Doa & Pelayanan.

Hari ini saya rindu membahas dua hal ini “doa & pelayanan”. Kalo bagi pemusik mungkin ini fusion, kalau penjahit ini namanya perpaduan, kalau montir ini hybrid.

 

Saya selalu percaya doa bukan sekedar permintaan / permohonan. Ketika Yesus berdoa di depan kubur Lazarus, apa yang dikatakannya didengar oleh orang disekitarnya “Yesus mengatakannya supaya mereka percaya.” Yohanes 11:41-42.

 

Lalu bagaimana kita bisa yakin bahwa doa kita itu melayani atau dalam hal ini berguna bagi orang lain? Kita bisa merujuk pada apa yang dikatakan oleh Paulus mengenai doa, dalam 2Korintus 1:11. Paulus sangat merasakan manfaat dari doa-doa jemaat. Sama seperti apa yang terjadi pada Petrus di Kisah Para Rasul 12:5. Ternyata ini adalah praktek yang dilakukan di gereja mula-mula. Jadi apa yang kita lakukan saat ini dengan doa syafaat, sesuai dengan apa yang dicatat Alkitab.

 

Terlebih lagi Paulus pernah menyampaikan tentang 1Korintus 14:15-17. Saat itu Paulus sedang menegur jemaat karena mereka mempraktekkan doa dengan bahasa lidah sebagai kesombongan rohani. Namun tujuan sebenarnya dari doa adalah membangun jemaat lain.

 

Jadi apa yang kita dapatkan dengan doa?

  1. Membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi seseorang yang didoakan.
  2. Membangun jemaat lain yang mendengarnya.

 

Bukankah kedua-duanya adalah pekerjaan baik yang merupakan tujuan kita diciptakan oleh Allah. Efesus 2:10.

 

Mungkin beberapa dari kita berkata, cukuplah hamba-hamba Tuhan, mereka yang mempunyai gelar kependetaan yang berdoa, doanya lebih manjur. Saya ingin katakan kepada Anda: “Profesimu bukanlah penghalang dari pilihan Tuhan atas engkau untuk melakukan pelayanan khusus.” Amos 7:14-15.

 

Seorang hamba Tuhan dari Amerika Serikat bernama Ricky Temple pernah berkata demikian: “Terkadang daftar tugas (job description) yang harus engkau kerjakan bukanlah definisi dari potensimu. Jangan terpatok pada bagaimana orang lain memanggil engkau, tetapi ketahuilah apa sebenarnya yang ada di-dalam-mu.

 

Kalau Anda punya waktu untuk membaca kisah tentang Nehemia Anda akan setuju dengan pernyataan tersebut diatas. Coba secara singkat baca Nehemia 1:3-4, 2:1-3, 10:1. Dari seorang juru minum raja yang memiliki hati untuk bangsanya dan kotanya yang luluh lantak. Dia menjadi kepala daerah yang memimpin reformasi.

 

Jadi sekarang siapakah Anda? Dengan sebutan apa orang memanggil Anda? Apakah Anda sudah maksimal dan optimal?

 

Anda bisa melayani bahkan ketika Anda hanya memiliki bibir yang tersisa. Ibrani 13:15.

 

GodblesS

JEFF

Advertisements