini bukan tentang siapa orang tua kita, di mana kita tinggal, dan status sosial kita. Tetapi bagaimana saya bisa menjalani hidup sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Karena IA yang memulainya dalam hidup kita, IA akan mengakhirinya sesuai dengan rencanaNYA yang baik. Filipi 1:6.
Pada masa-masa ini kita membutuhkan sosok yang menguatkan, memampukan, mengingatkan, menghibur, dan membuat kita kembali sadar akan tujuan perjalanan hidup kita. Pribadi ini penuh kasih karunia, IA adalah Roh Kudus. Yohanes 14:26, 15:26, 16:7. Pengalaman bersama dengan Roh Kudus digambarkan dalam Yehezkiel 47:1-12, akan membawa kita kepada hasil akhir kehidupan kekal, tepat seperti gambaran di Wahyu 22:1.
Secara umum kita harus mengerti bahwa kita sedang berada di Zaman Roh di mana kita ada di ambang kedatangan Yesus kali yang kedua. Ini bukan lagi kisah tentang penantian tokoh besar yang akan memimpin kita ke dalam keadaan utopia (situasi khayalan tentang kondisi sosial yang sempurna/ideal). Tetapi tentang aksi atau perbuatan (kita berdasarkan pimpinan Roh Kudus) yang menentukan posisi kita sebagai bagian gereja yang sempurna atau gereja yang tidak sempurna. Kisah Para Rasul 1:1, 8; 28:31; 2Korintus 13:9.
Karya Roh Kudus oleh beberapa pengajar dianggap sudah tidak lagi relevan. Istilah yang dipakai untuk pengajaran yang demikian adalah “cessationism”. Secara umum mereka melihat karunia-karunia Roh Kudus sudah berhenti setelah zaman para rasul. Tetapi bagi kita tidak mungkin itu berhenti kalau pengajaran dari Alkitab menunjukkan bahwa karya Roh Kudus bekerja sampai kesudahan zaman.
Karena Yesus sendiri menyampaikan bahwa Roh Kudus, Sang Penghibur akan mengajarkan dan mengingatkan tentang Yesus. Yohanes 14:26. Maka kita perlu mengalami kuasa Roh Kudus itu, ini bukan sekadar perasaan tetapi kita alami hari demi hari. Pengalaman di Yehezkiel 47:4 menunjukkan bahwa kita benar-benar ada di titik di mana berikutnya tidak ada lagi perlawanan kepada kuasa itu. Kita benar-benar hidup dalam pengalaman Roh Kudus yang menghidupkan.
Sebagai penutup ada 3 hal yang saya rasa kita perlu paham mengenai karunia Roh Kudus bagi kita:
- Karunia Roh Kudus itu diberikan bukan diajarkan. Kisah Para Rasul 1:8.
- Bahasa lidah adalah tanda dari karunia Roh Kudus yang diterima. 1Korintus 12:10.
- Roh Kudus bukan sekadar tenaga/kuasa, tetapi pribadi. Yohanes 16:7.
Sekarang pilihan kita untuk melangkah lebih dalam. Perjalanan kehidupan Kristen tidak berhenti di percaya dan diselamatkan. Tetapi mengalami dan bertindak, untuk menyatakan rencana Tuhan dalam kehidupan kita masing-masing pribadi.

Leave a comment