Muliakanlah DIA.

Saya percaya kita hidup untuk satu tujuan yaitu memuliakan nama Tuhan. Karena itu kita berkumpul hari ini di Rumah Tuhan untuk maksud yang sama kita percaya kita memuliakan nama Tuhan dengan:

  • Memberikan waktu untuk beribadah.
  • Berusaha dengan harta dan usaha untuk beribadah.
  • Memuji dan menyembah Tuhan.
  • Mempersembahkan korban persembahan yaitu sebagian uang kita.
  • Berdoa di dalam nama Yesus.
  • Duduk dan mendengarkan Firman Tuhan.
  • Terlibat dalam pelayanan gerejawi.

Saya rasa inilah konsep kita bersama mengenai MEMULIAKAN NAMA TUHAN, bukan? Mari kita bahas satu-per-satu:

  1. Memberikan Waktu.

Kalau  secara umum kita pasti pernah mendengar “time is money” secara literal dalam bahasa Indonesia berarti “waktu adalah uang”. Pendapat ini sebenarnya jauh di karya klasik Yunani yang menyebut mengenai berharganya waktu. Namun menjadi terkenal karena frase “time is money” disebutkan Benjamin Franklin untuk menegur orang yang hanya bekerja setengah hari, dan kemudian bermalas-malasan. Meskipun dia tidak membuang banyak uang dengan bermalas-malasan, tetapi sebenarnya dia membuang “kesempatan” mendapat gaji sehari penuh.

Ini nampaknya sesuatu yang normal. Kita semua butuh uang. Namun Daud seorang yang betul-betul mengenal pahit-getir hidup berkata sebaliknya. Mazmur 84:11. Lebih baik di pelataran Tuhan, maksudnya di Rumah Tuhan, di hadirat Tuhan. Jika ini yang menjadi motivasi Anda. Berarti Anda sudah menempatkan Allah sebagai sesuatu yang BERHARGA. Anda memuliakan Tuhan dengan penggunaan waktu Anda.

  1. Berusaha untuk beribadah.

Di dalam Alkitab berulang kali disebutkan mengenai pembangunan mezbah dan pembangunan Rumah Tuhan yang identik dengan Ibadah itu sendiri. Saat Nuh mendapat kasih karunia Allah, disitu ia membangun mezbah dan beribadah(Kejadian 8:20). Saat Abram  mendengar janji Tuhan maka didirikannya mezbah dan beribadah (Kejadian 12:7). Selalu ada usaha untuk beribadah, bahkan Paulus meletakkan posisi ibadah lebih tinggi dari “latihan badani” (1 Timotius 4:8).

  1. Pujian dan Penyembahan

Setiap kali pujian dinaikkan dan penyembahan terangkat disitu kemuliaan Tuhan turun. Tuhan bersemayam diatas pujian orang-orang yang percaya. (Mazmur 22:4). Pujian dan penyembahan ini bukan suatu liturgi tetapi adalah gaya hidup. Dengan pujian dan penyembahan Anda melayani Tuhan dan melayani manusia disaat yang sama. Ini bukan keharusan melainkan kesempatan. Ingatlah tiga hal ini:

  • Pujian dan penyembahan adalah untuk (kebaikan) manusia bukan sebaliknya. (Markus 2:27).
  • Pujian dan penyembahan menyambut kuasa Kerajaan Allah. (Ulangan 31:19).
  • Pujian dan penyembahan adalah kunci untuk penginjilan. (Kisah Para Rasul 16:25).
  1. Mempersembahkan korban persembahan.

Karena kekayaan kita dapat menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan (Amsal 3:9). Daud pun melakukan hal yang sama dengan Bait Allah yang akan dibangun anaknya (1 Tawarikh 22:5).

  1. Berdoa.

Ketika Yesus berdoa di depan kubur Lazarus, apa yang dikatakannya didengar oleh orang disekitarnya “Yesus mengatakannya supaya mereka percaya.” (Yohanes 11:41-42, Ibrani 13:15).

  1. Mendengarkan Firman Tuhan.

Maria mengambil bagian dalam “istirahat” dihadapan Tuhan, seringkali kita berusaha untuk menjadi sibuk dan melupakan bahwa Allah yang bekerja didalam kita (Lukas 10:41-42, Matius 11:28).

  1. Melayani.

Ini menjadi konsekuensi unik ketika kita sudah begitu mendapat limpah Kasih pelayanan menjadi respon untuk itu. (Yohanes 12:3).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s