UNITY

Pertama-tama tentu saja saya mengucapkan selamat kepada Harvest Church New Hampshire (GPdI Dover NH) yang telah 20 tahun berdiri dan melayani komunitas New Hampshire, khususnya untuk masyarakat Indonesia. Saya rasa ini benar-benar bukti dari Kasih karunia Tuhan nyata dalam hidup Gereja ini.

Menarik sekali bahwa tema 20th Anniversary Harvest Church adalah Unity. Karena ini adalah tema yang menjadi idaman baik bagi masyarakat Indonesia (setelah pilpres 2019) dan juga masyarakat Amerika Serikat (menjelang pilpres 2020). Tentu saja bagi saya yang baru 11 hari terakhir mengenal Gembala dan jemaat Harvest Church, saya belum familiar dengan sejarah Gereja ini, dan mengapa Tuhan menaruhkan tema ini di hati Gembala dan/atau Panitia Acara.

Tetapi bagi saya ini mungkin lebih baik, supaya Firman Tuhan bisa disampaikan murni berdasarkan Firman Tuhan tanpa agenda tersembunyi apapun. Karena bagi saya Unity adalah karakter Tuhan sendiri. Trinitas adalah satu kesatuan, demikian juga Gereja Tuhan tentunya adalah satu kesatuan. Menariknya Trinitas Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, digambarkan sebagai mempelai pria, yang akan menikahi Gereja yang Sempurna sebagai mempelai perempuan.

Mari kita masuk ke dalam ayat utama tentang Unity. Kolose 3:14. Ketika kita membaca ayat ini kita menemukan bahwa Kesatuan dan Kesempurnaan adalah hasil dari Kasih. Coba perhatikan baik-baik konteksnya di ayat 13. Sehingga ini memperkuat apa yang kita percaya bahwa Kasih adalah yang terbesar, dan Allah kita adalah Kasih.

Mari kitab bahas sedikit apa yang dilakukan kasih di dalam ayat 13. DIsebutkan disana bahwa kasih itu sabar, dan kasih itu mengampuni. Pengampunan adalah bagian terbesar dari Kasih. Ini harusnya menjadi bagian kita, karena seperti Yesus lakukan dan juga Paulus ajarkan kepada jemaat Tesalonika, bahwa kita seharusnya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. 1Tesalonika 5:15. Menariknya tentang pengampunan yang akan berujung perdamaian, itu keputusannya ada di tangan kita! Roma 12:18.

Kalau kita kembali kepada Kasih yang menghasilkan kesatuan dan kesempurnaan. Kasih di dalam Alkitab sering digambarkan seperti hubungan suami-istri dalam pernikahan. Contohnya yang Paulus sampaikan di Efesus 5:31-32. Baca tentang segitiga: “Passion – Compassion – Commitment,” di sermon saya tentang “B-Drama” @jeffminandar.com.

Sehingga kita lihat yang menjadikan ini menjadi satu, yang menjadikan segitiga ini sempurna adalah komponen komitmen. Kembali lagi ini ada di tangan Anda. Pertanyaan saya pada akhirnya adalah: Are you committed? To live the Love, and bring the unity. Supaya kita menjadi satu seperti Yesus dan Bapa adalah satu. Yohanes 17:21.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s