GADGET EFFECT

Selamat malam rekan-rekan professional (atau boleh saya panggil “banker”?) di bank-bank Kota Malang. Sungguh adalah kehormatan untuk saya bisa berbicara di hadapan Anda. Malam hari ini saya tidak membawa diri saya saja, tetapi Firman Allah. Tema yang diangkat oleh panitia adalah: Gadget Effect.

Menariknya saya mendapat email yang pada awalnya memberikan tema “Gadget Effect for Youth” tetapi dengan audience 25 – 35 tahun. Saya bisa mengerti untuk yang masih di bawah 35 tahun, tetapi untuk yang di atas 35 tahun? Karena biasanya ada yang terjadi di tengah malam saat usia seseorang berubah dari 35 ke 35+. Pada akhirnya saya menyadari, mungkin ini juga untuk orang-tua yang berhadapan dengan anak-anaknya. Jadi silakan saja di akhir presentasi saya untuk bertanya untuk topik ini.

Mari kita mulai bahasan ini dengan membuka Pengkhotbah 1:9-10. Kita melihat bahwa penulis Pengkhotbah memberitahukan bahwa sebenarnya tidak ada yang baru di muka bumi ini. Apa yang ada, apa yang pernah dibuat, akan ada lagi, tentu saja dengan versi yang lebih baik. Lihat saja teknologi kamera, telepon, dan lain-lain semua adalah teknologi yang melekat dengan diri kita.

Sehingga itulah mengapa kita mengerti bahwa “gadget” atau gawai adalah alat bantu, dan harusnya terus demikian. Alat bantu tidak pernah menggantikan yang Utama. Ilustrasinya kalau Anda menggaji asisten rumah tangga (pembantu) untuk membantu istri Anda, bukan berarti ia ada untuk menggantikan istri Anda, bukan? Matius 6:21 menyatakan dimana ada yang berharga buat Anda, disitu hati Anda. Karena itu gadget tidak bisa jadi yang Utama di hidup kita.

Lalu apakah efek gawai (gadget effect) itu bertentangan (kontradiksi) dengan Alkitab? Saya percaya Firman Tuhan itu dinamis, dan relevan di setiap zaman. Hanya saja jelas efek gawai memberi ancaman bagi hidup Kristen kita, jika tidak digunakan dengan baik.

  1. Terlalu banyak informasi. Apa yang harus kita lakukan adalah menyaring informasi yang masuk, dan memastikan bahwa kita adalah pembawa Kabar Baik, apapun posisi kita. Yesaya 52:7.
  2. Rentang perhatian yang pendek. Seharusnya kita melatih diri untuk menantikan Tuhan, yang terbaik akan datang dari hal itu. Yesaya 40:31.
  3. E-Addiction. Iblis berusaha untuk membuat kita terikat dengan apa yang kita kerjakan dan pada akhirnya melihat kebenaran sebagai dusta. Keluaran 5:9.
  4. E-Identity / e-Personality. Jangan bertindak karena rasa takut, kita bukan dikuasai ketakutan tetapi Roh Allah, yang menjadikan kita Anak Allah. Roma 8:15.

 

Advertisements