Unbelief.

“If we knew the horrors of the potential judgement that hangs over us – if we really believed in what is coming – how differently we would live. Why aren’t Christians living in obedience to God? Because of their unbelief.”

K.P. Yohannan,  Revolution in World Missions(USA: GFA Books, 2004), p.94

Belajar dari semut.

Pagi hari ini belajar satu hal lagi ketika ketemu dengan hari yang baru. Bahwa waktu itu tidak pernah bisa terulang. Honestly, ini adalah simple truth yang saya bahkan kita banyak tahu. Tetapi kadang butuh disadarkan terus menerus. Karena seringkali kita got drifted dengan semua kesibukan dan kemalasan yang datang dan pergi. Seperti ada yang berkata demikian: 

“Take a lesson from the ants, you lazybones. Learn from their ways and become wise!”

Pernah lihat semut kan? I just wonder kenapa mereka tidak pernah berhenti bergerak. The only time they are still is when they are dead. Saya suka semprot semut kalau itu ada di pojok kamar atau bangunan. So sorry for that ants! Mereka selalu tahu bahwa mereka serve a purpose. Padahal mereka hidup hanya singkat saja. Beberapa minggu saja. Meskipun memang ada beberapa semut “ratu” yang bisa bertahan sampai 15 tahun. 

Bagaimanapun kita adalah manusia yang diciptakan dengan kemampuan diatas semua ciptaan yang lain. Masakan kita kalah dengan seekor semut? Oh satu lagi, saya tidak percaya ada surga untuk binatang. Binatang hidup – mati, and that’s it! Tetapi manusia, kita hidup untuk kekekalan. Sehingga kalau dibandingkan usia manusia yang rata-rata hanya 70-80 tahun saja, adalah suatu rentang waktu yang sangat singkat dibandingkan “rentang waktu” kekekalan. Come on, let’s learn from ants.

GodblesS
JEFF