TOTALITAS KASIH DARI ALLAH

Roma 5:15.

Kita belajar melalui firman Tuhan bahwa Allah adalah kasih. 1Yohanes 4:8. Kasih Allah itu mewarnai kehidupan manusia sejak awal penciptaan sampai dengan akhir zaman. Sayangnya kasih Allah ini tidak dibalas dengan kasih juga dari pihak manusia. Manusia malah melakukan pelanggaran balas kasih Allah kepada mereka.

Namun kasih Allah tidak kemudian kehilangan kualitasnya karena pelanggaran manusia itu. Kualitas kasih Allah begitu mulia, sehingga meskipun pelanggaran manusia itu berdampak besar, kasih Allah lebih besar dari itu. Hal yang sama nampak dalam kualitas kekudusanNYA (Matius 8:3) dan kualitas mukjizatNYA (Matius 9:33). Hal ini yang berusaha dijelaskan Paulus kepada jemaat di Roma dari ayat yang kita baca di awal.

Kualitas kasih Allah yang tinggi dan mulia itu dibuktikan dengan totalitas KasihNYA yang ditunjukkan bagi manusia. Kita bisa melihat itu sebenarnya dari perumpamaan yang Yesus berikan tentang tuan tanah dan penggarap-penggarap yang menyewa tanah. Matius 21:34-38. Keputusan dari tuan tanah itu adalah perlambang dari keputusan Bapa mengutus AnakNYA yang tunggal. Yohanes 3:16.

Jadi Natal adalah bagian dari kasih Allah yang ditunjukkan secara total untuk manusia. Sekarang keputusannya ada di tangan kita yang mendapat anugerah Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Apakah kita mau masuk dalam rencana keselamatan Allah di dalam Yesus, seperti yang dikatakan Simeon saat ia menatang Yesus (ketika itu Yesus masih dalam tubuh seorang anak)? Lukas 2:29-32.

Seseorang yang mengasihi pasti merancangkan hal yang baik untuk orang yang dikasihinya, demikian juga Allah. Kita melihat kasihNYA di saat penciptaan manusia, kejatuhan manusia, penebusan manusia, kasih kepada Gereja, dan rencanaNYA untuk membawa semua manusia, dalam Gereja yang sempurna, kepada kemuliaan. Saya yakin demikian juga dengan kita, ada rencana yang baik sebagai bentuk kasih.

Mungkin Anda pernah mendengar kutipan dari Benjamin Franklin ini: “If you fail to plan, you are planning to fail.” Kehidupan kita penuh dengan rencana. Kita ingin melakukan ini dan itu dalam pekerjaan, pendidikan, dan aktivitas keseharian lain. Perencanaan adalah baik yang tidak terpisahkan dari diri kita, karena kita segambar dengan Allah yang selalu punya rencana untuk segala sesuatu.

Lihat saja dalam penciptaan, Allah merencanakan manusia sebelum kemudian membentuknya dari debu tanah. Demikian juga ketika Israel jatuh dalam dosa yang mengakibatkan mereka terbuang dari Tanah Perjanjian, Allah merencanakan suatu pemulihan. Kemudian Allah juga memiliki rencana besar untuk membawa manusia kembali ke dalam kemuliaan seperti yang tadi saya sudah sampaikan.  

Rasul Paulus juga membuat rencana dalam pelayanannya, hal ini diungkapkannya kepada Jemaat di Korintus. 1Korintus 6:9. Ketika itu Paulus memutuskan untuk tinggal di Efesus lebih lama, karena ada kesempatan untuk pelayanan. Akan mengambil waktu yang lama untuk membahas mengenai rencana Paulus ini. Tetapi setidaknya kita melihat perencanaan itu adalah hal yang baik.

Jadi dalam segala hal, perencanaan adalah sesuatu yang dapat kita lakukan. Perencanaan adalah bagian dari strategi kita untuk mendapat hasil yang lebih baik. Ketika kita berbicara mengenai strategi, hal ini bukan berarti kita kemudian tidak berserah kepada rencana Allah. Kita adalah ciptaan yang sombong jika kita mengabaikan rencana Allah. Ayub 42:2, Mazmur 33:10, Yakobus 4:13-16.

Rencana manusia itu memiliki potensi yang begitu hebat. Menariknya potensi itu tidak diambil oleh Tuhan saat manusia jatuh ke dalam dosa. Kejadian 11:6. Rencana itu bisa dilakukan untuk melakukan hal-hal yang baik (1Tawarikh 8:11, Nehemia 2:11-12). 

Kita selalu berdiri di titik antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Allah begitu mengasihi kita, DIA memberikan kasih yang total, dan menggenapi rencanaNYA dalam kehadiran Yesus. Natal adalah cara Allah menunjukkan kasihNYA, bahkan ketika IA tahu kelalaian dan kejahatan manusia. IA tetap menjalankan rencana Keselamatan melalui Yesus, AnakNYA yang tunggal. Pada pemandangan manusia ini adalah kebodohan (1Korintus 1:18). Tetapi Allah memandang rencana ini dengan kasih karuniaNYA yang besar, itu mengapa ini disebut anugerah.

IA mengasihi kita, dan memberi keleluasaan bagi kita merencanakan yang baik. Sayangnya manusia yang diberi potensi ini, seperti dalam Kejadian 11:6 kadang malah merencanakan yang buruk. Tapi biarlah kita belajar menggunakan kasih dan kesempatan yang Allah beri untuk menunjukkan kasih karunia kepada orang lain yang kita layani. 2Korintus 1:15. Terima kasihNYA, gunakan itu untuk membuat rencana-rencana baik di masa depan kita.

Leave a comment