SESI 1: “YOU ARE AWESOME”

Tahukah Anda kalau Anda luar biasa dan spesial? Bagaimana tidak, Anda adalah custom design dari Allah tidak ada seorang pun di dunia ini yang identik dengan Anda! Namun sekarang kita kan selalu ingin menjadi sama seperti orang lain, terutama para selebriti. Menariknya ada suatu kecenderungan ekstrim yang terjadi bahwa semakin seseorang merasa tidak spesial atau sebaliknya semakin seseorang merasa sangat spesial, maka mereka akan semakin merasa sendirian.

Semakin kita merasa sendirian, maka fokusnya akan terus menerus kepada diri sendiri. Padahal kita ini tidak sendirian!

“You are not alone” menjadi pilihan panitia retreat tahun ini, dan saya rasa ini adalah tema yang baik. Saya berharap, saya bisa menyajikan kepada Anda penegasan-penegasan dari Firman Tuhan bahwa Anda tidak sendirian. Maksud dari “Anda tidak sendirian” bisa mengandung 2 makna:

  • Anda tidak sedang menghadapi dunia, atau sedang bertanding dalam dunia ini sendirian.
  • Anda tidak sedang hidup bagi dirimu sendiri, karena ada banyak orang di sekitar kita yang bisa kita beri dampak.

Galatia 6:2 menuliskan bahwa seharusnya kita saling bertolong-tolongan (bukan hidup hanya untuk diri kita sendiri) dan dengan demikian kita memenuhi Hukum Kristus. Jadi seberapapun “introvert” dirimu, ada titik dimana Anda harus bertolong-tolongan. Karena kalau tidak, Anda tidak dipandang memenuhi Hukum Kristus, yaitu Hukum Kasih.

Tetapi di sesi 1 ini saya ingin memulai dari diri Anda masing-masing terlebih dahulu. Sebab ada ungkapansebelum menolong orang, tolonglah dirimu sendiri”. Bahkan di kalangan orang Yahudi ungkapan ini disebutkan Yesus di Lukas 4:23.

Namun demikian bukan berarti Anda harus sempurna terlebih dahulu di dalam kemudian baru boleh melayani, lagipula tidak ada seorangpun yang sempurna, bukan?

Saya lebih melihat ungkapan ini berarti bahwa fokus dan prioritas kita memang di dalam, tetapi jika ada kesempatan untuk melayani di luar lingkup kita, maka lakukan itu. Ingat saja lingkup pelayanan yang diberikan Yesus kepada setiap orang percaya di Kisah Para Rasul 1:8.

Namun demikian ada 3 hal yang iblis lakukan dalam hidup kita dengan tujuan untuk menyerang identitas kita dalam Kristus:

  1. Rasa minder.

Rendah diri itu tidak sama dengan rendah hati. Dalam Matius 11:29 Yesus sendiri menunjukkan teladan perilakuNYA adalah berasal dari rendah hati, bukan rendah diri. Rendah diri adalah cara pandang yang mengecilkan potensi diri sehingga berdampak pada perilaku yang tidak produktif (kontra-produktif). Matius 25:18, 24-25. Bahkan saya berani berkata berdasarkan Firman Tuhan bahwa rasa minder adalah kejahatan! Matius 25:26. Tetapi tetap kita harus waspada karena orang yang minder, namun kemudian menjadi “over-confident” bisa menghasilkan tingkah laku dan keputusan yang salah. Lihat 1Samuel 9:21 kemudian 1Samuel 13:11-13.

 

  1. Rasa takut.

Rasa takut ini menurut Ps.Joseph Prince adalah sesuatu yang berakar dalam roh. Saya punya catatan khusus mengenai hal ini di jeffminandar.com. Ini ayat untuk menguatkan Anda: Roma 8:15.

 

  1. Tidak puas diri.

Ini sebenarnya berasal dari kekuatiran, sedangkan kekuatiran itu sendiri sebenarnya adalah sesuatu yang tidak nyata. Sebaliknya, daripada kuatir lebih baik mencari 1001 alasan untuk bersyukur. Filipi 4:6.

Dengan pemahaman seperti ini kita tahu bahwa fokus kita bukan lagi diri sendiri tetapi juga orang lain. Ps.Francis Chan pernah berkata bahwa kita hidup di dalam dunia yang begitu memuja diri sendiri. Hal ini semakin membudaya ketika itu dibagikan secara masif di media sosial. Konsep diri bukan lagi tentang apa yang unik dari diriku dan bagaimana diriku berfungsi untuk kepentingan bersama. Tetapi sekarang orang-orang berlomba-lomba untuk menjadi orang lain dan memenuhi ego diri sendiri.

GodblesS

JEFF

Advertisements

BUKTIKAN KEBEBASANMU

Sore hari ini adalah saat pembuktian bahwa ini adalah House of Freedom. Sepanjang bulan ini Youth Pastor Anda sudah menetapkan tema tentang status kebebasanmu.

Bahwa setiap orang seharusnya bisa berkata: “I’m Free”.

But let’s flash-back to each theme we have discussed.

Minggu pertama kita bicara tentang “My Superhero” kita sama-sama sepakat kalau itu adalah YESUS. Lebih dari semua Superhero yang kita kenal sekarang: Superman, Batman, Wonder Woman, Black Widow dan lainnya. Superhero kita “nyata dan tidak fiktif”! Yesus ada dan menjadi bagian dari Sejarah manusia. Tidak ada Superhero yang menjanjikan kekekalan dan tempat indah bersama dengan DIA. Yohanes 14:3. Bahkan Yesus memberi dan menjadi Penolong yang menyertai selamanya. Ayat 16.

