Pengemis.

Mengapa kita sering mengasihani pengemis? Karena mereka memiliki gaya hidup, cara hidup, dan kondisi hidup yang menyedihkan. Dibanding dengan kita.

Kalau begitu jika seorang karyawan dengan gaji tetap, kemudian memiliki gaya hidup, cara hidup, dan kondisi hidup yang LEBIH menyedihkan, DIBANDING, bos-nya yang konglomerat. Apakah berarti karyawan itu adalah pengemis?

Pengemis itu adalah suatu sikap mental. Itu adalah buah dari suatu keputusan. Kemudian mendorong “orang-orang tertentu” untuk mengambil tindakan: mengemis.

Saya bukan sedang membenci pengemis. Hanya saja mental, gaya mereka, cara mereka, dan pada akhirnya kondisi mereka terbentuk oleh suatu pola pikir. Jika Anda mengerti apa yang saya maksud. Ini adalah sebuah lingkaran yang akan kembali ke titik yang sama.

Tepatlah sebuah kalimat yang menyatakan: “lebih baik memberi daripada menerima.”

GodblesS
JEFF

Amazing.

Banyak orang yang kehilangan antusiasme dalam hidup. Sering kan kita denger orang bilang: “Ah.. ini lagi, ini lagi.” Atau ketika ditanya apa kabarnya, mereka jawab: “Biasa-biasa aja.”

Tau nggak apa yang jadi penyebab itu terjadi. Setidaknya menurut saya itu karena kita KEHILANGAN “KEAJAIBAN” SEORANG ANAK KECIL. Maksudnya apa? Coba liat anak kecil, mereka selalu kagum, terkesima, dengan hal-hal “baru” yang ditangkap panca-indera mereka.

They have a lot of ‘wow’ factor!

Sementara kita sudah cukup “bosan” dan menganggap “remeh” hal-hal yang ada di sekitar kita. Mungkin jawaban untuk ini adalah sikap kita yang mau jadi “anak kecil” lagi. Jadi seseorang yang menghargai apapun, sekecil apapun tanpa harus menjadi “lebay.”

Let’s hope so.

GodblesS
JEFF