PERSEMBAHAN DALAM ALKITAB

Amsal 3:9-10.

Gereja lokal mengajarkan mengenai persembahan dalam Alkitab karena jemaat perlu mengenal apa saja yang mereka persembahkan kepada Tuhan, dengan berdasar pada apa yang tertulis dalam firmanNYA. Secara khusus di GPdI Mahanaim Tegal, Gembala dan Staf Gembala memperlengkapi jemaat dengan pengajaran supaya semua jemaat menjadi jemaat yang melayani Tuhan dan sesama. Kita tentu sadar, salah satu tanda pertumbuhan kepribadian seseorang adalah ketika ia bisa memberi.

Apa yang bisa kita persembahkan kepada Tuhan tentu tidak terbatas, keseluruhan hidup kita, baik yang terlihat, maupun yang tidak. Namun dari Alkitab kita belajar bahwa persembahan materi yang kita bawa kepada Tuhan adalah bagian dari ibadah. Imamat 1:2. Kalau kita melihat dasar Alkitabiahnya, persembahan ada di Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru.

Dalam Perjanjian Lama ada persembahan yang dituliskan dan diajarkan sebelum Hukum Taurat (Kejadian 8:20) dan sesudah Hukum Taurat (Keluaran 20:24). Dalam Perjanjian Baru ada persembahan yang dituliskan dan diajarkan sebelum Kenaikan Yesus (Matius 2:11) dan sesudah Kenaikan Yesus (Kisah Para Rasul 24:16-17).

Bahkan kalau kita melihat kisah pemberian para majus, kita tidak menangkap bahwa ada motivasi dari para majus itu untuk memperkaya kepada siapa persembahan itu diberi, dalam hal ini orang tua Yesus. Sehingga tidak bisa seseorang berkata, “Tidak usah memberi persembahan kepada hamba Tuhan atau gereja, nanti jadi kaya!”

Yesus malahan memperingatkan bahwa masalah dalam persembahan itu bukan pada materi yang dibawa sebagai persembahan itu. Tetapi pada hati si pemberi persembahan tersebut. Matius 5:23-24.

Semua persembahan yang dituliskan adalah Alkitabiah. Tentu saja kita tidak lagi ada di bawah hukum persembahan yang diatur Hukum Taurat karena, Hukum Taurat telah digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus. Matius 5:17. Satu hal yang juga perlu kita ingat kaitannya dengan persepuluhan, bahwa persepuluhan itu bukan produk Hukum Taurat. Persepuluhan sudah dilakukan sebelum Hukum Taurat oleh Abram. Kejadian 14:20.

Persepuluhan adalah bentuk ketaatan seseorang percaya kepada firman Tuhan (itulah mengapa ditulis “harus dilakukan”). Tetapi harus juga diingat tentang motivasi hati yang memberi (dituliskan juga “ada yang jangan diabaikan”). Lukas 11:42.

Sepersepuluh (10%) dari yang didapatkan atau diakui sebagai pemberian dari Tuhan adalah suatu batas aturan ketaatan. Kita yang hidup dalam zaman anugerah, tidak lagi melihat 10% sebagai batas. Biarlah kita hidup dalam “kasih karunia yang melimpah”. Kisah Para Rasul 4:33

Leave a comment