PADA MULANYA

Kejadian 1:1.

Ada begitu banyak alat bantu seorang Kristen untuk terus terhubung dengan firman Tuhan salah satunya adalah aplikasi di gawai kita yang memberikan ayat hari ini atau ayat “emas” untuk satu hari yang akan kita lewati. Salah satunya adalah “YouVersion” atau kalau di web itu ada di “bible.com”. Pada hari pertama di tahun ini ayat yang muncul di gawai saya adalah ayat pertama dalam Alkitab.

Segala sesuatu yang pertama sering kali menjadi sesuatu yang signifikan. Pertama kali dibangun, pertama kali didirikan, pertama kali dilakukan, dan lain sebagainya. Itu menjadi dasar dari sebuah sejarah yang terbentuk sesudah hal pertama tersebut terjadi. Demikian juga dengan kalimat, “Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi.”

Hal ini menunjukkan bahwa Allah eksis sebelum segala sesuatunya ada. Dia adalah yang awal, yang pertama dari segala kenyataan yang bisa kita tangkap dengan indra kita. Allah bukan diciptakan melainkan menciptakan. Karena IA yang punya kuasa untuk memulai, IA juga yang punya kuasa untuk mengakhiri. Itu juga menjadi alasan mengapa kita memulai segala sesuatu dengan DIA (Yakobus 4:13-15) dan kita percaya penuh IA akan menyertai kita untuk mengakhiri apapun yang kita sudah mulai dengan baik (Filipi 1:6).

Seringkali kita mendengar tentang Ringkasan Perjalanan Kehidupan Kristen, yang dimulai dari kemuliaan (“Pada Mulanya”, Kejadian 1:1) dan diakhiri dalam kemuliaan (“Oleh Anugerah Tuhan Yesus”, Wahyu 22:21). Namun kita juga menyadari ada “Kisah Keselamatan” di antara keduanya, yaitu saat dosa hadir, namun Yesus datang menjadi penyelamat, dan mendirikan Gereja-NYA yaitu Mempelai Perempuan Kristus. Kisah keselamatan ini menjadi klimaks dari keseluruhan kisah kehidupan manusia.

Kalau jemaat suka menulis atau membuat cerita, kemungkinan jemaat pernah mendengar tentang Freytag’s Pyramid. Dimana sebuah kisah dimulai dengan memberi suatu introduksi, masuk ke dalam aksi, mencapai klimaksnya, sampai kepada akhir kisah, dan ditutup dengan sebuah resolusi. Ini yang terjadi dalam Kehidupan Kristen kita secara luas, tetapi secara lebih sempit ini juga terjadi dalam memasuki masa yang baru, yang sekarang kita alami. Kita memulai dengan Tuhan, masuk ke dalam aksi, kejadian, insiden, peristiwa yang kita belum alami. Namun kita percaya akhirnya Tuhan tetap akan bersama kita, mendatangkan segala sesuatu yang baik bagi yang mengasihi DIA. Roma 8:28.

Kita bersyukur kalau kita memegang firman Tuhan di tangan kita. Alkitab yang jemaat miliki bukan sekadar karya sastra yang berusia ribuan tahun. Kita percaya dalam Pengakuan Iman pertama (dari 17 Pengakuan Iman GPdI lainnya) bahwa, “…Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus terdiri dari 66 buku: “Kejadian sampai dengan Wahyu”. Ini menjadi seperti skenario ilahi dari penciptaan sampai kesudahan, dengan kisah keselamatan jadi bagian klimaksnya. Saya rasa Ayub akan “sangat terbantu” kalau ia tahu bahwa kisah sengsaranya akan berakhir “happy ending”.

Memang Alkitab tidak pernah menunjukkan secara detail akan apa yang akan dalam perjalanan kehidupan kita ke depan. Tetapi satu hal yang pasti Tuhan sudah memberitahukan apa yang akan terjadi pada kita melalui Sang Firman, yaitu Yesus sendiri. DIA sudah ada “pada mulanya”. Yohanes 1:1. Jika kepada umat pilihanNYA dalam Perjanjian Lama IA memberi tahu kekuasaanNYA sebagai Pencipta Segala Sesuatu (Kejadian 1:1). Pada umatNYA dalam Perjanjian Baru IA menunjukkan kedekatanNYA dengan manusia, selama firman Allah itu ada di mulut dan di hati kita. Roma 10:8, Ulangan 30:14.

Bagi kita, ada minggu-minggu ke depan yang harus kita lewati. Tetapi jika di saat ini kita ada di Rumah Tuhan untuk mendedikasikan suatu awal yang baru dengan Tuhan, ini adalah kesempatan yang kita sudah ambil dan isi dengan baik. Karena IA adalah yang berkuasa atas segala permulaan. Namun jangan kehilangan fokus, awal yang baik tentu adalah modal yang baik. Tetapi ini baru permulaan, pastikan kita menjalani kehidupan dengan terus melekat pada Tuhan, dan mencapai garis akhir juga bersama dengan Tuhan. Filipi 3:12-14.

Tetaplah “berlari-lari” menggapai tujuan kita dalam Yesus, lakukan dengan totalitas, gunakan setiap kesempatan untuk menjadi lebih baik. Kita akan menjadi lebih baik dengan melekat pada firman Tuhan, yang akan menuntun kita saat kita hilang arah, menghibur kita saat kita bersedih, membangkitkan kita saat kita terjatuh. Hiduplah senantiasa di dalam pengajaran firman Allah. Yohanes 14:6.

Leave a comment