SALIB

1Korintus 1:18.

Salib adalah simbol kekristenan yang paling terkenal.[1] Meskipun demikian ada orang berusaha untuk membangun opini bahwa “salib” adalah lambang kematian yang hina dan menyengsarakan. Bahkan orang tersebut secara terbuka menganggap salah kalau kemudian ada orang Kristen memakai salib sebagai ikon untuk mengingat pengorbanan Tuhan Yesus Kristus.

Bahkan saya pernah mendengar orang yang menyamakan salib di zaman dahulu dengan peti mati di zaman sekarang! Jadi kita yang memakai salib sebenarnya sedang memajang peti mati menurut orang tersebut. Saya rasa orang tersebut harus membaca tulisan dari sumber referensi yang saya sudah sisipkan di atas. Atau setidaknya dari tulisan-tulisan Paulus dapat dimengerti bahwa salib bukan lagi hal yang hina dan menyengsarakan. Namun hal yang mengingatkan kita akan kasih karunia Kristus dan kita bermegah atas karyaNYA. Galatia 6:14.

Dalam Perjanjian Lama bahkan tanda salib atau silang beberapa kali secara tidak langsung digambarkan. Gembala pernah menyampaikan beberapa waktu yang lalu tentang tanda salib yang terbentuk dari formasi perkemahan Israel di sekeliling Kemah Pertemuan. Bilangan 2:1-34. Atau jika kita mundur ke masa Paskah pertama bagi Israel, yaitu saat mereka membubuhkan darah di ambang pintu rumah mereka. Keluaran 12:22.

Jadi salib bagi kita yang hidup sekarang adalah lambang dari ingatan kita akan sesuatu yang sudah terjadi lebih dari dua ribu tahun lalu. Bahwa ada seseorang yang mati bagi kita untuk keselamatan hidup kita, sampai kepada kekekalan. Markus 16:8. Namun kita harus ingat salib itu adalah lambang atau simbol.

Ketika salib itu kemudian menjadi benda yang dapat kita lihat bahkan melekat pada tubuh kita, bukan berarti kita diselamatkan oleh benda berbentuk salib itu. Sama seperti cincin pernikahan yang dipakai suami dan istri tidak dapat mengikat pernikahan menjadi kuat. Ia hanyalah simbol pengingat akan kasih yang murni dan tak berujung dalam pernikahan Kristen.

Apa yang menyelamatkan kita adalah kasih karunia Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. IA dulu tergantung di kayu salib untuk menebus dosa kita. Tapi IA tidak selamanya tergantung di sana.

IA mencucurkan darah, membasuh dosa kita. IA kemudian bangkit, memberi kemenangan bagi kita atas dunia. IA menjadi jaminan keselamatan bagi semua orang yang percaya. 1Yohanes 5:4-6.

Hal ini tidak bisa disamakan dengan kisah manapun tentang ilah-ilah yang mati dan bangkit dalam agama pagan.[2] Hanya Yesus yang mati dan hidup kembali dengan membawa penebusan di tanganNYA. Kolose 1:13-14. Dalam Kristus kita tidak disucikan dengan ritual agamawi, tetapi dengan darahNYA sendiri. Sesuatu yang lebih mahal, lebih baik, lebih berharga. Ibrani 9:22-25. Percayalah kepada karya Salib Kristus, karena olehNYA kita mendapatkan keselamatan.


[1] Steven Shisley, “Jesus and The Cross: How The Cross Became Christianity’s Most Popular Symbol” https://theologyandthecity.com/2018/03/27/jesus-and-the-cross-how-the-cross-became-christianitys-most-popular-symbol/. Terakhir diakses 17 Maret 2024.

[2] Andreas Kostenberger, L.S. Kellum, and C.L. Quarles, The Cradle, the Cross, and the Crown: An Introduction to the New Testament (Nashville, TN: B&H Publishing, 2009), 96-97. Kindle.

Leave a comment