Kemudian di minggu kedua kita bicara tentang “Hidup yang Berkemenangan (Victorious Living)”. Karena IA adalah pemenang, maka kita adalah para pemenang, bahkan lebih dari mereka yang menang. Allah yang berperang ganti kita. Kemenangan itu menjadi milik kita karena Allah di pihak kita, karena Yesus ada bersama kita. 1Korintus 15:57.

The latest, di minggu ketiga, kita kedatangan tamu yang berbicara tentang mengikut Yesus. Sama seperti kemerdakaan adalah anugerah, Yesus menjadi Hadiah terbesar bagi kita. Menariknya IA ingin kita menjadi pengikutNYA, muridNYA. Murid Itu ada tinggal tetap dalam FirmanNYA, KebenaranNYA dan kebenaran itu memerdekakan. Yohanes 8:31-32. So, we have Superhero, we have Victorious Living, and we absolutely have Freedom.

HOW TO PROVE THAT YOU’RE FREE?

No bondage. Anda tidak lagi terikat, dan karenanya Anda bebas bergerak. Tetapi Paulus mengingatkan bahwa kebebasan yang kita miliki, jangan sampai menjadi “batu sandungan” bagi orang lain. 1Korintus 8:9. Berarti kebebasan ini bukan sembarangan, tetapi kebebasan yang membuat kita bisa meneladani superhero kita, Tuhan Yesus. Demikian juga kebebasan untuk memberi teladan kepada orang-orang di sekitar kita. 1Timotius 4:12.

Ada 5 hal yang menjadi indikator seorang yang jadi teladan, seseorang yang bisa berkata: “I’m Free”.

  1. Perkataan.
  2. Tingkah laku.
  3. Kasih.
  4. Kesetiaan.
  5. Kesucian.

Sore hari ini saya akan fokus pada 2 hal teratas di daftar tersebut. Pertama. Bebas dari perkataan yang merendahkan, tidak berguna. Kita berpikir bahwa kata-kata kita hanyalah angin lalu, tapi lihatlah, perkataan yang sembarangan pada suatu saat akan mengikat kita. Matius 12:36.

Kedua. Bebas dari kelakuan yang jahat dan malas. Matius 25:26. Apa tingkah laku orang yang jahat dan malas? Ayat 24-25.

  • Tidak bekerja.
  • Menuduh dan merasa berhak menghakimi Tuhan.
  • Takut dan melakukan apa yang dirasa benar.
  • Hidup tidak berdampak.

Satu Hati Dua Cinta

Ini bukan berbicara tentang “mendua hati” karena jelas judulnya “satu hati”. Terlebih lagi mendua hati adalah prinsip yang ditentang Alkitab. Mungkin saja kemudian muncul pertanyaan:

“Bukannya di Alkitab banyak sekali kisah mengenai tokoh yang beristri lebih dari satu? Contohnya Abraham, Gideon, Daud, semua istrinya lebih dari satu. Mereka mendua hati?”

Kalau itu yang menjadi argumen Anda, maka itu adalah argumen yang lemah, karena di Alkitab juga menuliskan mengenai Adam, Ishak, Hosea, Petrus yang hanya beristrikan satu orang. Bahkan Yesus dan Paulus tercatat tidak menikah, karena memang menikah bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk mencapai suatu tujuan yang lebih besar.

Mengapa semua dicatat? Karena Alkitab menceritakan dengan jujur tentang kehidupan nyata, tetapi ingat saja prinsip dasarnya dalam Matius 19:8-12.

Lalu mengapa Allah tetap memakai mereka? Dalam Keluaran 34:5, di ayat ini bicara tentang pribadi Allah yang diperkenalkan kepada Musa, bahwa IA panjang sabar, berlimpah Kasih SetiaNYA. Tetapi Paulus juga mengingatkan dalam Roma 2:4 jangan menganggap sepi kemurahan Tuhan, karena itu sebenarnya ditujukan untuk melihat pertobatan kita.

Malam ini kalau ada sedikit keinginan itu, atau sudah setengah jalan, atau bahkan Anda sudah menghidupi keinginan itu, yaitu mendua hati, segera bertobat!

Jadi apa sebenarnya “Satu Hati Dua Cinta”? Maksudnya adalah keberadaan dua obyek atau sasaran Utama dari Kasih dalam hidup kita. Apakah ini memungkinkan? Mana bisa hati bisa dibagi-bagi?

Matius 22:37-40 Pada ayat-ayat ini Yesus berkata bahwa kita punya kapasitas untuk menghasilkan dua cinta atau dua kasih.

  1. Kasihilah Tuhan Allah. Ada ribuan alasan untuk mengasihiNYA. Namun apa yang kita praktekkan apakah sama dengan yang kita percaya?
  2. Kasihilah Sesama. Kita bisa berargumen bahwa “sesama” itu artinya sangat luas, karena sekarang ada kira-kira ada 7 milyar manusia di muka bumi. Tetapi tunggu dulu, kalau kita “rewind” ribuan tahun kebelakang: Siapakah sesama bagi Adam dan Hawa? Pasangannya! Baru kemudian anak-anak mereka lahir. Itulah sesama yang mereka hadapi.

Kenapa kita mengasihi mereka?

  • Apakah karena gagah? Sumber uang? Bukan, tetapi karena Efesus 5:23.
  • Apakah karena cantik? Sudah terlanjur? Bukan, tetapi karena 1Petrus 3:7.
  • Apakah karena mereka “sumber rejeki”? Bukan semata-mata itu. Memang anak adalah “gift” (menurut Alkitab terjemahan NLT), tetapi sebenarnya potensi mereka akan maksimal di tangan yang benar. Mazmur 127:3-5.

It’s all about EAT, PRAY, LOVE. We love that is so we provide food to eat. We love that is so we put them in our heart and pray

GodblesS

JEFF